Kamis, 05 Februari 2015

Hewan ini disebut chordata karena di dalam tubuhnya terdapat notokorda, yaitu sebuah tongkat gelatinosa yang dapat menjadi kaku yang dalamnya terkandung tabung korda saraf, sehingga berfungsi sebagai sumbu tubuh.
Untuk memahami filum Chordata perhatika ciri-ciri sebagai berikut :
- mempunyai selom yang sudah berkembang dengan baik;
- metameri (pembagian) organ tubuhnya jelas;
- tubuhnya mempunyai simetri bilateral;
- mempunyai sistem organ yang kompleks;
- pusat sarafnya berupa pembuluh, terdapat disebelah punggung (dorsal notokord)
- alat pernapasannya berupa insang, di mana celah insangnya berhubungan dengan farink.
Chordata dibedakan menjadi 4 subfilum, yaitu Hemichordata, Urochordata, Cefalochordata dan Vertebrata.

A. Hemichordata

Hemichordata merupakan chordata yang mempunyai tingkatan paling rendah atau paling sederhana. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut :
- bentuk tubuhnya seperti cacing di bagian ujung depan terdapat belalai (proboscis) yang berfungsi untuk melubangi tanah;
- notokord hanya diketemukan pada bagian depan (anterior);
- tubuhnya terbagi menjadi belalai, leher dan badan;
- habitatnya di laut sehingga bernapas dengan insang;
- Contohnya adalah cacing Acorn

B. Urochordata

Mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
- hidup berkoloni dan habitatnya di laut;
- pada massa larva berenang bebas, setelah dewasa melekat di suatu tempat, dan mempunyai pelindung tubuh yang dihasilkan dari sekret sel-sel ektodermnya;
- notokordnya hanya diketemukan di daerah ekor saja.

C. Cefalochordata
Mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
idupnya bebas sebagai nekton dan habotatnya di laut;
- tubuhnya transparan dan tembus cahaya;
- belum mempunyai kepala sejati, dan disebelah kanan dan kiri faring terdapat celah insang dan pada sebelah ujung kepalanya terdapat alat peraba yang disebut sirus;
- notokorda diketemukan pada sepanjang tubuh dan tampak jelas tidak berubah sampau dewasa;
- Contohnya adalah ikan lancet (Ampiiloxus sp)

D. Vertebrata
Kelompok hewan ini, disebut Vertebrata karena notokorda yang kaku pada saat embrio dapat tumbuh menjadi tulang belakang (vertbrae) pada saat dewasa. Sedangkan, disebut Craniata karena mempunyai tulang tengkorak (cranium = tengkorak). Vertebrata selain mempunyai ciri seperti pada chordata, ciri-ciri lainnya sebagai berikut :
- tubuhnya simetri bilateral;
- memilikiruas-ruas tulang belakang yang merupakan hasil perkembangan dari notokord. Tulang belakang berfungsi sebagai sumbu tubuh;
- mempunyai tulang cranium (tulang tengkorak) yang berfungsi untuk melindungi otak;
- memiliki rahang dua pasang (kecuali agnata);
- lapisan luar penutup kulit tubuhnya bervariasi ada yang tersusun atas sisik, buku maupun rambut;
- mempunyai sepasang mata dan telinga;
- sistem pencernaan sempurna, karena saluran pencernaan sempurna sudah lengkap sejak dari mulut sampai anus dan dilengkapi pula dengan kelenjar-kelenjar pencernaan;
- sistem pernapasan hewan yang hidup di darat dengan paru-paru, hewan yang hidup di air dengan insang, dan hewan yang hidup di darat dan di air bernapas dengan paru-paru dan kulit;
- alat ekskresi dengan sepasang ginjal;
- sistem peredaran darah ada yang terbuka dan ada yang tertutup yang dilengkapi dengan jantung dan pembuluh darah, yaitu vena dan arteri;
- alat kelamin terpisah, tetapi ada yang hermaprodit, fertilisasi internal atau eksternal, zigot hasil fertilisasi dapat tumbuh secara dapat tumbuh secara ovipar, ovovivipar maupun vivipar;,
- sistem saraf berkembang baik terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang serta serabut saraf;
- mempunyai tulang atau rangka dalam (endoskeleton);
- memiliki 2 pasang anggota tubuh.

Klasifikasi Vertebrata
Vertebrata diklasifikasikan  berdasarkan ada tidaknya rahang, jumlah ruang jantung dan kondisi suhu tubuhnya menjadi enam kelas, yaitu Agnata, Pisces, Amphibi, Reptil, Aves dan Mammalia.

1. Kelas Agnata (Cylostomata)
Kelompok ini disebut Agnata karena tidak mempunyai rahang, kebanyakan anggota berupa kelompok ikan. Ciri-cirinya antara lain sebagai berikut :
- tubuh seperti ikan dan tidak bersisik serta tidak mempunyai pasangan sirip;
- mulutnya terletak di sebelah ujung dan cara memperoleh makannya dengan melubangi mangsa dan selanjutnya menggisap cairan tubuhnya;
- jantung terdiri atas dua ruang, yaitu satu bilik dan satu serambi;
- memiliki lubang hidung tunggal, dua mata, telinga dalam dan organ perasa;
- memiliki tujuh atau lebih celah insang;
- notokord menetap seumur hidup;
- alat kelamin terpisah atau hermaprodit;
- kebanyakan hidup sebagai parasit.
- Contohnya : Belut laut/ lamprey (Petromyzon sp) dan ikan hantu/hagfish (Myxine sp)

2. Kelas Pisces
Kelompok ini dikenal dengan kelompok ikan. Kelompok ikan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
- pada umumnya hidup di air, baik air tawar dan air laut;
- bernapas dengan insang (ada beberapa yang bernapas dengan kulit paru-paru);
- mempunyai otak yang terbungkus kranium;
- mempunyai sepasang mata;
- mempunyai 2 rahang, kecuali aghnata;
- mempunyai jantung beruas dua;
- ginjal bertipe pronepros dan mesonepros;
- reproduksi dengan bertelur fertilisasi eksternal dan ada beberapa yang fertilisasinya internal;
- suhu tubuh berubah-ubah sesuai dengan lingkungan (Poikiloterm). Klasifikasi pada kelompok ikan dibedakan berdasarkan jenis tulangnya. Klasifikasinya sebagai berikut :
a. kelas chondroichtyes, yaitu ikan bertulang rawan, mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
- endoskeleton (rangka dalam ) tersusun atas tulang rawan.
- mulutnya terletak di belakang ujung depan tubuh agak ventral
- tidak mempunyai operkulum (penutup insang), celah insang terdapat disebelah kiri dan kanan farink
- jantung terdiri atas dua ruang, yaitu satu bilik dan satu serambi;
- umumnya tidak bersisik dan jika bersisik tipenya plakoid atau ganoid
- reproduksi secara ovipar dan ovovivipar, dengan fertilisasi ada yang internal dan ada yang eksternal.

  Contoh : ikan hiu, ikan pari, ikan cucut

b kelas ostheichtyes, yaitu ikan bertulang keras mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
- endeskeleton (rangka dalam) tersusun atas tulang keras (sejati)
- mulut terletak pada ujung anterior kepala,
- mempunyai operkulum (tutup insang), yang berfungsi sebagai penutup celah insang, kecuali pada Dipnoi yang hidup pada lumpur dan air yang bernapas dengan paru-paru dan insang,
- umumnya bersisik sebagai eksoskeleton dengan tipe sikloid dan stenoid,
- tubuhnya terdiri atas kepala, badan dan ekor. Pada kepala terdapat cekung hidung  (forea nasalis) yang di dalamnya terdapat indera pembau,
- alat geraknya berupa sirip yang berpasangan. Sirip punggung sebagai alat keseimbangan, dan sirip ekor sebagai alat kemudi sedangkan untuk sirip dada untuk berenang.
- jantung terdiri atas dua ruang, yaitu satu serambi satu bilik.
- reproduksi secara ovipar dengan fertilisasi secara eksternal.
 Contoh : ikan gurami, ikan lele


3. Kelas Amphibi
Kelompok hewan yang termasuk Amphibi adalah hewan yang dapat hidup di darat dan di air (amphi = dua, bios -= hidup ). Hal ini dimungkinkan karena bernapas denga insang saat masih berudu dan dengan paru-paru serta kulit dan dinding rogga mulut pada saat dewasa. Kulit itu selalu basah karena mengandung lendir. Ciri-ciri lain sebagai berikut :
a.   kebanyakan tidak bersisik, kecuali Caecilia sp.
b.   memiliki dua pasang anggota gerak untuk jalan atau renang, jari kaki 4 - 5 atau kurang, tidak berkuku atau bercakar, ada yang berkaki;
c.   jantung beruang tiga, dua atrium satu ventrikel, sel darah merah bentuknya oval dan memiliki inti sel;
d.   berdarahkan dingin atau suhu tubuh berubah-ubah sesuai perubahan suhu di sekitarnya (poikiloterm)
e.   fertilisasi umumnya eksternal, tetapi ada yang internal; kebanyakan ovipar, telur dibungkus lapisan lendir, diletakkan di air, larva hidup di air, bernapas dengan insang luar dalam; bentuk dewasa bernapas degan paru-paru atau kulit, dan hidup di air atau tempat yang lembab di darat.
Klasifikasi amphibi didasarkan pada bentuk tubuh, keberadaan kaki, dan ekor. amphibi di bagi menjadi ordo-ordo sebagai berikut :
1. Apoda (Gymnophiona), yaitu Amphibi tak berkaki.
    Contohnya : Salamander cacing (bentuknya mirip belut)
2. Urodella (Caudata), yaitu Amphibi berekor dan berkaki.
    Contohnya : Hymnobius, Ranodon, dan Salamandra (kelompok salamander)
3. Anura (Amphibi yang tidak berekor)
    Famili :  Bufonidae, misalnya Bangkong (Bufo melanosticus)
    Famili  :  Ranidae, misalnya katak sawah (Rana limnocharis )

4. Kelas Reptil
5. Kelas Aves
6. Kelas Mamalia

Materi Kingdom Animalia lainnya :
  1. ANNELIDA
  2. ARACHNIDA
  3. ARTHROPODA
  4. CHORDATA
  5. CRUSTACEA
  6. ECHINODERMATA (HEWAN BERKULIT DURI)
  7. INSEKTA
  8. KINGDOM PARAZOA (FILUM PORIFERA)
  9. KINGDOM RADIATA
  10. MOLLUSCA (HEWAN LUNAK)
  11. MYRIAPODA
  12. NEMATHELMINTHES
  13. ORDO-ORDO DARI EKSOPTERYGOTA
  14. ORDO-ORDO DARI ENDOPTERYGOTA
  15. PERKEMBANGAN HEWAN
  16. PLATYHELMINTHES
  17. REPTIL, AVES, DAN MAMALIA
  18. soal animalia

Sumber :


R. Gunawan Susilowarno dkk, BIOLOGI untuk Kelas X, Penerbit Grasindo 2007
Istamar Syamsuri dkk, Biologi  Untuk SMA kelas X Semester 2, Penerbit Erlangga, 2007

0 komentar:

Poskan Komentar

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!