Selasa, 03 Februari 2015


Ordo-Ordo dari eksopterygota sebagai berikut : 
Isoptera (archyptera)
berasal dari kata iso (sama) dan ptera ( sayap) mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
- Serangga ini berukuran kecil, bertubuh lunak dan biasanya berwarna coklat pucat. 
- Antenna pendek dan berbentuk seperti benang atau seperti rangkaian manic.
- Sersi biasanya pendek.
- Serangga dewasa ada yang bersayap dan ada yang tidak bersayap. Jika bersayap, maka jumlahnya dua pasang, bentuk bentuk memanjang.
- Ukuran serta bentuk sayap sama.
- Pada saat istirahat sayap diletakkan Mendatar Di Atas Tubuh. 
- Alat Mulut Menggit-Mengunyah Kadang Mempunyai Mata Majemuk. 
- Tarsus beruas tiga sampai empat.
- Bermetamorfosis paurometabola dan hidup dan berkembang pada kayu yang lapuk.
- Memiliki dua pasang sayap tipis yang tipe dan ukurannya sama.
- Mengalami metamorfosis tidak sempurna.
- Tipe mulut menggigit.
- Cara hidupnya membentuk koloni dengan sistem pembagian tugas tertentu yang disebut polimorfisme. Pembagian tugas itu adalah raja, ratu dan prajurit atau tentara.
- Contoh: rayap (Helanithermis sp )

Ordo Orthoptera (bangsa belalang)
Sebagian anggotanya dikenal sebagai pemakan tumbuhan, namun ada beberapa di antaranya yang bertindak sebagai predator pada serangga lain.
Ciri-ciri :
- Anggota dari ordo ini umumnya memilki sayap dua pasang.
- Sayap depan lebih sempit daripada sayap belakang dengan vena-vena menebal/mengeras dan disebut tegmina.
- Sayap belakang membranus dan melebar dengan vena-vena yang teratur. Pada waktu istirahat sayap belakang melipat di bawah sayap depan.
- Alat-alat tambahan lain pada caput antara lain : dua buah (sepasang) mata facet, sepasang antene, serta tiga buah mata sederhana (occeli).
- Dua pasang sayap serta tiga pasang kaki terdapat pada thorax.
- Pada segmen (ruas) pertama abdomen terdapat suatu membran alat pendengar yang disebut tympanum.
- Spiralukum yang merupakan alat pernafasan luar terdapat pada tiap-tiap segmen abdomen maupun thorax.
- Anus dan alat genetalia luar dijumpai pada ujung abdomen (segmen terakhir abdomen).
- Ada mulutnya bertipe penggigit dan penguyah yang memiliki bagian-bagian labrum, sepasang mandibula, sepasang maxilla dengan masing-masing terdapat palpus maxillarisnya, dan labium dengan palpus labialisnya.
- Metamorfose sederhana (paurometabola) dengan perkembangan melalui tiga stadia yaitu telur —> nimfa —> dewasa (imago). Bentuk nimfa dan dewasa terutama dibedakan pada bentuk dan ukuran sayap serta ukuran tubuhnya.
Beberapa jenis serangga anggota ordo Orthoptera ini adalah :
   – Kecoa (Periplaneta sp.)
   – Belalang sembah/mantis (Otomantis sp.)
   – Belalang kayu (Valanga nigricornis Drum.)

 Ordo Hemiptera (bangsa kepik) / kepinding
Ordo ini memiliki anggota yang sangat besar serta sebagian besar anggotanya bertindak sebagai pemakan tumbuhan (baik nimfa maupun imago). Namun beberapa di antaranya ada yang bersifat predator yang mingisap cairan tubuh serangga lain.
Cri-ciri :
- Umumnya memiliki sayap dua pasang (beberapa spesies ada yang tidak bersayap).
- Sayap depan menebal pada bagian pangkal (basal) dan pada bagian ujung membranus.
- Bentuk sayap tersebut disebut Hemelytra.
- Sayap belakang membranus dan sedikit lebih pendek daripada sayap depan.
- Pada bagian kepala dijumpai adanya sepasang antene, mata facet dan occeli.
- Tipe alat mulut pencucuk pengisap yang terdiri atas moncong (rostum) dan dilengkapi dengan alat pencucuk dan pengisap berupa stylet.
- Pada ordo Hemiptera, rostum tersebut muncul pada bagian anterior kepala (bagian ujung). Rostum tersebut beruas-ruas memanjang yang membungkus stylet. Pada alat mulut ini terbentuk dua saluran, yakni saluran makanan dan saluran ludah.
- Metamorfose bertipe sederhana (paurometabola) yang dalam perkembangannya melalui stadia : telur —> nimfa —> dewasa. Bnetuk nimfa memiliki sayap yang belum sempurna dan ukuran tubuh lebih kecil dari dewasanya.
Beberapa contoh serangga anggota ordo Hemiptera ini adalah :
– Walang sangit (Leptorixa oratorius Thumb.)
– Kepik hijau (Nezara viridula L)
– Bapak pucung (Dysdercus cingulatus F)

Ordo Homoptera (wereng, kutu dan sebagainya)
Anggota ordo Homoptera memiliki morfologi yang mirip dengan ordo Hemiptera. Perbedaan pokok antara keduanya antara lain terletak pada morfologi sayap depan dan tempat pemunculan rostumnya.
Sayap depan anggota ordo Homoptera memiliki tekstur yang homogen, bisa keras semua atau membranus semua, sedang sayap belakang bersifat membranus.
Alat mulut juga bertipe pencucuk pengisap dan rostumnya muncul dari bagian posterior kepala. Alat-alat tambahan baik pada kepala maupun thorax umumnya sama dengan anggota Hemiptera.
Tipe metamorfose sederhana (paurometabola) yang perkembangannya melalui stadia : telur —> nimfa —> dewasa. Baik nimfa maupun dewasa umumnya dapat bertindak sebagai hama tanaman.
Serangga anggota ordo Homoptera ini meliputi kelompok wereng dan kutu-kutuan, seperti :
– Wereng coklat (Nilaparvata lugens Stal.)
– Kutu putih daun kelapa (Aleurodicus destructor Mask.)
– Kutu loncat lamtoro (Heteropsylla sp.).
- kutu manusia
- kutu daun

Ordo Odonata (bangsa capung/kinjeng)
Memiliki anggota yang cukup besar dan mudah dikenal. Sayap dua pasang dan bersifat membranus. Pada capung besar dijumpai vena-vena yang jelas dan pada kepala dijumpai adanya mata facet yang besar.
Metamorfose tidak sempurna (Hemimetabola), pada stadium larva dijumpai adanya alat tambahan berupa insang dan hidup di dalam air.
Anggota-anggotanya dikenal sebagai predator pada beberapa jenis serangga keecil yang termasuk hama, seperti beberapa jenis trips, wereng, kutu loncat serta ngengat penggerek batang padi.
Sumber : https://rioardi.wordpress.com/2009/01/21/ordo-ordo-serangga/


ORDO-ORDO ENDOPTERYGOTA

Materi Pelajaran Kingdom animalia lainnya :
  1. ANNELIDA
  2. ARACHNIDA
  3. ARTHROPODA
  4. CHORDATA
  5. CRUSTACEA
  6. ECHINODERMATA (HEWAN BERKULIT DURI)
  7. INSEKTA
  8. KINGDOM PARAZOA (FILUM PORIFERA)
  9. KINGDOM RADIATA
  10. MOLLUSCA (HEWAN LUNAK)
  11. MYRIAPODA
  12. NEMATHELMINTHES
  13. ORDO-ORDO DARI EKSOPTERYGOTA
  14. ORDO-ORDO DARI ENDOPTERYGOTA
  15. PERKEMBANGAN HEWAN
  16. PLATYHELMINTHES
  17. REPTIL, AVES, DAN MAMALIA
  18. soal animalia

Sumber :


R. Gunawan Susilowarno dkk, BIOLOGI untuk Kelas X, Penerbit Grasindo 2007
Istamar Syamsuri dkk, Biologi  Untuk SMA kelas X Semester 2, Penerbit Erlangga, 2007
Insekta sering disebut heksapoda karena mempunyai kaki berjumlah 6 buah (3pasang) dan merupakan kelompok hewan yang jumlah anggota spesiesnya paling banyak, yaitu kurang lebih 675.000 speises.
Ciri-ciri insekta sebagai berikut :
- tubuhnya terdiri atas kepala, dada dan perut. Bagian dada terdiri atas 3 segmen, bagian perut terdapat 11 segmen, dimana segmen terakhir berubah fungsi menjadi alat genital;
- pada kepala terdapat antena, mulut, mate faset dan mata oselus;
- kaki terdiri 3 pasang pada bagian dada;
- sayap biasanya dua pasang yang terdapat pada dada dan mesothoraks bagian metathoraks;
- alat pencernaan lengkap dan mempunyai kelenjar ludah;
- alat pernapasan dengan sistem trakea, di mana pada setiap segmen tubuhnya terdapat lubang trakea yang disebut spirakel;
- alat ekskresi berupa pembuluh malphigi;
- peredaran darah terbuka, sudah memiliki jantung pembuluh dan anterior aorta;
-  sistem saraf tangga tali; pada kepala terdapat otak dan pada setiap ruas tubuh terdapat ganglion;
- alat reproduksi terpisah antara jantan dan betina. Selama pertumbuhan dari telur sampai dewasa mengalami metamorfosis.

Metamorfosis adalah proses perubahan bentuk secara bertahap menuju ke arah dewasa. Berdasarkan metamorfosisnya dapat dibedakan menjadi ametabola, hemimetabola dan holometabola.
a. Ametabola (tidak mengalami metamorfosis), yaitu telur menetas dan langsung dalam bentuk stadium dewasa (imago). Contoh (kutu buku).
Lepisma sacharina

b. Hemimetabola (metamorfosis tidak sempurna), artinya telur menetas menjadi nimfa (miniatur dewasa), dan dewasa (imago). Contoh pada jangkrik, rayap dan belalang.

                                         telur                        nimfa                            dewasa

c. Holometabola (metamorfosis sempurna), artinya telur menetas menjadi larva kemudian berkembang menjadi pupa dan pada akhirnya menjadi dewasa (imago). Contoh pada kupu-kupu, nyamuk, lebah dan lalat.

Keanekaragaman insekta ternyata tidak hanya dilihat ri macam-macam metamorfosisnya saja tetapi ternyata mempunyai tipe mulut yang bermacam-macam, antara lain ebagai berikut :
- tipe mulut penggigit, terdapat pada mulut belalang dan semut;
- tipe mulut penjilat, terdapat pada lalat;
- tipe mulut penghisap, terdapat pada kupu-kupu
- tipe menggigit dan menjilat, terdapat pada lebah;
- tipe menggigit menusuk, terdapat pada nyamuk.

Berdasarkan pada tipe sayap, metamorfosis dan tipe mulutnya insekta dikelompokkan menjadi dua subkelas, yaitu Apterygota (tidak bersayap) dan Pterygota (bersayap).
Aptrygota.
- Kelompok insekta tidak bersayap,
- tidak mengalami metamorfosis (ametabola), dan
- tipe mulutnya menggigit serta
- batas antara kepala, dada dan perut tidak jelas
- antenanya beruas-ruas,
- Kelompok ini biasanya dimasukkan dalam ordo Thysanura.
- Contohnya Lepisma sacharina (kutu buku), kutu buku merusak buku karena dapat mengeluarkan enzim selulose

Pterygota
- kelompok serangga bersayap;
- mengalami metamorfosis;
- tipe mulut bervariasi;
- berdasarkan tipe tumbuhnya sayap dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu:
* eksopterygota (sayapnya berasal dari tonjolan luar pada dinding tubuh biasanya metamorfosis tidak sempurna) dan
**endopterygota (sayap berasal dari tonjolan ke arah dalam dinding tubuh dan metamorfosisnya sempurna).


Materi pelajaran Kingdom Animalia lainnya :
  1. ANNELIDA
  2. ARACHNIDA
  3. ARTHROPODA
  4. CHORDATA
  5. CRUSTACEA
  6. ECHINODERMATA (HEWAN BERKULIT DURI)
  7. INSEKTA
  8. KINGDOM PARAZOA (FILUM PORIFERA)
  9. KINGDOM RADIATA
  10. MOLLUSCA (HEWAN LUNAK)
  11. MYRIAPODA
  12. NEMATHELMINTHES
  13. ORDO-ORDO DARI EKSOPTERYGOTA
  14. ORDO-ORDO DARI ENDOPTERYGOTA
  15. PERKEMBANGAN HEWAN
  16. PLATYHELMINTHES
  17. REPTIL, AVES, DAN MAMALIA
  18. soal animalia

Sumber :


R. Gunawan Susilowarno dkk, BIOLOGI untuk Kelas X, Penerbit Grasindo 2007
Istamar Syamsuri dkk, Biologi  Untuk SMA kelas X Semester 2, Penerbit Erlangga, 2007
Myriapoda mempunyai banyak kaki, sehingga disebut hewan kaki seribu. Ciri-ciri hewan ini adalah sebagai berikut :
- tubuhnya terdiri atas bagian kepala dan ruas-ruas yang tidak dapat dibedakan menjadi bagian thoraks dan abdomen, ruas tubuhnya 10 - 200 segmen;
- setiap segmen tubuhnya mempunyai kaki yang beruas-ruas, kecuali segmen terakhir kakinya berubah menjadi kaki cakar beracun yang membunuh mangsanya yang disebut pedes maksiliaris;
- alat inderanya berupa sepasang mata tunggal dan sepasang antena;
- alat pernapasan berupa trakhea;
- alat ekskresinya berupa pembuluh malphigi;
- merupakan hewan karnivora buas, makanannya berupa karnivora kecil;
- habitatnya di darat.
Gambar Strutur Tubuh Myriapoda
Hewan ini berdasarkan jumlah kaki pada setiap segmen tubuh dan bentuk tubuhnya dibedakan menjadi dua ordo, yaitu Chilopoda dan Diplopoda.

Chillopoda
Mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
- bentuk tubuh pipih memanjang (dorsoventral);
- segmen tubuhnya terdiri 15 - 173 segmen;
- mempunyai 1 pasang kaki pada setiap segmen tubuh, kecuali satu segmen di belakang kepala dan 2 segmen terakhir;
- pada segmen terakhir terdapat cakar beracun yang berfungsi untuk membunuh mangsanya disebut maksileped;
- pada bagian kepala terdapat sepasang antena yang panjang yang terdiri atas 12 segmen;
- alat pencernaan berkembang baik; dengan makanannya berupa serangga, cacing, moluska dan binatang kecil lainnya;
- habitatnya biasanya di bawah bebatuan atau di bawah timbunan sampah;
- reproduksi secara seksual dengan fertilisasi secara internal, selanjutnya telur yang dibuahi akan diletakkan di bawah batuan sehingga suatu saat menetas dengan sendirinya;
- Contohnya adalah kelabang atau lipas (Scolopendra gipas) dan kelabang beracun (Lithobius forficatus). dan Geophilus longicornis

Diplopoda
Mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
- tubuhnya berbentuk silindris yang terdiri atas kepala dan badan;
- segmentasi tubuhnya terdiri atas 25 - 100segmen;
- mempunyai dua pasang kaki dan kelenjar bau yang terbuka ke arah ventral pada setiap segmen tubuhnya;
- pada segmen belakang kepala terdapat cakar beracun untuk membunuh mangsanya yang disebut pedes milliaris;
- pada segmen ke-7 mengalami modifikasi menjadi alat kawin;
- pada kepala terdapat sepasang antena yang dilengkapi dengan rambut-rambut pencium dan pada setiap segmen antenanya terdapat kelenjar bau;
- alat pencernaanya berkembang baik, makanannya berupa dedaunan, dan sampah organik yang telah membusuk;
- habitat biasanya di tempat gelap dan lembab;
- reproduksi secara kawin dengan fertilisasi secara internal, selanjutnya telur yang dibuahi akan diletakkan di tempat lembab dan gelap hingga suatu saat menetas dengan sendirinya.
- Contoh hewan ini adalah Keluwing atau kaki seribu (Millipedes sp)


Materi pelajaran Kingdom Animalia lainnya :
  1. ANNELIDA
  2. ARACHNIDA
  3. ARTHROPODA
  4. CHORDATA
  5. CRUSTACEA
  6. ECHINODERMATA (HEWAN BERKULIT DURI)
  7. INSEKTA
  8. KINGDOM PARAZOA (FILUM PORIFERA)
  9. KINGDOM RADIATA
  10. MOLLUSCA (HEWAN LUNAK)
  11. MYRIAPODA
  12. NEMATHELMINTHES
  13. ORDO-ORDO DARI EKSOPTERYGOTA
  14. ORDO-ORDO DARI ENDOPTERYGOTA
  15. PERKEMBANGAN HEWAN
  16. PLATYHELMINTHES
  17. REPTIL, AVES, DAN MAMALIA
  18. soal animalia


Sumber :


R. Gunawan Susilowarno dkk, BIOLOGI untuk Kelas X, Penerbit Grasindo 2007
Istamar Syamsuri dkk, Biologi  Untuk SMA kelas X Semester 2, Penerbit Erlangga, 2007

Senin, 02 Februari 2015

Disebut Arachnida karena berasal dari kata arachne yang berarti laba-laba. Ciri-ciri arachnida adalah sebagai berikut :
- tubuhnya terdiri atas sefalothoraks dan perut;
- mempunyai dua pasang alat mulut, yaitu kelisera dan pedipalpus. Kelisera berupa kaki catut untuk melumpuhkan mangsanya, sedangkan pedipalpus berupa kaki cakar yang berfungsi untuk menangkap dan memegang mangsa, khususnya pada laba-laba jantan pedipalpus juga berfungsi untuk menyalurkan sperma ke alat reproduksi betina;
- memiliki empat pasang kaki pada sefalothoraks;
- peredaran darah terbuka;
- alat pernapasan berupa paru-paru buku;
- alat ekskresi berupa pembuluh malphigi;
- sistem syaraf berupa ganglion otak dan simpul syaraf;
-  tidak mempunyai antena dan memiliki delapan mata;
- habitat di darat dan ada beberapa yang parasit.

Kelas arachnida dibedakan berdasarkan segmentasi pada bagian abdomennya menjadi tiga ordo, yaitu Scorpionida, Arachnida, dan acarina.
1. Scorpionida (kala)
Mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
- perut panjang dan bersegmen;
- pada segmen terakhir berubah fungsi sebagai alat sengat;
- memiliki kelisera yang kecil dan pedipalpus  yang besar;

- Contoh : kalajengking (Thelyphonus sp) dan ketoggeng (Bhutus affer)


2. Arachnida (laba-laba)
Mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
- abdomen tidak bersegmen;
- pada bagian belakang abdomennya terdapat alat yang berfungsi untuk mensekresi benang-benang yang berfungsi untuk membangun jaring-jaring sebagai perangkap mangsa  dan sebagai sarang yang kokon (pembungkus telur), bagian ini disebut spinneret;
- contohnya adalah :
   laba-laba pemburu (Heterodera vanator) 
   laba-laba duri (Gastera sp)
   Nhepila maculata






3. Acarina (caplak)
Mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
- abdomennya bersatu dengan sefalothoraks;
- berukuran kecil;
- tidak bersegmen;
- Hidup secara parasit;
- bernapas dengan menggunakan seluruh permukaan tubuhnya
- Contohnya :
   caplak penyakit kudis (Sarcoptes scebei)
   caplak penghisap darah (Dermacator andresoni)
   capak hama teh, tomat, tembakau dan kentang (Tarsomenus sp)
   Tetranychus sp.



Materi pelajaran Kingdom Animalia lainnya :
  1. ANNELIDA
  2. ARACHNIDA
  3. ARTHROPODA
  4. CHORDATA
  5. CRUSTACEA
  6. ECHINODERMATA (HEWAN BERKULIT DURI)
  7. INSEKTA
  8. KINGDOM PARAZOA (FILUM PORIFERA)
  9. KINGDOM RADIATA
  10. MOLLUSCA (HEWAN LUNAK)
  11. MYRIAPODA
  12. NEMATHELMINTHES
  13. ORDO-ORDO DARI EKSOPTERYGOTA
  14. ORDO-ORDO DARI ENDOPTERYGOTA
  15. PERKEMBANGAN HEWAN
  16. PLATYHELMINTHES
  17. REPTIL, AVES, DAN MAMALIA
  18. soal animalia


sumber :


R. Gunawan Susilowarno dkk, BIOLOGI untuk Kelas X, Penerbit Grasindo 2007
Istamar Syamsuri dkk, Biologi  Untuk SMA kelas X Semester 2, Penerbit Erlangga, 2007
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!