Minggu, 05 April 2015

Saat kondisi sehat. hidung kita dapat mengnali berbagai aroma yang terdapat disekitar kita.


Struktur Indera Penciuman
Pada  daerah puncak rongga hidung dan meluas ke bawah yang berwarna coklat kekuning-kuningan merupakan daerah yang mengandung reseptor penciuman, disebut daerah olfaktori atau mukosa olfaktori. Jaringan epitel penyusun daerah tersebut adalah epitel silindris bertingkat, yang tersusun atas tiga jenis sel, yaitu sel penyokong, sel basal dan sel olfaktorius.
a. Sel Penyokong.
Sel-sel ini berbentuk silindris, tinggi ramping dan relatif lebar dibagian puncaknya, serta menyempit dibagian dasarnya. Di permukaan apikal sel terdapat mikrofili yang menonjol di dalam lapisan mukus.
b. Sel Basal
Sel berbentuk kerucut, kecil dengan inti berbentuk lonjong, dan gelap terletak di antara sel-sel penyokong di bagian dasar. Sel-sel ini dianggap sel induk yang mampu berkembang menjadi sel penyokong.
c. Sel Sensorik/Sel Olfaktoria.
sel-sel sensorik tersebar di antara sel-sel penyokong dan merupakan modifikasi sel bipolar dengan sebuah badan sel, sebuah dendrit yang meninjol dipermukaan, dan sebuah akson yang masuk lebih dalam ke lamina propria. Dendrit-dendrit mempunyai struktur seperti bola kecil yang disebut vesikula olfaktori. Dari vesikula-vesikula keluar rambut-rambut (silia) yang berfungsi sebagai reseptor. Rangsangan yang diterima oleh sel-sel ini akan diantarkan ke bulbus olfaktorius di otak melalui saluran halus di tulang etmoid.

Macam-Macam Gangguan Pada Hidung : 
a. Salesma (COLD) dan Influenza (FLU)
Salesma dan infuenza merupakan infeksi pada alat pernapasan yang disebabkan oleh virus, dan umumnya dapat menyebabkan batuk, pilek, sakit leher dan kadang-kadang panas atau sakit pada persendian. Gejala yang mengiringi diantaranya mencret ringan, terutama pada anak kecil. Salesma dan influenza hampir selalu sembuh sendiri tanpa obat. Pencegahan bias dilakukan dengan  minum air panas dan cukup istirahat.
b. Hidung tersumbat dan pilek
Hidung yang tersumbat atau pilek dapat terjadi karena salesma atau alergi. Banyak lendir dalam hidung menyebabkan infeksi telinga pada anak-anak atau gangguan sinus (peradangan gawat dan berlangsung lama pada rongga tulang yang berhubungan dengan rongga hidung) pada orang dewasa.
c. Gangguan Sinus (SINUSITIS)
 Sinusitis merupakan peradangan sinus, yaitu rongga-rongga dalam tulang yang berhubungan dengan rongga hidung, yang gawat dan biasanya terjadi dalam waktu menahun (kronis). Tanda-tanda: Sakit pada muka di sekitar mata. Pada daerah ini jika mengetuk tulang atau menundukkan kepala, muka akan terasa sakit. Hidung sering kali tersumbat oleh adanya nanan atau ingus yang kental. Kadang-kadang diikuti oleh panas
d. Alergi (RHINITIS ALLERGICA)
 Rhinitis Allergica disebabkan oleh adanya reaksi alergi pada hidung yang ditimbulkan oleh masuknya substansi asing ke dalam saluran tenggorokan.


MATERI SISTEM KOORDINASI :
  1. ALAT INDERA-INDERA PENCIUMAN/PEMBAU 
  2. ALAT INDERA-INDERA PENDENGARAN 
  3. ALAT INDERA-INDERA PENGECAP 
  4. ALAT INDERA-INDERA PERABA 
  5. ALAT-ALAT INDERA-INDERA PENGLIHATAN 
  6. GANGGUAN/PENYAKIT PADA SISTEM SARAF.
  7. MEKANISME KERJA OBAT BERBAHAYA
  8. MEKANISME PENGATURAN OLEH SISTEM SARAF
  9. PENGARUH AKOHOL, NIKOTIN DAN ZAT PSIKOTROPIKA
  10. SISTEM HORMON
  11. SISTEM INDERA
  12. SISTEM SARAF PUSAT MANUSIA
  13. SISTEM SARAF TEPI MANUSIA
  14. SISTEM SYARAF
  15. STRUKTUR HORMON, DAN GANGGUAN PADA SISTEM ENDOKRIN
  16. STRUKTUR SEL SARAF MANUSIA
  17. STRUKTUR SISTEM ENDOKRIN
  18. STRUKTUR SISTEM SARAF MANUSIA
  19. soal biologi sistem Koordinasi


Sumber :
BIOLOGI kelas XI untuk SMA/MA, R Gunawan Susilowarno, dkk. Grasindo, 2007
http://wirawan-blogs.blogspot.com/2010/09/penyakit-hidung-dan-pencegahannya_24.html
http://pelajaranbiologi.info/indra-peraba-atau-perasa-kulit-dan-indra-pembau/

0 komentar:

Poskan Komentar

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!