Kamis, 02 April 2015

Salah satu peran bioteknologi dalam bidang kesehatan adalah dihasilkan senyawa antibiotik  yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Antibiotik pertamakali ditemukan oleh Sir AlexanderFleming pada tahun 1928. Antibiotik tersebut dihasilkan oleh kapang Pencillium notatum sehingga disebut penisilin. Beberapa tahun kemudian ditemukan strain lain, yaitu P, chrysogenum, yang memiliki kemampuan produksi lebih baik.
Penicillium notatum
Melalui perbaikan genetik, kemampuan produksinya dapat ditingkatkan 3000 kali dari galur asalnya. Sebagian besar antibiotik dihasilkan oleh ka pang jamur tertentu atau bakteri dari kelompok actinomycetes yang umumnya terdapat di tanah. Produksi massal antibiotik pertamakali dimulai tahun 1940-an. Pada awalnya antibiotik diproduksi secara alami, tetapi sekarang telah dimodifikasi secara kimia sehingga merupakan proses semisintesis. Antibiotik disekresi oelh kapang ke dalam larutan kultur setelah fase pertumbuhan inisial selesai. Selain penisilin, antibiotik lain yang sudah diproduksi secara masal saat ini jumlahnya sudah mencapai ribuan, diantaranya adalah streptomicin, ampisilin, tetrasiklin, sefaloporin, metisilin, oksasilin, dan eritromisin. Biaya produksi antibiotik, seperti penisilin, dapat ditekan dengan dikembangkannya mikroorganisme strain baru melalui teknik rekayasa genetik.
Mikroorganisme yang direkayasa genetikanya dapat memberikan harapan baru untuk melawan kanker. Salmonella typhimurium, yaitu suatu bakteri yang biasanya menyebabkan keracunan pangan, dapat digunakan untuk melawan tumor dan kanker secara sistematis. Bakteri tersebut direkayasa secara genetika agar dapat membunuh sel kanker, tetapi tidak merusak atau menjadi patogen pada jaringan tubuh manusia.
Bioteknologi dalam bidang kesehatan juga dapat diterapkan pada domba untuk menghasilkan protein manusia AAT (-1-anttripsin). Protein AAT merupakan enzim yang terdapat dalam darah manusia (beberapa jenis sel darah putih menyekresinya). Fungsinya adalah menghambat kerja enzim protease (enzim elastase) yang terdaapt di dalam paru-paru orang yang menderita emfisema bawaan. Jika tidak dihambaat, elastase dapat merusak elastisitas paru-paru. Orang yang menderita emfisema kekurangan protein AAT. Gen untuk pembentukan AAT dapat dipindahkan ke sel-sel penghasil susu pada kelenjar susu domba. Selanjutnya domba akan menyekresi antienzim dalam susunya yang dapat diekstrasi dan dimurnikan.
Rekayasa genetik juga dapat digunakan untuk menghasilkan vaksin hepatitis B. Caranya, gen-gen untuk selubung protein virus hepatitis dimasukkan ke dalam sel-sel ragi.Jika sel-sel ragi itu dikulturkan, mereka akan menghasilkan suatu protein yang berperan sebagai suatu antigen (vaksin) dan merangsang pembentukan antibodi terhadap penyakit.
Tanaman transgenik telah direkayasa untuk menghasilkan vaksin yang efektif apabila diberikan melalui mulut (secara oral). Vaksin itu meliputi vaksin rabies dan kolera. Beberapa jenis tumbuhan telah digunakan, tetapi tumbuhan yang paling disukai adalah pisang karena harganya murah dan mudah didapat serta dapat dimakan tanpa dimasak lebih dahulu.
Hormon insulin dapat diproduksi dengan cara merekayasa genetika bakteri dan telah digunakn sejak tahun 1982. Hormon insulin manusia yang dihasilkan dengan cara ini lebih murni daripada insulin yang dihasilkan dari babi dan sapi, yang kadang-kadang memicu alergi terhadap protein asing. Hormon lain yang dihasilkan oleh bakteri yang direkayasa genetik adalah hormon pertumbuhan manusia.


(a). pembuatan insulin dilakukan dengan meyisipkan gen insulin ke dalam bakteri
(b). Insulin mudah di dapat oleh penderita diabetes militus dalam bentuk cair


MATERI YANG BERKAITAN :
  1. BIOTEKNOLOGI
  2. DAMPAK BIOTEKNOLOGI
  3. PENGERTIAN dan DASAR PENGEMBANGAN BIOTEKNOLOGI
  4. PERAN BIOTEKNOLOGI DALAM BIDANG KESEHATAN
  5. PERAN BIOTEKNOLOGI DALAM BIDANG PELESTARIAN LINGKUNGAN 
  6. PERAN BIOTEKNOLOGI DALAM BIDANG PERTANIAN DAN PETERNAKAN
  7. PERAN BIOTEKNOLOGI DALAM BIDANG REPRODUKSI
  8. PERAN BIOTEKNOLOGI DALAM INDUSTRI MAKANAN
  9. PERAN BIOTEKNOLOGI DALAM PRODUKSI BAHAN ORGANIK
  10. SERBA-SERBI BIOTEKNOLOGI


Sumber :
Menjelajah Dunia BIOLOGI untuk kelas XII SMA dan MA, Sri Pujiyanto, Penerbit Platinum, 2006

http://budisma.web.id/aplikasi-bioteknologi-bidang-kesehatan/

0 komentar:

Poskan Komentar

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!