Sabtu, 04 Juli 2015




SOAL – SOAL EVALUASI FISIKA ATOM
PILIHAN GANDA

1.      Diantara kelompok senyawa berikut yang mempunyai ikatan ion adalah ….
a.       H2O, CO2, CH4
b.      CO2, CH4, NH3
c.       NaCI, KI, MgCI2
d.      H2O, NaCI, HI
e.      HBr, KBr, CH4
2.      Manakah dari senyawa berikut yang mempunyai ikatan kovalen …
a.       NaH, KBr, CI2
b.      KI, HBr, CI2
c.       I2, HBr, CI
d.      CO2, CH2, NH3
e.      NH3, H2O, BeCI2
3.      Jika nomor atom B = 5 dan F = 9 maka pernyataan yang tidal tepat untuk senyawa BF3 adalah ….
a.       Terdapat ikatan kovalen.
b.      Tidak terdapat pasangan elektron bebas.
c.       Bentuk molekulnya segitiga datar .
d.      Momen dipolnya 0.
e.      Di dalam membentuk ion B3+ dan F-
4.      Sudut ikatan molekul BF3 adalah ….
a.       900.
b.      1070
c.       1090
d.      1200
e.      1800
5.      Ramalkan rumus senyawa ion yang dapat dibentuk oleh pasangan unrus berikut ….
a.       Mg dan F.
b.      Be dan O.
c.       Ca dan N.
d.      K dan S.
e.      S dan N.
6.      Pasangan manakah yang kesuaian senyawanya merupakan ikatan kovalen ….
a.       KCL  dan CCO4
b.      NH3 dan KNO3
c.       NaCI dan H2O
d.      CH4 dan H2O.
e.      Ba (OH)2 dan HBr.
7.      Unsur X dan Y masing – masing mempunyai 6 dan 7 elektron valensi rumus dan jenis ikatan yang mungkin terjadi adalah ….
a.       XY6 ionik.
b.      X2Y, ionik.
c.       XY2, ionik.
d.      XY 2, kovalen.
e.      X2Y, kovalen.
8.      Jumlah elektron yang digunakan bersama dalam molekul N2 adalah ….
a.       2
b.      3
c.       5
d.      6
e.      7
9.      Unsur X dengan konfigurasi elektron 2, 8, 1 akan membentuk ikatan ion dengan unsur yang mempunyai konfigurasi ….
a.       2, 8, 2
b.      2, 8, 3
c.       2, 8, 6
d.      2, 8, 8, 1
e.      2, 8, 7
10.   Pernyataan berikut yang bukan merupakan sifat senyawa ion adalah ….
a.       Rapuh.
b.      Titik leleh tinggi.
c.       Lelehannya dapat menghantar listrik.
d.      Larutannya dapat menghantar listrik.
e.      Sangat mudah larut dalam air.
11.   Gaya tarik menarik antara molekul – molekul dalam atom hidrogen iodida (HI) adalah ….
a.       Gaya tarik – menarik antara dipol listrik.
b.      Gaya tarik – menarik antara dipol listrik.
c.       Gaya vander walls.
d.      Gaya tarik karena HI berikatan hidrogen
e.      Gaya tarik karena HI berikatan kovalen.
12.   Ikatan hidrogen tidak terdapat pada ….
a.       Air.
b.      Alkohol.
c.       Amonia cair.
d.      Hidrogen fluorida.
e.      Hidrogen sulfida.
13.   Pernyataan berikut benar, kecuali ….
a.       Ikatan logam terdapat dalam unsur logam.
b.      Ikatan ion terjadi unsur logam dan non logam.
c.       Ikatan kovalen terjadi antara unsur non logam.
d.      Ikatan hidrogen terdapat dalam gas hidrogen.
14.   Diantara molekul – molekul di bawah ini yang termasuk molekul unsur adalah ….
a.       H2O.
b.      CO2
c.       CO2
d.      H2SO4
e.      CO3
15.   Diketahui konfigurasi elektron sebagai berikut
         X = 1 s2 2s2 sp6 3s2 3p6 4s1
         Y = 1 s2 2s2 2p4
         Dari data di atas pernyataan yang benar adalah ….
a.       Atom X dan atom Y membentuk ikatan ionik XY2
b.      Atom X dan atom Y membentuk ikatan ionik X2Y
c.       Atom X dan atom Y membentuk ikatan ionik X2Y3
d.      Atom X dan atom Y membentuk ikatan ionik XY3
e.      Atom X dan atom Y membentuk ikatan ionik XY4


SOAL – SOAL URAIAN
1.      Faktor apa saja yang mempengaruhi suatu atom agar dapat membentuk ikatan ionik?
2.      Berikan beberapa contoh molekul yang terbentuk berdasarkan ikatan ionik!
3.      Faktor apa saja yang menentukan bentuk suatu molekul kovalen?
4.      Apa perbedaan utama antara ikatan ionik dengan ikatan kovalen pada sebuah molekul yang terbentuk?
5.      Mengapa spin yang sejajar dalam taori ikatan yang stabil?
6.      Di antara pertindihan elektron yang terjadi pada ikatan kovalen pertindihan orbital yang mana yang menghasilkan ikatan paling kuat, mengapa demikian!
7.      Energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron dari sebuah atom hidrogen adalah 13,6 eV, akan tetapi dibutuhkan juga energi untuk melepaskan elektron dari sebuah molekul hidrogen sebesar 15,7 eV. Mengapa energi akhir lebih besar?
8.      Ikatan kimia adalah gaya – gaya yang mengikat atom – atom dalam suatu zat. Jelaskan prinsip dasar terjadinya ikatan kimia !
9.      Dalam Grafik energi potensial, mungkinkah terjadi ikatan antara atom bila r mendekati nol?
10.   Mungkinkah terjadi ikatan ion pada atom yang mempunyai nomor atom Z>100?

SOAL-SOAL PILIHAN
1.      Ikatan apakah yang terbentuk antara Mg dan Br ?
2.      Sebutkan atom apa saja yang dapat membentuk ikatan ionik. Tentukan elektron valensinya!
3.      NaCI merupakan senyawa ionik yang pada suhu kamar berbentuk kristal warna putih. Tuliskan konfigurasi elektron Na dan CI!
4.      Apa ciri senyawa berikatan ionik?
5.      Bagaimana ikatan ion terjadi pada CaCI2?
6.      Jelaskan bagaimana energi potensial berubah terhadap jarak antar atom dalam gambar 16.3!
7.      Gambarkanlah pertindihan lintasan pada ikatan kovalen CO2 dan H2O!
8.      Jelaskan bagaimana terjadinya ikatan kovalen pada senyawa HF, F2, C2H2 dan C2H4!
9.      Ikatan kovalen rangkap dua terdapat dalam molekul dengan nomor atom : 5, 6, 7, 8, 9. pilih salah satu dan berapa banyal elektron yang dipakai bersama!
10.   Apa ciri yang berikatan kovalen?
11.   Ikatan apakah yang terbentuk antara Mg dan Br ?
12.   Sebutkan atom apa saja yang dapat membentuk ikatan ionik. Tentukan elektron valensinya!
13.   NaCI merupakan senyawa ionik yang pada suhu kamar berbentuk kristal warna putih. Tuliskan konfigurasi elektron Na dan CI!
14.   Apa ciri senyawa berikatan ionik?
15.   Bagaimana ikatan ion terjadi pada CaCI2?
16.   Jelaskan bagaimana energi potensial berubah terhadap jarak antar atom dalam gambar 16.3!
17.   Gambarkanlah pertindihan lintasan pada ikatan kovalen CO2 dan H2O!
18.   Jelaskan bagaimana terjadinya ikatan kovalen pada senyawa HF, F2, C2H2 dan C2H4!
19.   Ikatan kovalen rangkap dua terdapat dalam molekul dengan nomor atom : 5, 6, 7, 8, 9. pilih salah satu dan berapa banyal elektron yang dipakai bersama!
20.   Apa ciri yang berikatan kovalen?


SOAL - SOAL FISIKA ATOM

1.      Apakah energi ionisasi itu?
2.      Energi ionisasi sebuah atom hidrogen 13,6 eV. Apakah energi sebesar 12,70 cukup untuk mengionkan gas hidrogen?
3.      Jelaskan apa yang dimaksud afinitas elektron?
4.      Energi ionisasi litium dan afinitas brom 3,5 eV. Berapa banyak energi netto yang diperlukan untuk membentuk sepasang ion Li+ dan Br dari atom yang sama?
5.      Mengapa atom CI kimiawi lebih aktif dari ion Ce-?
6.      Berapa besar energi yang diperlukan untuk mengionkan atom Li dari keadaan dasar?(Z= 3)
7.      Proton dalam molekul H2 berjarak 0,106 nm dan energi ikat H2 adalah 2,65 eV. Berapa besar muatan negatif harus diletakkan di antara kedua proton pada jarak tersebut untuk memperoleh energi ikat yang sama ?
8.      Jelaskan mengapa molekul hidrogen tidak mungkin membentuk ikatan ionik?
9.      Bagaimana terbentuknya ikatan ion antara 20Ca dengan 17CI secara reaksi?
10.   Jika 11 Na berubah menjadi Na+ akibat melepas satu elektron kemanakah elektron yang dilepaskan oleh Na?
11.   Apakah yang menjadi ukuran kemudahan untuk menerima elektron? Jelaskan!
12.   Apakah yang menjadi ukuran kemudahan suatu unsur melepaskan elektron? Jelaskan!
13     Gambarkan ikatan yang terjadi antara Al dan N?
14.   Berapakah jumlah pasangan elektron pada
(a)    Ikatan kovalen tunggal
(b)   Ikatan kovalen rangkap dua
(c)    Ikatan kovalen rangkap tiga
15.   Apakah yang dimaksud dengan ikatan kovalen koodinasi




Rabu, 24 Juni 2015

 A. Standar Satuan Panjang
1 meter standar adalah jarak antara dua goresan pada meter yang terbuat ari platina iridium pada suhu 0 derajat C (sekarang disimpan di kota Sevres dekat Paris).
Mulai tahun 1960, 1 meter didefinisikan sama dengan 1.650.763,73 kali panjang gelombang sinar jingga yang dipancarkan oleh atom gas Kripton-86 dalam ruang hampa.
Thun 1983, 1 meter setara dengan jarak yang ditempuh cahaya ruang hampa pada selang waktu 1/(299.792.458) sekon.
Pengukuran Panjang
Alat ukur panjang dapat berupa mistar, rolmeter, janngka sorong dan mikrometer skrup, seperti gambar dibawah ini :
 Mistar atau penggaris
 
     Jangka sorong

Mikrometer sekrup


Jangka Sorong
Untuk mengukur panjang dengan ketelitian sampai dengan 0,1 mm atan 0,01cm, digunakan jangka sorong. Jangka sorong digunakan untuk mengukur garis tengan bagian luar dan dalam suatu pipa serta kedalaman suatu lubang.
Jangka sorong terdiri atas rahang tetap berskala dan dapat digeser-geser. Rahang sorong dilengkapi dengan skala nonius. Sering dianggap skala terkecil jangka sorong adalah 0,1 mm. Hal ini tidaklah benar.
Bila pada rahang sorong terdapat 11 garis skala, berarti setiap 9 mm skala utama dibagi menjadi 10 skala nonius. Berarti skala terkecil nonius = 9mm : 10 = 0,9 mm. Pada jangka sorong model, ketelitiannya adalah 0,1 mm.


Secara umum pembacaan skala pada jangka adalah sebagai berikut:
P  =   x   +   nk
Keterangan:
p panjang benda yang  diukur, mulai dari garis 0 skala utama sampai dengan garis 0 skala nonius.
x  angka pada skala utama yang sudah pasti.
n  banyaknya skala nonius disebelah kiri garis skala nonius yang berimpit dengan garis skala milimeter
k adalah ketelitian jangka sorong    
Contoh soal :

Gambar di bawah ini menunjukan pengukuran lebar balok menggunakan jangka sorong. Lebar balok adalah….

Jawab :
Garis di sebelah atas merupakan skala utama dan garis di sebelah bawah merupakan skala nonius (skala tambahan). Jangka sorong menggunakan satuan centimeter (cm). Jarak antara tiap garis pada skala utama = 1 cm.
Hasil pengukuran menggunakan jangka sorong = skala utama + skala nonius.
Angka 0 dari skala nonius berada di antara 1,9 dan 2 karenanya skala utama = 1,9 cm
Garis pada skala nonius yang berhimpit dengan garis pada skala utama adalah garis ke-8 karenanya skala nonius = 8 x 0,01 cm = 0,08 cm.
(0,01 cm = 0,1 mm merupakan batas ketelitian dari jangka sorong).
Jadi hasil pengukuran menggunakan jangka sorong adalah 1,9 cm + 0,08 cm = 1,98 cm. 

Mikrometer sekrup
Mikrometer skrup memiliki ketelitian 0,01mm, bagian-bagian mikrometer skrup adalah, skala utama pada rahang memiliki skala terkecil 0,5mm. Jumlah skala pada selubung luar 50 buah. Jika selubung diputar saru putaran, maka rahang geser bergerak 0,5 mm. Namun jika selubung diputar 1 skala, rahang geser bergerak 1/50 x 5 mm atau 0,01 mm.
Pengukuran panjang benda dengan mikrometer sekrup dinyatakan dengan persamaan :
P  =   x   +   nk
Keterangan:
p panjang benda yang  diukur
x  angka pada skala utama yang sudah pasti.
n  banyaknya skala putar
k adalah ketelitian mikrometer skrup           
Contoh soal :
Sebuah benda ketebalannya diukur menggunakan mikrometer skrup seperti gambar di bawah. Hasil pengukuran ketebalan benda adalah ….
Jawab :

Garis di sebelah kiri merupakan skala utama dan garis di sebelah kanan merupakan skala tambahan. Mikrometer skrup menggunakan satuan milimeter (mm). Jarak antara tiap garis pada skala utama = 1 mm.
Hasil pengukuran menggunakan mikrometer skrup = skala utama + skala tambahan.
Skala utama = 2 mm
Garis pada skala tambahan yang berhimpit dengan garis tengah pada skala utama adalah garis ke-37 karenanya skala tambahan = 37 x 0,01 mm = 0,37 mm.
(0,01 mm merupakan batas ketelitian dari mikrometer skrup).
Jadi hasil pengukuran menggunakan mikrometer skrup adalah 2 mm + 0,37 mm = 2,37 mm.

B. Standar Satuan Massa.
Satuan standar massa adalah kilogram. Sejak tahun 1889, 1 kg standar massa  sebuah silinder platina iridium yang saat ini disimpan di Lembaga Berat dan Ukuran Internasional (International Bureau of  Weight and Measures  ) sevres Perancis.
Pengukuran Besaran Massa
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menyatakan massa benda sebagai berat benda.
Dalam fisika, pengertian antara berat dan massa harus dibedakan. Berat adalah besarnya gaya yang dialami benda akibat gaya tarik bumi pada benda tersebut. adapun massa benda adalah banyaknya materi yang terkandung pada benda tersebut. Massa suatu benda tidak dipengaruhi oleh letak benda. Massa benda diukur menggunakan neraca atau timbangan.
Terdapat beberapa jenis neraca, seperti neraca pasar, neraca lengan, neraca Ohauss tiga lengan, neraca Ohauss empat lengan dan neraca digital.
Pada neraca Ohauss tiga lengan, tiap lengan memiliki skala yang dilengkapi dengan beban geser sebagai berikut :
- lengan tengah memiliki skala 0 - 550 gram
- lengan belakang memiliki skala 0 - 100 gram
- lengan dengan memiliki skala 0 - 10 gram
Hasil pengukuran massa dengan neraca Ohauss tiga lengan adalah jumlah dari hasil pembacaan pada skala ketiga lengan.

C. Standar Satuan Waktu
Satuan waktu dalam SI adalah detik atau sekon. Sebelum tahun 1960, 1detik didefinisikan sebagai 1/60  X 1/60 X 1/24 hari rata-rata matahari atau 1/86.400 hari matahari rata-rata.
Pada tahun 1960, di pertemuan General Conference oh Weight and Measures, 1 detik didefinisikan sebagai waktu yang diperlukan oleh satu atom Cesium-133 untuk bergetar sebanyak 9.192.631.770 kali.
Pengukuran Waktu
Alat ukur waktu dapat berupa jam (arloji) dan stop watch, seperti tampak pada gambar berikut :




D. Satuan Standar Kuat Arus Listrik
Satuan kuat arus listrik dalam SI adalah ampere disingkat A. Berdasarkan Conference Generale des Poids et Measures (Konferensi Umum Timbangan dan Ukuran) ke 9 tahun 1948, ditetapkan bahwa 1 ampere adalah nilai kuat arus yang dialirkan dalam kuat arus yang dialirkan dalam dua kawat sejajar yang panjangnya tak terhingga dengan tebal diabaikan dan kedua kawat terpisah sejauh 1 meter dan menimbulkan gaya tarik sebesar 2 x 10 -7 N tiap meter panjang kawat.

E. Standar Satuan Suhu
Awalnya satuan standar suhu adalah derajat celcius. Mulai tahun 1954 telah ditetapkan standar satuan baru dalam satuan Kelvin (K).
Satu kelvin didefinisikan sebagai satuan temperatur/suhu yang nilainya 1/(273,15) kali temperatur tripel air pada tekanan 1 atmosfer 

F. Standar Satuan Intensitas Cahaya.
Awalnya satuan intensitas cahaya adalah lilin Inatuaternasional, tetapi tidak bertahan lama. Kemudian sejak tahun 1948 ditetapkan satuan standar intensitas cahaya yang baru yaitu candela disingkat cd.
Berdasarkan Konferensi Umum Timbangan dan Ukuran Tahun 1979 ditetapkan bahwa 1 candela didefinisikan sebagai intensitas cahaya suatu sumber yang memancarkan radiasi monokromatik pada frekuensi 54 x 10 13Hz dengan intensitas radiasi sebesar 1/683 watt per steradian dalam arah tersebut.

G. Standar Satuan Jumlah Zat
Satuan jumlah zat adalah mol. 1 mol adalah setara dengan jumlah atam Carbon-12 dalam 0,012 kg C-12. 1 mol zat terdiri dari NA partikel (NA= bilangan Avogadro). NA = 6,025 x 10 23 N




Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!