Jumat, 24 April 2015


Reproduksi pada manusia merupakan proses reproduksi yang terjadi secara seksual. Reproduksi manusia dapat terjadi secara seksual karena diawali dengan hubungan alat kelamin (seks) jantan dengan alat kelamin betina yang disebut dengan koitus/kopulasi atau persetubuhan/perkawinan. Persetubuhan merupakan peristiwa masuknya alat kelamin luar pria yang berupa penis ke dalam vagina (organ kelamin luar wanita) yang bertujuan untuk menyalurkan sperma ke dalam alat kelamin wanita agar terjadi fertilisasi. Fertilisasi merupakan peristiwa peleburan antara sel sperma dan ovum yang berlangsung di dalam tuba fallopii dan akan menghasilkan zigot.
Sperma dan ovum merupakan sel kelamin yang dibentuk oleh kelamin jantan dan betina. Sel sperma di bentuk di dalam testis melalui peristiwa spermatogenesis dan sel telur (ovum) dibentuk di dalam ovarium melalui peristiwa oogenesis. 

ORGAN KELAMIN WANITA
Seorang wanita memiliki organ reproduksi yang lebih kompleks, sebab berhasilnya reproduksi manusia hampir seluruhnya tergantung dari kesehatan fisik dan mental wanita. Adapun fungsi alat reproduksi wanita antara lain sebagai berikut :
a. Penghasil sel kelamin
b. menerima masuknya sperma
c. memberikan kondisi cocok untuk terjadinya fertilisasi,
d. memberikan nutrisi pada janin saat berkembang di dalam uterus maupun sesudah kelahiran  melalui sekresi ASI.

Bagian alat reproduksi wanita terbagi menjadi 3 bagian, yaitu kelenjar kelamin, saluran kelamin dan sel kelamin.
1. Kelenjar kelamin
a. Ovarium
 Ovarium berjumlah sepasang, bentuk oval dengan panjang 3-4 cm, menggantung bertaut melalui mesentrium ke uterus. Merupakan gonade perempuan yang berfungsi menghasilkan ovum dan mensekresikan hormon kelamin perempuan yaitu estrogen dan progesteron. Ovarium terbungkus oleh kapsul pelindung yang kuat dan banyak mengandung folikel. Seorang perempuan kurang lebih memiliki 400.000 folikel dari kedua ovariumnya sejak ia masih dalam kandungan ibunya. Namun hanya beberapa ratus saja yang berkembang dan melepaskan ovum selama masa reproduksi seorang perempuan, yaitu sejak menarche (pertama mendapat menstruasi) hingga menophause (berhenti menstruasi). Pada umumnya hanya sebuah folikel yang matang dan melepaskan ovum tiap satu siklus menstruasi (kurang lebih 28 hari) dari salah satu ovarium secara bergantian.
Selama mengalami pematangan, folikel mensekresikan hormone estrogen. Setelah folikel pecah dan melepaskan ovum, folikel akan berubah menjadi korpus luteum yang mensekresikan estrogen dan hormon progesteron. Estrogen yang disekresikan korpus luteum tak sebanyak yang disekresikan oleh folikel. Jika sel telur tidak dibuahi maka korpus luteum akan lisis dan sebuah folikel baru akan mengalami pematangan pada siklus berikutnya.  
b. Kelenjar Bartholin
Kelenjar bartholin terletak pada dinding vagina dan menghasilkan lendir untuk memberikan kelembaban di dalam vagina

2. Saluran Kelamin.
a. Tuba falopii/oviduct (saluran telur)
Oviduk merupakan saluran penghubung antara ovarium dan uterus, jumlah sepasang, ujungnya mirip corong berjumbai yang disebut infundibulum berfungsi untuk menangkap ovum yang dilepas dari ovarium. Epithelium bagian dalam saluran ini bersilia, gerakan silia merupakan gerakan peristaltik yang akan mendorong ovum untuk bergerak menuju uterus. 
b. Rahim (Uterus).
Uterus (rahim), Jumlah satu buah, berotot polos tebal, berbentuk seperti buah pir, bagian bawah mengecil disebut cervix. Terdapat 3 lapis rahim dari dalam ke luar yaitu perimetrium, mimetrium, dan endometrium. Uterus merupakan tempat tumbuh dan berkembangnya embrio, dindingnya dapat mengembang selama kehamilan dan kembali  berkerut setelah melahirkan. Dinding sebelah dalam disebut endometrium, banyak mengasilkan lendir dan pembuluh darah. Endometrium akan menebal menjelang ovulasi dan meluruh pada saat menstruasi. 
c. Vagina.
Vagina, merupakan akhir dari saluran reproduksi wanita. Suatu selaput berpembuluh darah yang disebut hymen menutupi sebagian saluran vagina. Membran ini dapat robek akibat aktivitas fisik yang berat atau saat terjadi hubungan badan. Vagina berfungsi sebagai alat kopulasi wanita dan juga sebagai saluran kelahiran. Dindingnya berlipat-lipat, dapat mengembang saat melahirkan bayi. Pada dinding sebelah dalam vagina bermuara kelenjar bartholin yang mensekresikan lendir saat terjadi rangsangan seksual. 

Alat kelamin wanita bagian luar.
- Mons veneris, Merupakan bagian yang tebal dan banyak mengandung jaringan lemak terletak pada bagian paling atas dari vulva.
- Labium mayora, Jumlah sepasang, merupakan suatu lipatan tebal yang mengelilingi vagina dan ditumbuhi rambut.
- Labium minora, Jumlah sepasang, merupakan suatu lipatan tipis di sebelah dalam labium mayora, banyak mengandung pembuluh darah dan saraf. Labium minora menyatu di bagian atas membentuk clitoris. Labium minora mengelilingi vestibulum, suatu tempat dimana terdapat lubang uretra di bagian atas dan lubang vagina di bagian bawah.
- Clitoris, Berupa sebuah tonjolan kecil, merupakan bagian yang paling peka terhadap rangsang karena banyak mengandung saraf. 

3. Sel kelamin
Ovum adalah sel kelamin wanita yang dihasilkan oleh folikel di dalam ovarium. Setelah ovulasi (keluar ovum dari ovarium) ovum masuk ke oviduk. Jika ada sperma, maka terjadilah fertilasasi di dalam oviduk ini.


OOGENESIS 
Oogenesis adalah proses pembentukan sel telur (ovum) di dalam ovarium. Oogenesis dimulai dengan pembentukan bakal sel-sel telur yang disebut oogonia (tunggal: oogonium). Oogonia bersifat diploid dengan 23 pasang kromosom. Oogonia aktif membelah secara mitosis dan menghasilakn oosit primer.Pembentukan sel telur pada manusia dimulai sejak di dalam kandungan berusia 5 bulan, yaitu di dalam ovari fetus perempuan. Pada akhir bulan ketiga usia fetus, semua oogonia yang bersifat diploid telah selesai dibentuk dan siap memasuki tahap pembelahan.
Pada saat bayi perempuan lahir, di dalam tiap ovariumnya mengandung sekitar satu juta oosit primer. Oosit primer ini mengalami dorman atau mengalami fase istirahat beberapa tahun hingga anak perempuan tersebut mengalami pubertas. Selama pertumbuhan anak perempuan, beberapa oosit primer akan mengalami degenerasi, hingga ketika mencapai usia pubertas jumlah oosit primer hanya tinggal sekitar 200.000 buah.
  Semula oogonia membelah secara mitosis menghasilkan oosit primer. Pada perkembangan fetus selanjutnya, semua oosit primer membelah secara miosis, tetapi hanya sampai fase profase. Pembelahan miosis tersebut berhenti hingga bayi perempuan dilahirkan, ovariumnya mampu menghasilkan sekitar 2 juta oosit primer mengalami kematian setiap hari sampai masa pubertas. Memasuki masa pubertas, oosit melanjutkan pembelahan miosis I. hasil pembelahan tersebut berupa dua sel haploid, satu sel yang besar disebut oosit sekunder dan satu sel berukuran lebih kecil disebut badan kutub primer.
Pada tahap selanjutnya, oosit sekunder dan badan kutub primer akan mengalami pembelahan miosis II.  Pada saat itu, oosit sekunder akan membelah menjadi dua sel, yaitu satu sel berukuran normal disebut ootid dan satu lagi berukuran lebih kecil disebut badan polar sekunder. Badan kutub tersebut bergabung dengan dua badan kutub sekunder lainnya yang berasal dari pembelahan badan kutub primer sehingga diperoleh tiga badan kutub sekunder. Ootid mengalami perkembangan lebih lanjut menjadi ovum matang, sedangkan ketiga badan kutub mengalami degenerasi (hancur). Dengan demikian dapat disimpulkan  bahwa pada oogenesis hanya menghasilkan satu ovum.
Selama perkembangan oosit primer hingga menjadi oosit sekunder berada dalam folikel, yaitu suatu kantung pembungkus yang penuh cairan yang menyediakan nutrisi bagi oosit. Semula oosit primer berada dalam folikel primer kemudian berkembang menjadi folikel sekunder. Ketika terbentuk oosit sekunder, folikel telah berkembang menjadi folikel tersier dan akhirnya menjadi folikel de Graaf (folikel yang telah matang)   Setelah ovulasi atau lepasnya oosit sekunder folikel telur akan berubah menjadi korpus luteum. Korpus luteum mengalami degenersi membentuk korpus albikan




Hormon - Hormon Yang Berperan Dalam proses Oogenesis
Proses pembentukan oogenesis dipengaruhi oleh kerja beberapa hormon, diantaranya:
Pada wanita usia reproduksi terjadi siklus menstruasi oleh aktifnya aksis hipothalamus -hipofisis - ovarium. Hipothalamus menghasilkan hormon GnRH (gonadotropin releasing hormone) yang menstimulasi hipofisis mensekresi hormon FSH (follicle stimulating hormone) dan LH (lutinuezing hormone). FSH dan LH menyebabkan serangkaian proses di ovarium sehingga terjadi sekresi hormon estrogen dan progesteron. LH merangsang  korpus luteum untuk menghasilkan hormon progesteron dan meransang ovulasi. Pada masa pubertas, progesteron memacu tumbuhnya sifat kelamin sekunder. FSH merangsang ovulasi dan meransang folikel untuk membentuk estrogen, memacu perkembangan folikel. Hormon prolaktin merangsang produksi susu. Estrogen berperan dalam pembentukan ovum dan pembentukan sifat kelamin sekunder pada wanita dan merang sang pembentukan LH juga menghambat pembentukan FSH.



MATERI DAN SOAL BIOLOGI SISTEM REPRODUKSI
  1. AIR SUSU IBU 
  2. FERTILISASI, KEHAMILAN DAN KELAHIRAN 
  3. KELAINAN PADA SISTEM REPRODUKSI
  4. ORGAN KELAMIN WANITA DAN OOGENESIS 
  5. ORGAN REPRODUKSI PRIA DAN SPERMATOGENESIS 
  6. PEMBENTUKAN GAMET PADA TUMBUHAN
  7. PEMELIHARAAN KESEHATAN ORGAN REPRODUKSI DAN PERILAKU SEKSUAL YANG SEHAT
  8. POLINASI/PERSARIAN DAN FERTILISASI 
  9. PUBERTAS DAN MENSTRUASI. 
  10. REPRODUKSI ASEKSUAL
  11. REPRODUKSI SEKSUAL
  12. Soal Biologi Sistem Reproduksi (2) 
  13. TEKNOLOGI REPRODUKSI 
  14. soal biologi sistem reproduksi


Sumber :
BIOLOGI untuk SMA/MA kelas XI, R. Gunawan Susilowarno,dkk, Penerbit Grasindo, 2007
http://wanenoor.blogspot.com/2012/05/gametogenesis-proses-spermatogenesis.html
http://pewidya.blogspot.com/p/sistem-organ-reproduksi-wanita.html
http://arunnie.blogspot.com/2011/03/spermatogenesis-oogenesis_06.html

0 komentar:

Posting Komentar

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!