Sabtu, 25 April 2015

Endometriosis
Endometriosis merupakan kondisi dimana jaringan endometrial terjadi di luar lokasi yang sebenarnya, yait pada permukaan rongga rahim. Jaringan ini disebut jaringan ektopik, dimana pada saat menstruasi jaringan ini akan berdarah menyebabkan menyebabkan peradangan jaringan sekitarnya. Peradangan ini akan menyebabkan fibrosis (jaringan ikat) akan melekatkan uterus yang menyebabkan rasa kesakitan daam infertilitas. Endometriosis aktif sering kali terjadi pada wanita usia 30 - 40 tahun, terutama pada wanita yang munda kelahiran anak. Gejala yang paling parah adalah terjadinya menstruasi sepanjang tahun.

Amenorea
Amenorea adalah suatu bentuk abnormalitas, domana seorang wanita normal pada usia reproduksi tidak mengalami menstruasi. Pada bentuk primer dari gangguan ini, periode awal menstruasi pada wanita (menarke) tidak terjadi sampai usia 18 tahun. Pada bentuk sekunder, seorang wanita tidak mendapatkan menstruasi selama kurang lebih 3 bulan setelah menarke dimulai. Hal ini seringkali disebabkan karrena kegagalan ovulasi karena masalah hormon, tidak adanya uterus, kerusakan pada endometrium, ovarium, kerusakan kelenjar adrenal, atau tumor pada hipofisis.

Infertilitas
Infertilitas merupakan kondisi ketidak mampuan mempunyai anak setelah melakukan hubungan seksual dengan teratur tanpa alat kontrasepsi paling tidak selama satu tahun. Infertilitas 40 -50% terjadi pada wanita. Penyebab infertilitas pada wanita adalah ketidak seimbangan hormon enstrogen untuk ovulasi secara teratur dan progresteron untuk mempersiapkan endometrium agar siap untuk implantasi, infeksi atau peradangan pada indung telur, tuba fallopi, kerusakan uterus, dan endometriosis. Sedang penyebab infertilitas pada pria adalah abnormalitas pada alat kelamin, infeksi kuman penyakit, ketidak seimbangan hormon, luka pada penis dan buah zakar, obat-obatan, frekuensi hubungan seks yang terlalu sering atau jarang, panas dari pakaian, dan radiasi kimia serta tekanan psikologis.

Fibroid (Leimioma uterus)
Fibroid merupakan tumor tidak ganas pada wanita dari tumor otot halus yang tumbuh di dalam rahim. Kelainan ini terjadi pada 2- 25% wanita reproduktif. Kelainan ini diduga disebabkan karena penggunaan hormon estrogen dan progresteron berlebihan.

Kista Indung Telur
Kista indung telur berupa kantong yang tidak bersifat material setengah cair. Tipe umum kista indung telur adalah kista folikel yang terdapat pada folikel dan kista lutein yang terdaftar pada korpus luteum. Kelainan ini disebabkan abnormalitas hormonal. kista ini dapat menyebabkan menstruasi terlambat datang dan diikuti dengan perpanjangan dan pendarahan ireguler.


Vulvovaginitis
Vulvovaginitis merupakan keadaan dimana letak vagina dan vulva yang berdekatan satu dengan yang lain sehingga memungkinkan terjadinya infeksi Trichomanas dan Candida albicans, maupun bakteri dan virus lainnya seperti Gardinerella vaginalis dan neisseria gonorrhoeae . 

Kehamilan ektopik (kehamilan di luarkandungan)
Kehamilan ektopik merupakan suatu keadaan dimana kehamilan abnormal karena telur yang terbuahi tertanam di lura uterus, tetapi di tuba fallopi. Penyebab kehamilan ini karena terjadinya penyempitan pada tuba fallopi maupun tumor pada tuba follopi. Pengguna IUD sebagai pengendali kehamilan meningkatkan resiko kehamilan ektopik.

Sindrom Premenstruasi.
Sindrom premenstruasi adalah sekumpulan gejala yang bervariasi yang muncul antara 7 - 14 hari sebelum masa menstruasi mulai dari biasanya berhenti saat menstruasi. PMS terjadi pada 70% wanita pada usia 25 - 45 tahun. Penyebab PMS diduga karena kekurangan vitamin dan progresteron. Gejala yang dialami antara lain pada tingkah laku terjadi perubahan personalitas. Pada fisik terjadi pada payudara yang sakit dan membengkak, dan pada kulit terjadi jerawat.


Hipogonadisme.
Hipogonadisme adalah kondisi penurunan produksi hormon androgen pada pria yang akan merusak produksi sperma dan meyebabkan fertilitas. Penyebabnya adalah kerusakan pada sel leydig penghasil testosteron dan tubulus seminierus yang menghasilkan sperma.

Impotensi (disfungsi ereksi)
Impotensi  merupakan suatu keadaan dimana ketidak mampuan pria untuk mencapai atau mempertahankan ereksi penis yang cukup untuk melakukan hubungan seksual. Penyebab impotensi 50% disebabkan karena faktor emosi dan mental, selain penyakit paru-paru, jantung, diabetas dan gagal ginjal.

Ejakulasi dini
ejakulasi dini adalah suatu kondisi ketidakmampuan pria dalam mengendalikan refleks ejakulasi selama hubunngan seksual. Penyebabnya adalah kegelisahan dan sering berhubungan dengan pengalamam seksual sebelumnya.

Torsi testis
Torsi testis adalah kondisi terpuntirnya gantungan spermatik secara abnormal yang disebabkan oleh rotasi testis atau mesorchium. Kasus ini sering terjadi pada pria usia 12 - 18 tahun.


MATERI DAN SOAL BIOLOGI SISTEM REPRODUKSI
  1. AIR SUSU IBU 
  2. FERTILISASI, KEHAMILAN DAN KELAHIRAN 
  3. KELAINAN PADA SISTEM REPRODUKSI
  4. ORGAN KELAMIN WANITA DAN OOGENESIS 
  5. ORGAN REPRODUKSI PRIA DAN SPERMATOGENESIS 
  6. PEMBENTUKAN GAMET PADA TUMBUHAN
  7. PEMELIHARAAN KESEHATAN ORGAN REPRODUKSI DAN PERILAKU SEKSUAL YANG SEHAT
  8. POLINASI/PERSARIAN DAN FERTILISASI 
  9. PUBERTAS DAN MENSTRUASI. 
  10. REPRODUKSI ASEKSUAL
  11. REPRODUKSI SEKSUAL
  12. Soal Biologi Sistem Reproduksi (2) 
  13. TEKNOLOGI REPRODUKSI 
  14. soal biologi sistem reproduksi


Sumber
BIOLOGI untuk SMA/MA kelas XI, R. Gunawan Susilowarno, dkk, Penerbit Grasindo, 2007
https://obatendometriosisalami05.wordpress.com/
http://kistaovarium.org/




0 komentar:

Poskan Komentar

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!