Selasa, 03 Maret 2015

Hormon dihasilkan oleh kelenjar endokrin atau kelenjar buntu dan berfungsi mengatur pertumbuhan, metabolisme, keseimbangan internal reproduksi dan tingkah laku.
Sistem endokrin menyalurkan informasi degan perantaraan zat kimia yaitu hormon. Respon hormonal dapat berlangsung dalam waktu yang lama. Misalnya proses metabolisme, proses pembentukan sel-sel kelamin.

Kelenjar Hipofisa (the master of gland/kelenjar pituitari)
Hormon-hormon hipofisa banyak mempengaruhi kelenjar endokrin lain. Kerjanya tidak dipengaruhi saraf tapi oleh hhipotalamus. Kelenjar hipofisa terbagi menjadi :
a. Lobus anterior
- GH (Growth Hormon), untuk pertumbuhan
- PRL (prolactin), untuk memacu produksi air susu
- ACTH (Adeno Cortico Tropic Hormon), untuk memacu sekresi hormon dari kelenjar adrenal (bagian korteks)
- TSH (Thyroid Stimulating Hormone), untuk mengendalikan kelenjar tiroid
- FSH (Follicle Stimulating Hormone), untuk merangsang produksi sel telur dan sperma.
- LH (Luteinizing Hormone), untuk merangsang produksi sel telur dan sperma.

b. Lobus Posterior
Lobus posterior tidak menghasilkan hormon tetapi menyimpan hormon yang dihasilkan neuron yang berada di hipotalamus, yang berupa :
- OT (Oxytocin), yang berfungsi merangsang otot polos uterus wanita hamil dan merangsang saluran kelenjar susu.
- ADH (Anti Deuretic Hormone), berfungsi mengurangi produksi urine, pada saat kadar air tubuh menurun dan menghindari hidrasi.

c. Lobus Intermedia
MSH (Molanocyte Stimulating Hormone), untuk mempengaruhi pigmentasi kulit. Pada manusia, lobus intermedian mengalami rudimenter.

Kelenjar tiroid
Kelenjar ini menghasilkan hormon,
- tiroksin dan triiodotironin
- kalsitonin yang bekerja antagonistik dengan parathormon yang dihasilkan oleh kelenjar paratiroid

Kelenjar paratiroid, untuk menghasilkan parathormon untuk mengatur kadar fosfor dan kalsium darah.
Kelenjar lambung, hormon yang disekresi lambung adalah gastrin yang berfungsi merangsang sekresi getah lambung.
Kelenjar usus halus, sebagai usus halus mengeluarkan dua hormon, yaitu :
- kolesistokinin, berfungsi merangsang sekresi getah empedu dari hepar
- sekretin, berfungsi merangsang pengeluaran getah pankreas untuk proses pencernaan.

Kelenjar pankreas (pulau-pulau Langerhans)
Merupakan kelompok sel yang menghasilkan hormon yang ada kaitannya dengan metabolisme gula, yaitu hormon insulin dan glukagon.

Kelenjar Adrenal (anak ginjal)
Menghasilkan hormon epinefrin (Adrenalin), yang memegang peran dalam menaikkan kadar glukosa darah dan hormon kortison (mineral-kortikoid dan glukokortikoid) yang berperan pada metabolisme garam mineral serta karbohidrat.

Kelenjar Gonad.
Pada wanita menghasilkan hormon estrogen dan progresteron yang memegang peran dalam mempertahankan sifat kewanitaa, menstruasi, kehamilan dan proses menyusui. Pada pria menghasilkan hormon testosteron yang berfungsi mempertahankan sifat kejantanan pada pria.

Kelenjar timus, kelenjar ini hanya terlihat pada bayi masa pertumbuhan saja. Berfungsi sebagai tempat penimbunan hormon somatotropin

MATERI BIOLOGI SISTEM KOORDINASI :
  1. ALAT INDERA-INDERA PENCIUMAN/PEMBAU 
  2. ALAT INDERA-INDERA PENDENGARAN 
  3. ALAT INDERA-INDERA PENGECAP 
  4. ALAT INDERA-INDERA PERABA 
  5. ALAT-ALAT INDERA-INDERA PENGLIHATAN 
  6. GANGGUAN/PENYAKIT PADA SISTEM SARAF.
  7. MEKANISME KERJA OBAT BERBAHAYA
  8. MEKANISME PENGATURAN OLEH SISTEM SARAF
  9. PENGARUH AKOHOL, NIKOTIN DAN ZAT PSIKOTROPIKA
  10. SISTEM HORMON
  11. SISTEM INDERA
  12. SISTEM SARAF PUSAT MANUSIA
  13. SISTEM SARAF TEPI MANUSIA
  14. SISTEM SYARAF
  15. STRUKTUR HORMON, DAN GANGGUAN PADA SISTEM ENDOKRIN
  16. STRUKTUR SEL SARAF MANUSIA
  17. STRUKTUR SISTEM ENDOKRIN
  18. STRUKTUR SISTEM SARAF MANUSIA
  19. soal biologi sistem Koordinasi

0 komentar:

Poskan Komentar

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!