Selasa, 31 Maret 2015

Pada sistem saraf, pengaturan aktivitas tubuh dapat dengan mudah kita lihat. Proses berbicara, olahraga, memasak, membaca dan lain sebagainya merupakan contoh-contoh pengaturan dari sistem saraf. Lalu bagaimana pengaturan aktivitas tubuh oleh sistem hormon? Dapatkah kitamengamati sebagaimana kerja sistem saraf? Ada beberapa kerja sistem hormon yang dapat kita amati. Misalnya proses pertumbuhan, munculnya sifat-sifat kelamin sekunder dan lain sebagainya, sedang yang tidak bisa kita amati misalnya pengaturan kadar gula darah, pengaturan ion dalam tubuh, pembentukan sel telur dan sperma dan lain sebagainya. Hormon merupakan zat kimia pengatur aktifitas tubuh. Hormon berasal dari bahasa yunani hormein yang berarti merangsang. Hormon merupakan senyawa kimia hasil sekresi dari kelenjar-kelenjar endokrin (kelenjar buntu) yang langsung disekresesikan ke sel-sel sasaran / target melalui darah untuk mengatur aktivitas sel/jaringan tersebut.

Struktur Sistem Endokrin.
Dalam tubuh manusia terdapat beberepa kelenjar endokrin penghasil hormon. Kelenjar satu dengan yang lainnya memiliki sifat dan fungsi yang berbeda-beda. Hormon prolagtin diproduksi dalam jumlah banyak setelah seorang ibu melahirkan.Hormon testosteron belum banyak diproduksi pada anak balita laki-laki, tetapi hormon insulin sudah diproduksi.
 Persebaran kelenjar penghasil hormon di dalam tubuh terjadi secara merata. Hipofisis
 merupakan kelenjar penghasil hormon terbesar dan hormon yang dihasilkan mempengaruhi organ atau kelenjar lainnya untuk mensekresi hormon. Karena pengaruh terhadap organ lain atau kelenjar lainnya cukup kuat maka hipofisis disebut master of gland. Berikut macam-macam hormon yang dihasilkan oleh kelenjar yang terdapat ditubuh manusia :
1. Kelenjar Hipothalamus
Menghasilkan hormon : vasopresin (ADH), oksitosin, dan hormon pelepas. Fungsi : menstimulasi anterior hipofisis, untuk mengkrisikan hormon.

2. Kelenjar Anterior hipofisis
Menghasilkan :
- Growth hormon (GH)/ somatrophik, berfungsi mengatur pertumbuhan :sekresi IGF-1, metabolisme organik kelenjar tiroid
- TSH (Tyroid Stimulating Hormon tirotropin), berfungsi mengatur kelenjar tyroid
- ACTH (adreno cortico tropic hormone), prolaktin, berfungsi pertumbuhan payudara dan sintesa susu.
- Gonatropik hormon, FSH ( folivle stimulating hormon) berfungsi mengendalikan gonad (produksi gamet dan sekresi hormon kelamin)
- Gonatropik hormon, LH (luteinizing hormone), berfungsi mendorong ovulasi (pelepasan sel telur)

3. Hipofisis superior
Menghasilkan :
- Oksitosin, berfungsi mengatur kontraksi dinding rahim, sekresi air susu
- Vasoptosis (ADH: anti diuresstic hormone), berfungsi air oleh ginjal, tekanan darah

4. Korteks adrenal
Menghasilkan :
- Kortisol : mengatur metabolisme organik, merespon stress atau tekanan, sistem imun (kekebalan)
- Androgen, berfungsi mengatur pertumbuhan sifat kelamin wanita.
- aldosterone, berfungsi mengatur pengeluaran ion Na, K dan asam ginjal.

5. Medula Adrenal
Menghasilkan :
- Epineprin, berfungsi mengatur metabolisme organik.
- norepinetrin, berfungsi kadiofaskuler dan merespon sters/tekanan
- Kalsitosin, kalsium plasma mengatur kadar gula darah
-Tyroksin (T4) dan  triodo thyronin, berfungsi mengatur kecepatan metabolisme pertumbuhan, mengatur kerja dan fungsi otak.

6. Parathyroid
Menghasilkan :
- parathyroid hormone (parathormone : PTH, PH), berungsi menngatur fosfat dan kalsium plasma

7. Ovarium
Menghasilkan :
- estrogen, berfungsi mengatur sistem reproduksi
- progresteron, berfungsi mengatur pertumbuhan dan perkembangan

8. Testis
Menghasilkan:
- relaksin, berrfungsi mengatur relaksasi cervix
- testosteron, berfungsi mengatur sistem repruduksi pertumbuhan dan perkembangan.

9. Pankreas
Menghasilkan :
- insulin, berfungsi mengatur metabolisme organik
- glukakon, berfungsi mengatur gula plasma

10. Ginjal
Menghasilkan :
- Renin (angiotensin II), berfungsi mengatur sekresi aldosteron dan tekanan darah
- Erytropoietin, berfungsi produksi eritrosit
- 1,25 dihydroksi vitamin D3. berfungsi absorbsi Ca oleh usus halus.

11. Saluran bastrointestinal
Menghasilkan :
- gastrin, sekretin berfungsi mengatur saluran gastro intestinal, hati, pankreas dan kantung empedu
- Koleistokinin, berfungsi untuk pertumbuhan

12. Hati
Menghasilkan :
- Taktor pertumbuhan seperti insulin yang berfungsi untuk mengatur limfosit

13. Thymus
Menghasilkan Thyamosin (thymopoetin) berfungsi mengatur ritme tubuh

14. Pineal
Menghasilkan Melatomin yang berfungsi mengatur sekresi corpus luteum.

15. Plasenta
Menghasilkan  Chrisionik gonadotropin, progeresteron strogen dan , berfungsi mengatur sistem reproduksi, buah dada, pertumbuhan dan perkembangan

16. Jantung
Menghasilkan Atrial natruretic factor (ANH, atriopeptin), berfungsi mengatur ekskresi ion Na oleh ginjal, dan mengatur tekanan darah
Macam-macam sekresi hipofisis dan fungsinya


MATERI SISTEM KOORDINASI :
  1. ALAT INDERA-INDERA PENCIUMAN/PEMBAU 
  2. ALAT INDERA-INDERA PENDENGARAN 
  3. ALAT INDERA-INDERA PENGECAP 
  4. ALAT INDERA-INDERA PERABA 
  5. ALAT-ALAT INDERA-INDERA PENGLIHATAN
  6. GANGGUAN/PENYAKIT PADA SISTEM SARAF.
  7. MEKANISME KERJA OBAT BERBAHAYA
  8. MEKANISME PENGATURAN OLEH SISTEM SARAF
  9. PENGARUH AKOHOL, NIKOTIN DAN ZAT PSIKOTROPIKA
  10. SISTEM HORMON
  11. SISTEM INDERA
  12. SISTEM SARAF PUSAT MANUSIA
  13. SISTEM SARAF TEPI MANUSIA
  14. SISTEM SYARAF
  15. STRUKTUR HORMON, DAN GANGGUAN PADA SISTEM ENDOKRIN
  16. STRUKTUR SEL SARAF MANUSIA
  17. STRUKTUR SISTEM ENDOKRIN
  18. STRUKTUR SISTEM SARAF MANUSIA
  19. soal biologi sistem Koordinasi


Sumber :
BIOLOGI untuk SMA/MA kelas XI, R Gunawan Susilowarno, PT Grasindo, 2007

https://istanamengajar.wordpress.com/2013/06/03/sistem-hormon-pada-manusia/

0 komentar:

Poskan Komentar

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!