Rabu, 25 Maret 2015



Paru-paru sebagai alat ekskresi bertugas mengeluarkan zat sisa metabolisme yang berupa gas, yaitu gas karbondioksida (CO2) dan uap air (H2O). Sisa metabolisme diangkut oleh darah menuju ke paru-paru untuk dibuang. Proses pembuangan diawali dengan difusi CO2 dari sel-sel ke dalam darah, melalui cairan jaringan dan akhirnya masuk ke dalam alveolus. Dari alveolus CO2 akan dikeluarkan melalui udara yang dihembuskan pada saat ekspirasi.
 
Struktur Paru-Paru
Struktur Paru-paru sangatlah berbeda dengan rongga hidung dan tenggorokan. Paru-paru terletak di dalam rongga dada bagian atas, di bagian samping dibatasi oleh otot dan rusuk dan di bagian bawah dibatasi oleh diafragma yang berotot kuat. Paru-paru ada dua bagian yaitu paru-paru kanan (pulmo dekster) yang terdiri atas 3 lobus dan paru-paru kiri (pulmo sinister) yang terdiri atas 2 lobus. Paru-paru dibungkus oleh dua selaput yang tipis, disebut pleura. Selaput bagian dalam yang langsung menyelaputi paru-paru disebut pleura dalam (pleura visceralis) dan selaput yang menyelaputi rongga dada yang bersebelahan dengan tulang rusuk disebut pleura luar (pleura parietalis).
Antara selaput luar dan selaput dalam terdapat rongga berisi cairan pleura yang berfungsi sebagai pelumas paru-paru. Cairan pleura berasal dari plasma darah yang masuk secara eksudasi. Dinding rongga pleura bersifat permeabel terhadap air dan zat-zat lain.
Paru-paru tersusun oleh bronkiolus, alveolus, jaringan elastik, dan pembuluh darah. Paru-paru berstruktur seperti spon yang elastis dengan daerah permukaan dalam yang sangat lebar untuk pertukaran gas.
Di dalam paru-paru, bronkiolus bercabang-cabang halus dengan diameter kurang lebih 1 mm, dindingnya makin menipis jika dibanding dengan bronkus.
Bronkiolus tidak mempunyi tulang rawan, tetapi rongganya masih mempunyai silia dan di bagian ujung mempunyai epitelium berbentuk kubus bersilia. Pada bagian distal kemungkinan tidak bersilia. Bronkiolus berakhir pada gugus kantung udara (alveolus).



Alveolus terdapat pada ujung akhir bronkiolus berupa kantong kecil yang salah satu sisinya terbuka sehingga menyerupai busa atau mirip sarang tawon. Oleh karena alveolus berselaput tipis dan di situ banyak bermuara kapiler darah maka memungkinkan terjadinya difusi gas pernapasan. Maka jelaskan bahwa Struktur Paru-paru manusia sangatlah rumit namun begitu kita bisa mempelajarinya,.      (Sumber http://paru-paru.com/struktur-paru-paru/) 

Cara Kerja Paru-Paru. 

- Jika Oksigen sudah sampai pada bronkus, maka oksigen siap untuk masuk ke dalam saluran paru - paru.
- Oksigen akan berdifusi lewat pembuluh darah berupa kapiler - kapiler arteri dengan cara difusi. Kapiler - kapiler ini terdapat pada alveolus yang merupakan cabang dari Bronkiolus. Pada alveolus ini akan terjadi pertukaran gas oksigen dengan karbondioksida.
- Oksigen diikat oleh hemoglobindalam sel - sel darah merah (eritrosit), lalu diedarkan ke seluruh sel - sel tubuh  yang nantinya akan digunakan oleh mitokondoria alam respirasi tingkat seluler untuk menghasilkan energi berupa ATP (Adenosin Tripospat)
- Karbondioksida akan dibawa oleh kapiler vena untuk dibawa ke alveolus dan akan dikeluarkan di alveolus melalui proses respirasi. (http://carapedia.com/kerja_paru_paru_manusia_info2025.html)
Paru-paru berfungsi sebagai penyuplai oksigen bagi tubuh kita, dan ia bekerja secara otomatis. Ketika tubuh bekerja keras, paru-paru akan bekerja lebih cepat. Sebaliknya, ketika tubuh dalam keadaan santai, paru-paru juga bekerja dengan lebih pelan.
Manusia menghirup udara untuk mendapatkan oksigen, namun tidak semua udara yang dihirup dapat digunakan oleh tubuh, karena udara tercampur dengan berbagai jenis gas. Pada waktu kita bernapas, paru-paru menarik udara dari ruang tenggorokan. Saat dihembuskan, rangka tulang rusuk tertarik ke arah dalam, dan diafragma di bawah tulang rusuk bergerak ke atas. Ketika paru-paru mengecil, udara yang ada di dalam kantung udara sedikit demi sedikit terdorong ke luar melalui batang tenggorokan. (Sumber: http://ilmu-kesehatann.blogspot.com/2013/07/pengertianfungsidan-cara-kerja-paru-paru.html).   

Fungsi Paru-Paru
Paru-paru berfungsi sebagai pertukaran oksigen dan karbondioksida yang tidak dibutuhkan tubuh. Selain itu masih banyak lagi fungsi paru-paru diantaranya sebagai penjaga keseimbangan asam basa tubuh. bila terjadi acidosis, maka tubuh akan mengkompensasi dengan mengeluarkan banyak karbondioksida yang bersifat asam ke luar tubuh. Dalam system ekskresi, fungsi paru-paru adalah untuk mengeluarkan karbondioksida dan uap air. Dalam system pernapasan, fungsi paru-paru adalah untuk proses pertukaran oksigen dan karbondioksida di dalam darah. Dalam sistem peredaran darah, fungsi paru-paru adalah untuk membuang karbondioksida di dalam darah dan menggantinya dengan oksigen.
Didalam paru-paru terjadi proses pertukaran antara gas oksigen dan karbondioksida. Setelah membebaskan oksigen, sel-sel darah merah menangkap karbondioksida sebagai hasil metabolisme tubuh yang akan dibawa ke paru-paru. Di paru-paru karbondioksida dan uap air dilepaskan dan dikeluarkan dari paru-paru melalui hidung. (sumber: http://hedisasrawan.blogspot.com/2013/03/paru-paru-artikel-lengkap.html).  

MATERI YANG TERKAIT :
  1. GANGGUAN ATAU PENYAKIT SERTA TEKNOLOGI PENANGGULANGAN KELAINAN SISTEM EKSKRESI
  2. GINJAL (STRUKTUR DAN FUNGSI)
  3. HATI MANUSIA
  4. KULIT MANUSIA
  5. PARU-PARU MANUSIA
  6. PENGERTIAN SISTEM EKSKRESI
  7. SISTEM EKSKRESI PADA HEWAN
  8. Soal Sistem Ekskresi (2)
  9. soal biologi sistem ekskresi
  10. soal biologi sistem ekskresi (2)


Sumber :

BIOLOGI untuk SMA/MA Kelas XI, R Gunawan Susilowarno, dkk, Penerbit Grasindo, 2007

0 komentar:

Poskan Komentar

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!