Rabu, 22 April 2015

Pertanian, industri, dan transportasi menyebabkan perubahan lingkungan biotik yang menguntungkan. Selain itu juga menyebabkan perubahan lingkungan yang merugikan, yaitu adanya berbagai macam polusi, kerusakan lahan, banjir dan tanah longsor. Kerusakan lingkungan tidak boleh hanya dibiarkan, tetapi harus diperbaiki dengan cara-cara yang sesuai.
Beberapa cara yang sesuai diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Kerusakan hutan dapat diperbaiki dengan cara berikut :
- tebang pilih, yaitu penebangan pohon yang sudah tua atau dewasa dan membiarkan pohon yang masih muda.
- peremajaan, dilakukan untuk mengganti pohon-pohon yang ditebang
- reboisasi, dilakukan pada hutan yang telah rusak karena bencana alam
- tidak melakukan peladangan yang berpindah-pindah.

b. Kerusakan lahan pertanian dapat diperbaiki sebagai berikut :
- mengurangi penggunaan pupuk anorganik (buatan) dan menggalakkan penggunaan pupuk alam (organik)
- menghindari penggunaan pestisida berlebihan dan menggunakan pestisida ramuan alami.
- pengolahan lahan dengan cara yang benar dan tepat, misalnya dengan adannya pergiliran tanaman.

c.  Cara penanggulangan bajir
Banjir merupakan bencana yang umum terjadi diberbagai daerah di Indonesia. Untuk memperbaiki lingkungan dan mengurangi bencana banjir, banyak usaha-usaha yang telah dilakukan antara lain sebagai berikut :
- tidak membuang sampah di saluran air atau di sungai serta mengadakan kegiatan bersih sungai dan pengerukan sedimen sungai
- melestarikan dan menjaga hutan lindung
- membangun dan memelihara waduk dan saluran air.

d. Mengatasi masalah sampah / limbah dilingkungan kita.
Berdasarkan komponen penyusunnya, limbah dibagi menjadi dua, yaitu
- limbah organik dan limbah anorganik. Limbah organik merupakan limbah yang berasal dari bagian organisme, yang dapat terurai secara alami. Limbah ini banyak dihasilkan dari rumah
tangga, seperti sampah dari dapur, sayuran yang telah membusuk, daun, dan kulit buah. Limbah tersebut dapat dimanfaatkan menjadi pupuk dan sumber energi alternatif yang disebut biogas.
 -  anorganik relatif sulit terurai, dan mungkin beberapa bisa terurai tetapi memerlukan waktu yang lama. Limbah tersebut berasal dari sumber daya alam (SDA) yang tidak dapat diperbarui atau yang berasal dari pertambangan seperti minyak bumi, batubara, besi, timah, dan Nikel. Limbah anorganik umumnya berasal dari kegiatan industri tetapi bisa juga dari sampah rumah tangga seperti kaleng bekas, botol, plastik, dan karet sintetis. Limbah anorganik dapat didaur-ulang menjadi bahan yang lebih berguna.
Supaya limbah organik maupun anorganik tidak menimbulkan suatu permasalahan lingkungan, maka perlu adanya penanganan khusus. Contoh penanganan limbah tersebut adalah :
-  dengan penggunaan kembali (reuse)
-  pengurangan jumlah (reduce)
- dan daur ulang (recycle).
Benda-benda yang semula merupakan sampah, ternyata dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain atau diolah menjadi bahan yang bermanfaat. Adanya produk-produk hasil daur ulang membuat ekploitasi alam dapat dikurangi. Dengan begitu, selain mengurangi dampak pencemaran, daur ulang bisa juga mengurangi berbagai perubahan lingkungan.


e. Mengatasi berbagai macam polusi 
1). Penanggulangan Terjadinya polusi Air. 
Untuk mencegah agar tidak terjadi polusi air, dalam aktivitas kita dalam memenuhi kebutuhan hidup hendaknya kita :
- tidak menambah terjadinya bahan pencemar antara lain
- tidak membuang sampah rumah tangga, sampah rumah sakit, sampah/limbah industri secara sembarangan,
- tidak membuang ke dalam air sungai, danau ataupun ke dalam selokan.
- Tidak menggunakan pupuk dan pestisida secara berlebihan, karena sisa pupuk dan pestisida akan mencemari air di lingkungan tanah pertanian.
- Tidak menggunakan deterjen fosfat, karena senyawa fosfat merupakan makanan bagi tanaman air seperti enceng gondok yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran air.
Pencemaran air yang telah terjadi secara alami misalnya adanya jumlah logam-logam berat yang masuk dan menumpuk dalam tubuh manusia, logam berat ini dapat meracuni organ tubuh melalui pencernaan karena tubuh memakan tumbuh-tumbuhan yang mengandung logam berat meskipun diperlukan dalam jumlah kecil. Penumpukan logam-logam berat ini terjadi dalam tumbuh-tumbuhan  karena terkontaminasi oleh limbah industri. Untuk menanggulangi agar tidak terjadi penumpukan logam-logam berat, maka :
-  limbah industri hendaknya dilakukan pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan.
- Limbah industri sebelum dibuang ke tempat pembuangan, dialirkan ke sungai atau selokan hendaknya dikumpulkan di suatu tempat yang disediakan, kemudian diolah, agar bila terpaksa harus dibuang ke sungai tidak menyebabkan terjadinya pencemaran air.
- kalau dapat setelah diolah tidak dibuang ke sungai melainkan dapat digunakan lagi untuk keperluan industri sendiri.
- Sampah padat dari rumah tangga berupa plastik atau serat sintetis yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme dipisahkan, kemudian diolah menjadi bahan lain yang berguna, misalnya dapat diolah menjadi keset.
- Sampah organik yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme dikubur dalam lubang tanah, kemudian kalau sudah membusuk dapat digunakan sebagai pupuk. 
2). Penanganan polusi tanah 
a)  Remidiasi . Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu in-situ (atau on-site) dan ex-situ (atau off-site).
- Pembersihan on-site adalah pembersihan di lokasi. Pembersihan ini lebih murah dan lebih mudah, terdiri dari pembersihan, venting (injeksi), dan bioremediasi.
- Pembersihan off-site meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. Setelah itu di daerah aman, tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar. Caranya yaitu, tanah tersebut disimpan di bak/tanki yang kedap, kemudian zat pembersih dipompakan ke bak/tangki tersebut. Selanjutnya zat pencemar dipompakan keluar dari bak yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah. Pembersihan off-site ini jauh lebih mahal dan rumit.
b).   Bioremediasi. Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun (karbon dioksida dan air). 
3).Penanggulangan Pencemaran Udara
Untuk dapat menanggulangi terjadinya pencemaran udara dapat dilakukan beberapa usaha antara lain: 
- mengganti bahan bakar kendaraan bermotor dengan bahan bakar yang tidak menghasilkan gas karbon monoksida dan diusahakan pula agar pembakaran yang terjadi berlangsung secara sempurna, 
- pengolahan/daur ulang atau penyaringan limbah asap industri, 
- penghijauan untuk melangsungkan proses fotosintesis (taman bertindak sebagai paru-paru kota), dan 
- tidak melakukan pembakaran hutan secara sembarangan, serta melakukan reboisasi/penanaman kembali pohon­pohon pengganti yang penting adalah untuk membuka lahan tidak dilakukan pembakaran hutan, melainkan dengan cara mekanik 
4). Penanggulangan Pencemaran Suara
Untuk meminimalisir polusi suara ini ada berbagai cara yang bisa dilakukan yaitu dengan:
-  meredam bising yang tidak diinginkan dengan suara yang menenangkan, 
- pembangunan bangunan peredam bising, 
- meminimalisir penggunaan kendaraan bermotor, peralatan elektronik dan pemberian peredam suara oleh pabrik untuk produknya yang dirasa menimbulkan kebisingan yang melewati ambang batas pendengaran manusia.

MATERI DAN SOAL PERANAN MANUSIA DALAM KESEIMBANGAN EKKOSISTEM
  1. EKOSISTEM DARAT (TERESTRIAL)
  2. EKOSISTEM PERAIRAN
  3. HUBUNGAN MAKAN DAN DIMAKAN ANTARA MAKHLUK HIDUP
  4. KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT KEGIATAN MANUSIA 
  5. KOMPONEN EKOSISTEM
  6. MACAM-MACAM BENTUK INTERAKSI KOMPONEN BIOTIK-ABIOTIK
  7. MELAKUKAN PERBAIKAN LINGKUNGAN 
  8. PEMANFAATAN DAN DAUR ULANG LIMBAH UNTUK KELESTARIAN LINGKUNGAN
  9. PERANAN MANUSIA DALAM PERUBAHAN LINGKUNGAN 
  10. PIRAMIDA EKOLOGI 
  11. POLUSI 
  12. POLUSI AIR 
  13. SIKLUS BIOGEOKIMIA 
  14. SUKSESI EKOSISTEM
  15. Soal Peranan Manusia dalam Keseimbangan Ekosistem 
  16. UPAYA MANUSIA DALAM MENCEGAH DAN MENANGGULANGI KERUSAKAN LINGKUNGAN


Sumber :
BIOLOGI untuk SMA/MA kelas X, R Gunawan Susilowarno, dkk, Penerbit Grasindo 2007
http://perpustakaancyber.blogspot.com/2012/12/cara-upaya-penanganan-limbah-organik-dan-anorganik.html
http://rumah-sampah.blogspot.com/2013/11/pengelolaan-sampah-organik-dan-anorganik.html
http://tomyputraalafanta.blogspot.com/2014/12/cara-penanggulangan-pencemaran-air.html



0 komentar:

Poskan Komentar

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!