Sabtu, 28 Maret 2015

Otak
Berat otak manusia kerang lebih 2% dari berat badan orang dewasa. Orang menerima 20% darah yang dipompakan dari jantung dan memerlukan sekitar 20% pemakaian oksigen tubuh serta membutuhkan sekitar 20% pemakaian oksigen tubuh serta membutuhkan sekitar 400 kkal energi setiap harinya. Otak merupakan jaringan yang paling banyak memakai energi dalam seluruh tubuh manusia, terutama yang berasal dari proses metabolisme oksiasi glukosa. Jaringan otak sangat rentan akan kebutuhan akan oksigen dan glukosa melalui aliran darah. Aktifitas otak yang tidak pernah berhenti ini berkaitan dengan fungsinya yang kritis sebagai pusat efektor integrasi dan koordinasi organ-organ sensorik dan sistem perifer tubuh serta fungsinya sebagai pengatur informasi yang masuk, simpanan pengalaman, impuls yang keluar dan tingkah laku.
Otak terdapat di dalam tulang tengkorak dan diselubungi oleh selaput meninges. Selaput meninges terdiri dari tiga lapis, yaitu durameter (lapisan terluaryang menempel pada tulang), arachnoid (lapisan tengah), dan piameter (lapisan yang paling dalam yang menempel pada sumsum otak)
Otak manusia terdiri atas 4 bagian, yaitu otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebelum), otak tengah (mesecephalon), dan otak depan (diensefalon).

1. Cerebrum (Otak Besar)
Cerebrum merupakan bagian otak yang berbentuk oval, ukurannya paling besar dan paling menonjl, dan terletak pada bagian depan atas tulang tengkorak. Di sini terletak pusat-pusat saraf yang mengatur semua kegiatan sensorik dan motorik, mengatur proses penalaran, ingatan, dan kecerdasan. Cerebrum dibagi menjadi hemister kanan dan hemisfer kiri oleh suatu lekuk atau celah dalam yang disebut fisura longitoudinalis mayor. Bagian luar hemister serebri terdari substansi grisea (abu-abu) yang disebut sebagai korteks serebri, terletak di atas substansia alba (putih) yang merupakan bagian dalam himister dan dinamakan pusat medula. Kedua hemister saling dihubungkan oleh suatu pita serabut lebar disebut korpus kalosum. Di dalam substansia alba tertanam keompok massa substansia grisea yang disebut ganglia basalis. Pusat aktifitas sensorik dan motorik pada masing-masing hemister rangka dua dan sebagian besar berkaitan dengan bagian tubuh yang berlawanan. Hemister serebri kanan mengatur bagian tubuh sebelah kiri dan hemister serebri sebelah keri mengatur bagian tubuh sebelah kanan.
Otak besar dibagi menjadi empat bagian, yaitu bagian dahi disebut lobus frontalis, bagian ubun-ubun disebut lobus parientalis, bagian pelipis disebut lobus temporalis, dan bagian belakang disebut lobus oksipitalis.
a). Bagian dahi (lobus frontalis) fungsi bagian ini bertanggung jawab terhadap tiga fungsi utama, yaitu:
- aktivitas motorik  volunter
- kemampuan berbicara dan berbahasa
- elaborasi pikiran
b). Bagian ubun-ubun (lobus parientalis) berfungsi untuk menerima dan mengolah masukan sensorik seperti sentuhan, tekanan, panas, dingin, dan nyeri dari permukaan tubuh serta merasakan kesadaran mengenai posisi tubuh.
c). Bagian pelipis (lobus temporalis) berfungsi sebagai pusatpendengaran
d). Bagian belakang (lobus oksipitalis) berfungsi sebagai pusat penglihatan.

2. Diensefalon (Otak Depan)
Otak depan (diensefalon) biasanya dibagi menjadi empat wilayah, yaitu talamus, subtalamus, ipitalamus dan hipotalamus. Diensefalon memproses rangsang sensorik dan membantu memulai atau memodifikasi reaksi tubuh terhadap rangsang. Selain fugsinya sebagai pusat sensorik primitif
, talamus juga berperan penting dalam integrasi ekspresi motorik karena hubungan fungsinya terhadap pusat motorik utama dalam korteks motorik serebri, serebelum dan ganglion basalis.
Hipotalamus adalah kumpulan nukleus khusus dan serat-serat yang terkeait yang terletak di bawah talamus. Hipotalamus berkaitan dengan pengaturan rangsang dari sistem susunan saraf otonom perifer yang menyertai ekspresi tingkah laku dan emosi. Dengan demikian, hipotalamus berperan penting dalam pengaturan hormon-hormon.
Secara khusus hipotalamus berfungsi untuk :
- mrngontrol suhu tubuh
- mengontrol rasa haus dan mengeluarkan urine
- mengontrol sekrsi hormon-hormon hipofisis anterior
- menghasilkan hormon-hormon hipofisis posterior
- mengontrol asupan makanan
- mengontrol kontraksi uterus dan pengeluaran susu
- pusat koordinasi sistem saraf otonom utama yang kemudian mempengaruhi semua otot polos, otot jantung dan kelenjar eksokrin
- berperan dalam pola perilaku dan emosi.

3. Mesencephalon (Otak Tengah)
Mesencepalon (otak tengah) manusia mempunyai ukuran kecil dan terletak di depan otak kecil. Otak tengah mempunyai saraf okulomotoris (saraf yang berhubungan dengan pusat pergerakan mata) sehingga berfungsi untuk mengatur refleks kejap mata.

4. Serebelum (Otak Kecil )
Serebelum terletak di dalam fiskrani posterior dan ditutupi oleh durameter yang menyerupai atap tenda, yaitu tentorium yang memisahkannya dari bagian posterior cerebrum. Serebelum terdiri dari bagian tengah, vermis, dan dua hemister lateral. Semua aktivitas serebelum berada di bawah kesadaran. Fungsi utama serebelum adalah sebagai pusat refleks mengkoordinasi dan memperhalus gerakan otot, serta mengubah tonus dan kekuatan kontraksi untuk mempertahankan keseimbangan dan sikap tubuh.

Batang Otak
Ke arah kaudal batang otak berlanjut sebagai medula spinalis dan ke rostal berhubungan langsung dengan pusat-pusat otak yang lebih tinggi. Bagian-bagian batang otak dari bawah ke atas adalah medula oblongata, pons paroli dan mesensefalon (otak tengah)
Medula oblongata berfungsi untuk :
- merupakan pusat pengaturan refleks-refleks otot yang terlibat dalam kesimbangan dan postur tubuh.
- untuk mengontrol aktivitas jantung, vasokonstrikti pembuluh darah, pernapasan, bersin, batuk dan aktivitas pencernaan seperti menelan, pengeluaran air liur dan muntah.
- untuk memodulasi sensasi nyeri
- pusat dari 12 pasang saraf cranial, kecuali saraf vagus
- membantu mengarahkan perhatian atau konsentrasi.
Pons (latin = jembatan) berupa jembatan serabut-serabut yang menghubungkan kedua hemisfer serebelum dan menghubungkan mesensefalon di sebelah atas denngan medula oblongata di bawah. Bagian bawah pons berperan dalam pengaturan pernapasan. Selain itu, bagian bawah pons berfungsi sebagai pusat saraf kranial V (trigeminus), VI (abdusen) dan VII (fasialis).

Medula Spinalis (Sumsum Tulang Belakang)
Sumsum tulang belakang merupakan jaringan saraf yang memanjang dari bagian bawah sumsum lanjutan (medula oblongata) sampai ke kanal vertebrae. Saraf spinalis keluar dari setiap sisi foramen di antara tulang belakang saraf spinal yang keluar dari medula spinalis ada 31 pasang, yaitu :
- di daerah sevikal 8 pasang
- di daerah thoraks 12 pasang
- di daerah lumbal 5 pasang
- di daerah sakral 5 pasang
- di daerah koksigeus 1 pasang
Fungsi sumsum tulang belakang adalah sebagai berikut :
- menghantarkan rangsang dari dan ke otak dengan seluruh bagian tubuh
- tempat berjalannya gerak refleks.Gerak refleks adalah gerak yang tidak disengaja atau tidak disadari. Impuls yang menyebabkan gerakan ini disampaikan melalui jalan yang sangat singkat dan tidak melewati otak. Contoh gerak refleks adalah sebagai berikut:  Terangkatnya kaki jika terinjak sesuatu; gerakan menutup kelopak mata dengan cepat jika ada benda asing yang masuk ke mata;  menutup hidung pada waktu mencium bau yang sangat busuk ; gerakan tangan menangkap benda yang tiba-tiba terjatuh; gerakan tangan melepaskan benda yang bersuhu tinggi

Pada gambar diatas dapat diamati, bahwa sel saraf aferent terletak di bagian dari akar dorsal, sel saraf eferent terletak di bagian tanduk dari akar ventral, sedangkan interneuron (saraf konektor) terletak diantara kedua sel saraf tersebut.

Gerak Reflek
Gerak reflek merupakan gerak yang tidak disadari yang terjadi secara cepat dan spontan untuk menghindarkan dari rangsangan yang membahayakan. Gerak refleks berfungsi sebagai respon untuk melindungi tubuh dari rangasangan yang membahayakan atau mencelakakan.
Impuls pada gerak refleks tidak melalui otak, tetapi hanya melintas di sumsum tulang belakang. Jarak terpendek yang dilalui impuls untuk gerak refleks disebut lengkung refleks. Lengkung refleks pada refleks sumsum tulang belakang adalah reseptor - saraf sensorik - sumsum tulang belakang - saraf motorik - efektor. Contoh refleks sumsum tulang belakang adalah refleks lutut.
Berdasarkan reaksi yang terjadi dari suatu refleks, gerak refleks dibedakan menjadi dua, yaitu refleks tunggal (sederhana) dan refleks kompleks. Refleks sederhana adalah refleks yang hanya menyertakan efektor tunggal. Misalnya tangan tersentuh api, langsung tangan diankat sambil berteriak.
Selain refleks sumsum tulang belakang, juga diketahui adanya refleks otak. Refleks otak bersifat menurun pada anak-anaknya, contoh refleks pupil mata dan refleks kejap mata.


MATERI SISTEM KOORDIAI :
  1. ALAT INDERA-INDERA PENCIUMAN/PEMBAU 
  2. ALAT INDERA-INDERA PENDENGARAN
  3. ALAT INDERA-INDERA PENGECAP 
  4. ALAT INDERA-INDERA PERABA 
  5. ALAT-ALAT INDERA-INDERA PENGLIHATAN 
  6. GANGGUAN/PENYAKIT PADA SISTEM SARAF.
  7. MEKANISME KERJA OBAT BERBAHAYA
  8. MEKANISME PENGATURAN OLEH SISTEM SARAF
  9. PENGARUH AKOHOL, NIKOTIN DAN ZAT PSIKOTROPIKA
  10. SISTEM HORMON
  11. SISTEM INDERA
  12. SISTEM SARAF PUSAT MANUSIA
  13. SISTEM SARAF TEPI MANUSIA
  14. SISTEM SYARAF
  15. STRUKTUR HORMON, DAN GANGGUAN PADA SISTEM ENDOKRIN
  16. STRUKTUR SEL SARAF MANUSIA
  17. STRUKTUR SISTEM ENDOKRIN
  18. STRUKTUR SISTEM SARAF MANUSIA
  19. soal biologi sistem Koordinasi



Sumber :
BIOLOGI untuk SMA/MA kelas XI, R Gunawan Susilowarno, dkk, PT Grasindo, 2007


0 komentar:

Poskan Komentar

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!