Sabtu, 04 April 2015

Alat Indera Manusia
Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat menerima rangsangan yang bermacam-macam. Kemampuan menerima rangasangan ini dapat menjaga tubuh orang selalu dalam keadaan baik, sehat, terjaga dari hal-hal yang membahayakan dari lingkungan, dapat merespon rangsang dengan tepat, dapat berkomunikasi, dan lain-lain. Apa yang terjadi jika indera tubuh manusia tidak dapat berfungsi normal. Pastilah banyak rangsangan-rangsangan dari luar yang tidak dapat direspon secara tepat, dan sedikit banyak akan merugikan individu yang bersangkutan.
Secara umum kita mempunyai lima macam panca indera, yaitu pembau, pengecap, penglihatan pendengar, keseimbangan dan peraba. Indera tersusun atas jutaan reseptor dari sistem saraf, dengan tingkat kekomplekan yang berbeda-beda.
Jika dilihat dari macam rangsang di sekitar tubuh manusia, indera manusia tidak hanya lima macam melainkan sebelas macam, yaitu indera penglihatan, pendengaran, pengecap, pembau, keseimbangan, sentuhan, tekanan, panas, dingin, sakit, propiosepsi (rasa atau posisi tubuh dan gerak tubuh), dan visceral, karena semua rangsang tadi mempunyai reseptor-reseptor khusus.

INDERA PENGLIHATAN
Mata adalah suatu struktur sferis berisi cairan yang di bungkus oleh tiga lapisan dari luar ke dalam.isi bola mata terdiri atas lensa , badan bening dan cairan dalam mata.indera penglihatan juga dinamakan fotoreseptor karena mampu menerima rangsang fisik yang berupa cahaya.
Lensa adalah sabuah benda bening berbentuk cakram yang tergantung di belakang selaput pelangi dan manik mata.bidang depan nya kurang melengkung di bandingkan dengan bidang belakang nya.lensa sekeliling tepi nya tergantung pada badan siliar dengan perantaraan serabut-serabut halus yang di namakan sabuk siliar.dengan perantaraan serabut-serabut ini badan siliar bersama otot siliar yang terdapat di dalam nya dapat mempengaruhi bentuk lensa ( akomodasi ).lensa mata bersifat transparan dan elastis yang fungsi nya untuk membiaskan cahaya yang masuk dan memfokuskan bayangan benda pada retina. Lensa mata pada manusia cembung sehingga bayangan benda yang di hasilkan retina adalah nyata , terbalik, dan diperkecil. Badan bening menempati ruang di belakang lensa mata disini adalah suatu zat bening yang menyerupai selai. Cairan bola mata mengisi bilik mata depan, yang terletak di antara selaput bening dan selaput pelangi, serta bilik mata belakang, yang terdapat di sekitar lensa antara selaput pelangi dan badan bening.
Alat-alat tambahan mata adalah otot-otot mata yang berguna untuk menggerak kan bola mata, pelupuk-pelupuk mata serta selaput ikat pelupuk nya dan radas air mata. Pelupuk-pelupuk mata adalah lipatan-lipatan kulit yang terletak di depan bola mata.

Struktur Mata
Tiga lapisan jaringan atau selaput yang membungkus bola mata dari luar ke dalam yaitu :  Sklera, tersusun oleh jaringan ikat yang kuat,liat dan putih serta melengkung. Sklera berfungsi membantu melindungi bagian-bagian dalam dan mempertahan kan kekakuan bola mata. Bagian depan sklera membentuk struktur tembus cahaya yang disebut kornea . Kornea dilindungi oleh suatu selaput yang di sebut konjungtiva. Pada kornea tidak di temukan pembuluh darah seperti hal nya pada aqueus humor,vitreous humor,dan lensa mata.
Koroid, selaput ini dari dalam dilapisi oleh selaput jala yang mengandung sel-sel indra yang amat rentan terhadap cahaya yang semua nya berguna untuk indra penglitah dalam arti khusus.pada lapisan koroid banyak mengandung pembuluh darah dan pigmen berwarna hitam.lapisan koroid dapat menyerap cahaya yang masuk ke dalam mata. Dengan ada nya pembuluh darah pada lapisan ini sekaligus menyuplai makanan ke lapisan retina bagian depan lapisan koroid berubah membentuk struktur terpisah yaitu : corpus siliaris , ligamentum suspensor, dan iris . Corpus siliaris terletak diantara tepi depan retina dengan tepi belakang Iris. Ligamentum suspensor berfungsi untuk mengatur proses akomodasi lensa mata untuk mendapat kan gambar benda yang jelas pada retina. Iris berfungsi sebagai diagfragma yang dapat mengatur lebar sempit nya lubang cahaya ( pupil ) menyesuaikan intensitas cahaya yang masuk. Jumlah dan sifat dari pigmen di dalam nya menentukan warna iris, ada yang hitam, biru, coklat,atau hijau.

Retina ,merupakan lapisan terdalam yang tersusun oleh sel-sel reseptor batang ( bacillus ) dan sel-sel reseptor kerucut ( konus ). Retina merupakan bagian mata yang paling pekat terhadap cahaya, sel-sel yang peka ini terletak di bagian belakang retina dan arah nya membelakangi sumber cahaya
Otot mata, ada 6 otot mata yang berfungsi memegang sklera. 4 diantara nya disebut otot reflus (rektus inferior, rektus superior, rektus eksternal, dan rektus internal ). Otot rektus berfungsi menggerak kan bola mata kekanan, kekiri,keatas & ke bawah. Dua lainnya adalah otot obliq atas/superior dan otot obliq bawah/inferior.
Kotak mata, kotak mata pada tengkorak berfungsi melindungi bola mata dari kerusakan. Konjungtifa, selaput transparan yang melapisi kornea dan di bagian dalam kelopak mata. Selaput ini peka terhadap iritasi. Konjungtiva penuh dengan pembuluh darah dan serabut saraf.radang pada konjungtiva di sebut konjungtivitis. Untuk mencegah kekeringan konjungtiva di basahi dengan cairan yang keluar dari kelenjar mata/ kelenjar lakrimal yang terdapat di bawah alis.
Air mata, air mata mengandung garam, lendir dan antiseptik dalam jumlah kecil. Air mata berfungsi sebagai alat pelumas dan pencegah masuk nya organisme ke dalm mata.
Bola mata berdiameter antara 2,5 cm dimana 5/6 bagiannya terbenam dalam rongga mata dan hanya1/6 bagianya saja yang tampak pada bagian luar. Mata juga memiliki struktur disekitar mata yang melindungi dan memungkinkan mata bergerak secara bebas ke segala arah. Struktur tersebut juga melindungi mata terhadap debu, angin, bakteri, virus, jamur dan bahan bahan berbahaya lainya, tetapi juga memungkinkan mata tetap terbuka sehingga cahaya masih bisa masuk. Struktur pelindung mata tersebut terdiri dari:
a. Orbita 
Orbita adalah rongga yang berbentuk piramid dengan basis di depan dan apeks di belakang. Orbita juga merupakan rongga bertulang yang mengandung bola mata,otot-otot,saraf,pembuluh darah,lemak dan struktur yang menghasilkan dan mengalirkan air mata.
b. Kelopak Mata
Kelopak Mata merupakan lipatan kulit tipis yang melindungi mata. Kelopak Mata secara refleks segera menutup untuk melindungi mata dari benda asing, angin, debu dan cahaya yang sangat terang. Didepan mata ada kelopak mata , dua buah lipatan muskulofibrosa yang dapat digerakan dapat dibuka dan di tutup untuk melindungi meratakan air mata permukaan bola mata dan mengontrol banyaknya sinar yang masuk. Kelopak mata tersususn oleh kulit tanpa lemak subklutis. Kelopak Mata sangat elastis dan mudah digerakan.
Pengedipan kelopak mata akan menyebarkan selapis air mata pelumas dan pelembab keseluruh permukaan bola mata. Repleks berkedip akan melindung mata dari debu atau pertikal asing. Bulu mata akan membatu fungsi kelopak dengan mendorong keluar debu dan dbris, untuk melindungi mata external dari cedera aksi mekanis berkedip menghasilkan gaya hisap dalam sistem nasolakriminal atas memudahkan pengaliran air mata.
c. Bulu mata
Mata merupakan pendek yang tumuh di ujung keelopak mata dan berpungsi embantu melindungi mata dengan bertindak sebagai barrier ( penghalang). Kelenjar kecil menghasilkan bahan berminyak yang mencegah penguapan air mata.
d. Kelenjar Lakrimalis
Kelenjar Lakrimaris terletak diuncak tepi luar dari mata kiri dan kanan dan menghasilakan air mata yang encer. Air mata mengalir dari mata ke dalam hidung melalui dua duktus lakrimaris, setiap duktus memiliki lubang diujung kelopak mata atas dan bawah, didekat hidung. Air mata berfungsi menjaga kelembaban dan kesehatan mata, juga menjerat dan membuang farikal-fartikal kecil yang masuk kemata. Selai itu, mata kaya akan anti body yang membantu mencegah terjadinya infeksi.
e. Bola Mata
Bola Mata dilapisi oleh tiga lapisan primer : Seklera, Yuviea (yang mengandung kroid), dan Retina. Tiap lapisan mempunyai struktur dan fungsinya sendiri ketiga lapisan tersebut berperan dalam bentuk mata yang bulat ketiak terisi humor vitreus (subtansi seperti glatin antara lensa dan retina).
f. Sklera 
Lapisan paling luar dan kuat dinamakan sklera bagian “putih”mata.bila seklera mengalami penipisan warnanya akan menjadi kebiruan. Dibagian osterior seklera empunyai lubang yang dilalui saraf optiks dan pembulu darah retina senratis. Dibagian anterior berlanjut menjadi kornea. Permukan anterior seklera diselubungi secara longgar dengan konjungtifa, suatu membran mukosa tipis yang mengandung sebagai kelenjar yang bertanggung jawab untuk lapisan air mata.
g. Uvea
Lapisan tengah yang mengandung pigmen adalah traktus Uvea, yang tersusun atas koroid. iris, dan badan silier. 
- Koroid merupakan lapisan vaskuler yang memberikan darah kelapisan epitel berpigmen retina dan retina sensoris perifer. Koroid melapisi kamera posterior mata dan membentang dari badan silir, dibagian anterior dan saraf optikus dibagian posterior.
- Iris merupakan struktur muskuler berfigmen yang memberikan warna khas mata. Iris adalah bagian anterior traktus uvea dan membagi ruangan antara kornra dan lensa menjadi kamera anterior dan posterior. Iris juga merupakan struktur yang sangat paskuler dengan pigmen yang berbeda-beda (ditentukan secara genetik). Warna mata bergantung pada jumlah melanin yang ada pada iris; semakin cerah warnanya, semakin banyak jumlah cahaya yang dapat memasuki mata. Orang yang mempunyai mata yang sangat cerah mengalami fotofoba (peka terhadap cahaya). Kebalikannya adalah orang dengan mata yang sangat hitam, tidak ada dua iris yang benar-benar sama, temasuk mata kanan dan mata kiri orang yang sama. Iris merupakn uvea, atau traktus berfimen dan berhubungan dengan lapisan koroid pada tepinya dan badansilier pada sisi bawahnya merupakan diafragma muskuler silkuler tipis yang ditengahnya terdapat lubang bulat, pupil. Iris termasuk kedalam diafragma berpigmen yang tipis yang terdapat didalam aqueus homor diantara kornea dan lensa.
- Pupil adalah rongga yang terjadi di tengah cincin internal iris. Pupil berbentuk bulat, regular, dan mempunyai ukuran dan respon terhadap cahaya yang sama pada kedua mata. Ketika cahaya memasuki mata, sel fotosensitif akan mengirimkan pesan ke otot konstriktor pupil. Hal ini akan mengurangi distrosi dan silau yang terjadi akibat berlebihnya cahaya yang masuk. Tingkat cahaya yang rendah akan mengaktifkan otot dilator pupil, yang akan meretraksi iris dan membuka pupil. Kerusakan sel fotosensitif dapat menurunkan fungsi pupil.
Pada bagian mata juga terdapat kornea yang merupakan struktur transparan yang menyerupai kubah,
merupakan pembungkus dari iris, pupil dan bilik anterior serta membantu memfokuskan cahaya. 
- Badan silier mengandung serabut otot yang dapat membantu kontraksi dan relaksasi zonula lensa 
(struktur yang menggantung lensa). Badan silier berperan (penting dalam menjaga tekanan intraokuler) 
dengan sekresi humor aqueus, cairan transparan berkadar air tinggi yang mengisi kamera anterior dan
 posterior dan kemudian di salurkan melalui kanalis Schlemm.
h. Retina/Selaput Jala
Retina merupakan lapisan jaringan peka cahaya yang terletak di bagian belakang bola mata, berfungsi  mengirimkan pesan visuil melalui saraf optikus ke otak. Cahaya yang masuk melalui kornea di teruskan
ke pupil. Iris mengatur jumlah cahaya yang masuk dengan cara membuka dan menutup, seperti halnya
celah pada lensa kamera. Jika lingkungan di sekitar gelap, maka cahaya yang masuk akan lebih banyak,
jika di lingkungan sekitar terang, maka cahaya yang masuk lebih sedikit. Ukuran pupil di control oleh 
otot sfingter pupil, yang membuka dan menutup iris.
Retina terdiri dari 3 lapisan sel : Lapisan neuraepithelium; Lapisan sel bipolar ; Lapisan sel ganglion 
i. Aqueous Humor
Aqueous humor merupakan cairan jernih dan encer yang mengalir diantara lensa dan kornea (mengisi segmen anterior mata), serta merupakan sumber makanan bagi lensa dan kornea di hasilkan oleh prosesus siliaris. Fungsi aqueous humor adalah penyokong dinding bola mata dengan member tekanan dari dalam dan memberi makan pada lensa serta membuang produk metabolisme karena lensa tidak memiliki pembuluh darah.
j. Vitreus Humor
Vitreus humor merupakan gel transparan yang terdapat di belakang lensa dan di depan retina (mengisi segmen posterior mata). Pada dearah perbatasan dengan lensa, membran vetreus menebal yang terdiri dari lapisan posterior yang menutup korpus vitreum. Lapisan anterior membentuk ligamentum suspensorium lensa yang melekat pada prosesus siliare. Di dalam korpus vitreum tidak terdapat pembuluh darah yang fungsinya menambah daya pembesaran mata, menyokong permukaan posterior lensa, dan membantu melekatkan pars pigmentosa retina.
k. Lensa 
Lensa adalah badan bikonveks yang transparan dan terletak di belakang iris, di dekat corpus vitreum, dan di kelilingi oleh prosesus siliaris dengan merubah bentuknya, lensa memfokuskan cahaya ke retina. Jika mata memfokuskan pada objek yang dekat, maka otot silier akan berkontraksi, sehingga lensa menjadi lebih tebal dan lebih kuat. Jika mata memfokuskan pada objek yang jauh, maka otot silier akan mengendur dan lensa menjadi lebih tipis dan lebih lemah. Sejalan dengan pertambahan usia, lensa menjadi kurang lentur, kemampuannya untuk menebal menjadi berkurang sehingga kemampuannya untuk memfokuskan objek yang dekat juga berkurang. Keadaan ini disebut presbiopia.
l. Cairan bola mata.
Bola mata terbagi menjadi 2 bagian, masing-masing terisi oleh cairan:
1. Segmen anterior : mulai dari kornea sampai lensa, berisi aqueus humor yang merupakan sumber energy bagi struktur mata di dalamnya. Segmen anterior sendiri terbagi menjadi 2 bagian (bilik anterior : mulai dari kornea sampai iris, dan bilik posterior : mulai dari iris sampai lensa). Dalam keadaan normal, aqueus humor di hasilkan di bilik posterior, lalu melewati pupil masuk ke bilik anterior kemudian keluar dari bola mata melalui saluran yang terletak di ujung iris.
2.  Segmen posterior : mulai dari tepi lensa bagian belakang sampai ke retina, berisi vitreus humor yang membantu menjaga bentuk bola mata. 

Mekanisme Penerimaan Rangsang Cahaya
Cahaya → kornea →pupil → lensa → retina → saraf optikus → otak → kesan melihat.
Sinar cahaya yang mengenai mata akan diteruskan melewati bagianbagian mata dari depan ke belakang secara urut sebagai berikut: kornea, pupil, lensa, dan retina. Pada retina, rangsang cahaya diterima oleh reseptor cahaya. Reseptor cahaya dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu sel batang dan sel konus. Sel konus berfungsi untuk melihat pada keadaan terang sedangkan sel batang untuk melihat pada keadaan gelap. Rangsang cahaya oleh reseptor kemudian diubah menjadi impuls syaraf yang kemudian dijalarkan melalui saraf penglihatan (optikus) menuju ke otak untuk diterjemahkan.

 Mata bergerak pada saat membaca, perlu pembiasaan membaca agar kemampuan membaca cepat dan ingat. Dapat direkam dengan alat perekam listrik sehingga dapat diketahui kecepatan membaca seseorang.
Apabila lensa mata dapat menfokuskan sinar cahaya yang masuk mata tepat pada selaput jala (retina), maka disebut mata normal atau emetrop. Akan tetapi, jika mata tidak mampu memfokuskan bayangan tepat pada retina akan menimbulkan gangguan penglihatan. 

Kelainan / penyakit mata .

a. Miopi
Miopi atau mata dekat adalah cacat mata yang di sebabkan oleh bola mata yang terlalu panjang, sehingga bayang-bayang dari benda yang jaraknya jauh akan jatuh di depan retina pada mata dekat ini orang tidak dapat melihat benda yang jauh, mereka hanya dapat melihat benda yang jarak nya dekat. Untuk cacat seperti ini penderita dapat ditolong dengan lensa cekung (-), miopi biasa terjadi pada anak-anak
b. Hipermetropi
Hipermetropi atau mata jauh dapat terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa yang disebabkan kornea bola mata terlalu pendek sehingga bayang-bayang jatuh di belakang retina. Penderita Hipermetropi dapat di tolong dengan menggunakan lensa cembung (+)
c. Presbiopi
Presbiopi atau cacat mata tua,di sebabkan karena proses penuaaan yang disebab kan karena elastisitas lensa berkurang.penderita presbiopi dapat di bantu dengan lensa rangkap
d. Katarak.
Katarak adalah cacat mata yaitu buram nya dan berkurang nya elastisitas nya lensa mata. Hal ini terjadi karena adanya pengapuran pada lensa. Pandangan akan menjadi kabur dan daya akomodasi berkurang
e. Hemaralopi

Disebut juga rabun senja. Hemaralopi disebab kan karena kekurangan vitamin A, karena tidak terbentuk rodhopsin dalam jumlah optimal. Akibat nya dalam kondisi remang-remang ( senja ) sel batang tidak mampu menerima rangsang cahaya secara optimal
f. Astigmatisma
Merupakan kelainan yang di sebabkan bola mata atau lensa permukaan lensa mata mempunyai kelengkungan yang tidak sama. Sehingga fokus nya tidak sama, akibatnya bayang-bayang jatuh tidak pada tempat yang sama ( kecembungan kornea tidak merata sehingga bayangan menjadi tidak terfokus / kabur ). Penderita astigmatisma dapat di tolong dengan kaca mata silindris yaitu yang mempunyai beberapa fokus. 
g. sindrom mata kering.
mata sering gatal dengan sensasi rasa seprti terbakar, panas,dan pedih. Mata berwarna merah dan berair. Pandangan terasa kabur namun sering membaik dengan kedipan, sering timbul rasa tidak nyaman setelah membaca, menghadap layar komputer, tv. Sindrom mata kering bisa di sebabkan karna berbagai hal diantaranya : berkurangnya lapisan lemak, sehingga menyebabkan air mata menguap lebih cepat (pada usia lanjut ), iklim yang kurang bersahabat, terlalu lama berada di ruangan ber-AC dan  asap rokok serta pemakaian lensa kontak yang dapat menyerap lapisan air mata sehingga menyebabkan deposit protein di permukaan lensa, dan penggunaan obat-obatan kronis seperti tiroid atau obat alergi.
Sindrom mata kering ini tergolong penyakit kronis yang tidak dapat di sembuhkan , namun gejala-gajala nya bisa di atasi, tergantung pada penyebabnya.bila di sebabkan karena lingkungan,bisa menggunakan kaca mata hitam ( sunglasses ) yang benuk nya cukup lebar , sehingga penguapan air mata dapat dihindari atau bisa dengan menggunakan tetes air mata (artificials tears ) untuk mengurangi iritasi atau gejala-gejala yang timbul.
h. xeroftalxni,  kornea mata menjadi kering dan bersisik
i. keratomealasi , ornea manjadi putih & rusak
j. tumor orbita, tumor orbita adalah tumor yang menyerang rongga orbita (tempat bola mata) sehingga merusak jaringan lunak mata, seperti otot mata, syaraf mata& kelenjar air mata
k. keratitis, merupakan kelainan akibat terjadi nya infiltrasi, sel radang pada kornea yang akan mengakibat kan kornea menjadi kerut.
 
MATERI SISTEM KOORDINASI
  1. ALAT INDERA-INDERA PENCIUMAN/PEMBAU 
  2. ALAT INDERA-INDERA PENDENGARAN 
  3. ALAT INDERA-INDERA PENGECAP 
  4. ALAT INDERA-INDERA PERABA 
  5. ALAT-ALAT INDERA-INDERA PENGLIHATAN 
  6. GANGGUAN/PENYAKIT PADA SISTEM SARAF.
  7. MEKANISME KERJA OBAT BERBAHAYA
  8. MEKANISME PENGATURAN OLEH SISTEM SARAF
  9. PENGARUH AKOHOL, NIKOTIN DAN ZAT PSIKOTROPIKA
  10. SISTEM HORMON
  11. SISTEM INDERA
  12. SISTEM SARAF PUSAT MANUSIA
  13. SISTEM SARAF TEPI MANUSIA
  14. SISTEM SYARAF
  15. STRUKTUR HORMON, DAN GANGGUAN PADA SISTEM ENDOKRIN
  16. STRUKTUR SEL SARAF MANUSIA
  17. STRUKTUR SISTEM ENDOKRIN
  18. STRUKTUR SISTEM SARAF MANUSIA
  19. soal biologi sistem Koordinasi

Sumber :
BIOLOGI untuk SMA/MA Kelas XI, R Gunawan Susilowarno, dkk, Penerbit Grasindo 2007
http://www.bukupr.com/2012/12/struktur-dan-fungsi-alat-indera.html
http://jayus-simeulu.blogspot.com/2014/08/makalah-indra-penglihatan.html.



0 komentar:

Poskan Komentar

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!