Rabu, 24 Desember 2014

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN

Pertumbuhan dan perkembanga pada tumbuhan merupakan hasil interaksi antara faktor dalam dan faktor luar. Faktor dalam meliputi sifat genetik yang ada di dalam gen dan hormon yang merangsang pertumbuhan. Faktor luar meliputi faktor-faktor lingkungan.

Gen
Gen penentu pertumbuhan dan perkembangan terdapat di dalam sel. Sel merupakan kesatuan hereditas krena di dalamnya tedapat gen yang bertanggung jawab dalam pewarisan sifat keturunan atau  hereditas. Gen juga berperan sebagai pembawa kode untuk pembentukan protein, enzim dan hormon. Enzim dan hormon ini mempengaruhi berbagai reaksi metabolisme untuk mengatur dan mengendalikan pertumbuhan.
Setiap sel hidup yang terdapat di dalam organisme akan memperoleh kelengkapan genetik yang diturunkan dari induknya dan merupakan sumber informasi untuk melakukan pertumbuhan dan perkembangan. Informasi genetik yang tepat perlu diterima oleh setiap sel pada saat pembelahan sel terjadi, sehingga setiap organ pada tumbuhan dapat berkembang pada jalur yang tepat. Dengan demikian, pola pertumbuhan dikendalikan oleh gen.

Hormon.
Hormon tumbuhan sering disebut fithohormon. Tidak seperti pada hewan, pada tumbuhan tidak tedapat kelenjar hormon serta sistem peredarannya. Hormon pada tumbuhan adalah senyawa organik yang dibuat pada suatu bagian tumbuhan dan kemudian diangkut ke bagian lain, yang dengan konsentrasi rendah dan meyebabkan suatu dampak fisiologis. Peran hormon adalah merangsang pertumbuhan, pembelahan sel, pemanjangan sel, dan ada yang menghambat pertumbuhan.
Senyawa seperti hormon buatan atau dibuat oleh organisme selain tumbuhan tidak dapat digolongkan sebagai hormon tumbuhan. Senyawa tersebut dinamakan zat pengatur tumbuh. Dengan demikian, hormon pastilah zat pengatur tumbuh, tetapi zat pengatur tumbuh, belum tentu hormon.
Saat ini telah dikenal hormon auksin, giberelin, sitokinin, asam absisat, etilen, asam traumatin dan kalin.

Auksin.
Berkat penelitian Frist Went, sekarang diketahui adanya zat yang dihasilakn oleh ujung tumbuhan yang berpengaruh besar terhadap pertumbuhan. Zat itu disebut auksin. Pada awalnya auksin ditemukan oleh Went pada ujung koleoptil kecambah sejenis gandum  (Avena sativa). Ternyata, auksin juga ditemukan di ujung batang dan akar serta ditempat pembentukan bunga, buah dan daun. Funsi auksin adalah sebagai pengatur pembesaran sel dan pemacu pemanjangan sel di daerah belakang meristem ujung. Pengaruh auksin yang lain adalah merangsang pembelahan sel kambium, meningkatkan pembelahan bunga dan buah, meranngsang perkembangan akar lateral dan menyebabkan bengkoknya batang.

Penyebab auksin pada batang tidak merata shingga menyebabkan pemanjangan sel tidak merata. Sel yang mengandung lebih banyak auksin berukuran lebih panjang daripada yang mengandung sedikit auksin. Akibatnya batang membengkok. Pembengkokan batang yang diakibatkan oleh arah datangnya cahaya ternyata juga berhubungan dengan penyebaran auksin. Batang yang terkena cahaya memiliki auksin yang lebih sedikit, karena auksin mengalami kerusakan jika terkena cahaya. Bagian batang yang tidak terkena cahaya mempunyai lebih banyak auksin. Batang yang terkena cahaya memiliki auksin yang lebih sedikit, kaena auksin mengalami kerusakan jika terkena cahaya. Bagian batang yang tidak terkena cahaya mempunyai lebih banyak cahaya mempunyai lebih banyak auksin sehingga tumbuh lebih panjang daripada bagian yang terkena cahaya. Akibatnya, batang membengkok menuju arah datangnya cahaya,
Peranan hormon auksin :
1). membentuk  tunas adventif pada tanaman yang dibiakkan dengan stek.
2). membentuk buah partenokarpi  pembentukan buah tanpa terjadinya pembuahan, dapat dihasilkan secara buatan dan dengan cara memberi auksin pada putiknya, buah yang dihasilkn adalah buah tanpa biji.
3). menghambat pertumbuhan tunas samping (lateral). Jika suatu tunas ujung tanaman misalnya ketela, kita pangkas, maka tunas-tunas yang ada diketiak daun akan berkembang. Pada awalnya pertumbuhan tunas-tunas ketiak atau tunas lateral itu terhalang oleh tunas yang ada di ujung. Keadaan ini dikenal dengan dominasi apikal atau dominansi pucuk.


4). mempercepat terjadinya diferensiasi di daerah meristem dan daerah pengguguran (absisi) sehingga mencegah rontoknya daun, bunga dan buah.

Giberelin.
Giberelin pertama kali ditemukan oleh E.Kurosawa. pada saat ia mempelajari penyakit pada padi. Kurosawa menemukan bahwa penyakit yang terjadi pada padi yang terserang jamur Giberella fujikuroi mengalami pertumbuhan yang sangat cepeat, batngnya tinggi dan berwarna pucat. Jamur tersebut dalam tahap tidak sempurna atau tahap aseksual yang dikenal sebagai Fusarium moniliformae. Setelah diisolasi senyawa yang dihasilkan jamur tersebut dinamakan giberelin. Strutur kimia giberelin lebih rumut dibandingkan dengan auksin. Sampai pada tahun 1990 ditemukan 84 jenis giberelin  dari berbagai jenis jamur dan tumbuhan. Sebanyak 73 jenis diantaranya berasal dari tumbuhan tinggi. Giberelin tersebut antara lain giberelin 1 (GA1), GA3, GA4 dan GA7. dari berbagai jenis giberelin tersebut GA3 yang diisolasi dari jamur Giberella fujikuroi paling banyak dikenal dan terkenal dengan nama asam giberelik.
Giberelin ditemukan pada semua bagian tumbuhan, misalnya pucuk batang, ujung akar, bunga, buah dan terutama biji. Giberelin tidak mengakibatkan pucuk koleoptil membengkok seperti pada auksin.
Fungsi giberelin adalah :
1) merangsang pemanjangan batang
2) merangsang aktivitas enzim amilase dan proteinase dalam mencerna cadangan makanan.
3) merangsang pertumbuhan tunas dan dorman.
4) menghilangkan dormansi biji untuk memacu perkecambahan.
5) merangsang perbungaan dan pertumbuhan buah secara. partenogenesis

Pengaruh giberelin pada tumbuhan
1. tanpa giberelin
2. diberi giberrelin

Sitokinin
Struktur kimia sitokuinin lebih sederhana daripada giberelin dan auksin. Sitokinin yang umum digunakan dan lama dikenal adalah kinetin, dan lainnya merupakan turunan dari adenin. Susunan kimia kenetin adalah 6-furfurilaminopurin. Adenin adalah salah satu baasa penyusun DNA dan RNA. Sitokinin dipisahkan pertama kali dari tumbuhan tinggi dalam endosperma biji jagung muda pada tahun 1964 oleh Letham, dan diberi nama zeatin. Ada juga sitokinin buatan, yaitu kinetin buatan dan BAP (6-benzilaminopurin). Umumnya sitokinin banyak terdapat pada organ muda (biji, buah dan daun) dan ujung akar. Sitokinin dibuat di akar, kemudian diangkut melalui xilem menuju daun dan buah.
Fungsi sitokinin adalah :
1) merangsang pembelahan sel (sitokinesis) dan pertumbuhan sel.
2) merangsang pembentukan tunas lateral atau ketiak pada batang dikotil maupun pada kalus.
3) menghambat efek dominansi apikal pada auksin
4) menunda penaan (senescens)
5) memacu perkembangan kloroplas dan pembentukan klorofil
6) mempertahankan kesegaran jaringan.

Gas Etilen
Pada tahun 1934, R Gane berhasil membuktikan bahwa etilen disintesis oleh tumbuhan dan menyebabkan pematangan buah lebih cepat. Etilen adalah gas yang dikeluarkan terutama oleh buah terutama yang sudah tua. Jika buah tua diletakkan di tempat tertutup, maka buah akan cepat masak. Hal ini disebabkan buah tersebut mengeluarkan gas etilen yang mempercepat pemasakan buah. Para pedagang sering memeram buah dengan gas etilen (nama dagang gas etilen adalah karbid) agar cepat masak.
Selain berperan dalam pemasakan buah, etilena juga menyebabkan pertumbuhan batang ,menjadi tebal dan menahan pemanjangan batang, menahan pengaruh angin. Kombinasi etilen dengan hormon lain dapat memberikan effek yang menguntungkan. Misalnya etilen dengan auksin dapat memacu pertumbuhan pada mangga dan nanas. Kombinasi etilen dengan giberelin dapat mengatur tumbuhnya bunga jantan dan bunga betina.

Asam absisat.
Selain meningkatkan pertumbuhan, ada juga hormon yang justru menghambat pertumbuhan, misalnya asam absisat. Nama asam absisat berasal dari kemampuan zat ini untuk mendorong absisi (rontoknya daun , buah dan bunga pada tumbuhan).
Secara umum fungsi asam absisat adalah:
1) menghambat pembelahan dan pemanjangan sel
2) menunda pertumbuhan atau dormansi sehingga membantu tumbuhan bertahan dalam kondisi yang buruk
3) merangsang penuupan mulut daun pada musim kering sehingga mengurangi aktifitas transpirasi (penguapan)
4) membantu peluruhan daun pada musim kering sehingga tumbuhan tidak kekurangan air melalui transpirasi.

 Asam Traumatin
Asam traumatin dianggap sebagai hormon luka karena merangsang pembelahan sel-sel di bagian jaringan tumbuhan yang luka. Dengan demikian bagian yang terluka akan tertutup.

Kalin
Hormon kalin berfungsi merangsang pembentukan organ tumbuhan. Hormon ini dibedakan atas rizokalin untuk merangsang pertumbuhan akar; kaulokalin merangsang pembentukan batang; filokalin merangsang pembentukan daun; dan antokalin atau florigen merangsang pembentukan bunga.

Pelajari juga materi :
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA TUMBUHAN

FAKTOR-FAKTOR  LINGKUNGAN YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN

PERCABAAN-PERCOBAAN PERTUMBUHAN DAN PEKEMBANGAN TUMBUHAN

EVALUASI MATERI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN

0 komentar:

Poskan Komentar

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!