Sabtu, 03 Januari 2015

VIRUS DAN MONERA

Monera berasal dari kata Yunani yang berarti tunggal. Dalam klasifikasi, yang termasuk kigdom monera adalah semua mikroorganisme uniseluler dan prokariotik, yaitu mikroorganisme satu sel yang memiliki asam inti (DNA) terdapat di bagian sitoplasma tetapi tidak terbungkus oleh membran inti (karioteka)
Mikroorganisme yang termasuk dalam Kingdom Monera adalah Bakteri dan Cyanophyta (ganggang biru)

Bakteri (bacterion : batang kecil)
Lendir pada makanan yang basi adalah koloni bakteri, kumpulan dari kapsul bakteri(pembungkus dinding sel bakteri) sejenis yang menguraikan zat-zat yang terdapat pada makanan, sampai makanan itu berubah rasa, dan berbau busuk.
Untuk mengenal lebih jauh tentang bakteri, berikut akan dibahas ciri-ciri, struktur dan perannya bagi kehidupan.
a. Ciri-Ciri Bakteri
1. Uniseluler (bersel tunggal), prokariotik (tidak mempunyai membran inti/membran)
2. Ukurannya sangat kecil, lebar 0,5 - 1,0 milimikron dan panjang 1,0 - 6,0 milimikron, tetapi ada bakteri yang berukuran 100 mikron.
3. Hidup ada yang soliter (secara sendiri-sendiri) dan ada yang koloni (berkelompok), serta ada yang bersimbiosis, parasit dan saprofit.
4. Pada umumnya tidak berkloroplas kecuali bakteriofil atau bakteriopurin.
5. Berkembang biak, secara vegetatif dengan pembelahan biner dan generatif (paraseksual) dengan konjugasi, transformasi dan tranduksi.
6. Hidupnya kosmopolit, artinya bakteri dapat hidup dan ditemukan di mana saja. Akan tetapi, dalam kondisi ekstrem bakteri akan membentuk endospora. Pembentukkan endospora di awali dengan sel mulai mereplikasikan DNAnya dan satu salinan DNAnya d
dikelilinngi oleh dinding sel yang tebal dan kuat. Selanjutnya didnding sel sebelah luar hancur, tetapi endospora tetap bertahan hidup melewati segala jenis trauma yang meliputi kekurangan makanan dan air, panas atau dingin yang eksttrim dan sebagian besar racun. Jika lingkungan sudah berubah menjadi normal kembali endospora akan mengalami hidrasi dan hidup kembalif secara vegetatif membentuk koloni.

Struktur Tubuh bakteri


Bagian-bagian tubuh bakteri secara berurutan dari dalam keluar dapat dilihat pada gambar di atas :
Setiap bagian tubuh yang menyusun tubuh bakteri mempunyai fungsi sendiri-sendiri. Berikut ini adalah fungsi bagian-bagian dari bakteri :


1. Flagellata atau bulu cambuk
Bagian ini biasanya disebut bulu cambuk, karena gerakan yang ditimbulkan seperti  grakan cambuk. Flagellata tersusun atas protein kontraktil sehingga dapat berkontraksi yang  berdampak timbulnya gerakan kekiri ke kanan. Dengan gerakan inilah bakteri dapat berpindah tempat sekitar 50 mm/detik atau sekitar seratus kali panjang tubuhnya. Berdasarkan hal tersebut maka fungsi flagelata adalah sebagai alat   gerak bakteri.

2. Pilus atau Fimbria
Pilus atau fimbria merupakan benang-benang halus yang keluar dari dinding sel yang tersusun atas protein kontraktil dan berfungsi sebagai alat perlekatan dengan bakteri atau organism lain (sel inangnya). Pada saat terjadi konjugasi pilus atau fimbria berfungsi sebagai saluran penghubung dalam transfer DNA (sexpilus).

3. Kapsula
Kapsula adalah lapisan mucus (lender) yang melapisi sel dan terbentuk dari hasil mtabolism sel yang disekresi.  Kapsula berfungsi  untuk menempel pada substrat dan memberikan perlindungan tambahan yang meliputi peningkatan daya resistensi terhadap system pertahanan inang. Kapsul bergelatin juga mempunyai fungsi sebagai pengikat antara sel-sel pada bakteri untuk membentuk koloni.

4. Dinding sel
Dinding sel merupakan lapisan yang terdiri dari ikatan rantai polisakarida dengan protein yang disebut peptidoglikan atau murein. Dinding sel bersifat tebal dan kaku sehingga berfungsi sebagai mempertahankan  bentuk sel, memberikan perlindungan fisik atau mekanis, dan mencegah supaya sel tidak pecah dalam media hipertonis (lebih kental). Berdasarkan jumlah peptidoglikan dan kompleksifitas penyusun dinding sel dibedakan menjadi dua yaitu bakteri gran positif dan bakteri gram negative. Bakteri gram positif adalah yang dindingnya banyak mengandung peptidoglikan sehingga strukturnya menjadi lebih seederhana. Sdangkan bakteri gram negative hanya mengandung sedikit peptidoglikan sehingga strukturnya menjadi lebih kompleks karena bagian luarnya tersusun atas lipolisakarida


5. Membran plasma
Membran plasma merupakan selaput tipis yang tersusun atas molekul lipoprotein, yaitu gabungan antara mplekul lipid (atau lemak ) dan protein. Membran plasma terdapat disebelah dalam dari dinding sel bakteri. Membran plasma bersifat tipis, elastis dan selektif permiabel. Fungsi membran untuk melindungi organ sel mengontrol pertukaran zat antara sel dari lingkungannya.

6. Mesosom
Mesosom secara komparatif pada sel eukariotik disebut retikulum endoplasma. Mesosom merupakan struktur membran yang membentuk lipatan yang terdapat dalam sitoplasma. Mesosom merupakan hasil perluasan membran sel ke arah sitoplasma sehingga dapat menjadi penghubung antara sitoplasma dan dinding sel. Fungsinya adalah sebagai tempat pemisahan DNA dan pembentukan dinding sel baru serta transportasi intraseluler.

7. Sitoplasma
Sitoplasma merupakan cairan yang terdapat terdapat dalam sel. Sitoplasma merupakan bagian
terbesar dari sel yang tersusun atas air, senyawa organik dan anorganik. Sitoplasma berfungsi sebagai media tempat organel-organel dan juga melindungi organel dari benturan-benturan

8. Ribosom
Ribosom adalah organel sel bakteri yang melayang di sitoplasma. Ribosom tersusun atas molekul protein dan RNA. ribosom berfungsi sebagai tempat sintesis protein. Protein yang disintesis oleh ribosom berupa protein struktural berupa membran sel dan protein fungsional berupa enzim yang dibutuhkan dalam metabolisme

9. Region nukleid
Bakteri tidak mempunyai inti sel sejati (nukleus), tetapi mempunyai bagian yang berupa inti, yaitu region nukleid. Region nukleid nampak berwarna kurang padat dibandingkan dengan sitoplasma. Dalam region nukleid terdapat molekul DNA beruntai ganda yang melingkar seperti cincin (sirkuler). Jumlah DNA bakteri rata-rata seperseribu dari DNA prokariotik. DNA untai ganda ini membentuk mirip bangunan kromosom pada sel eukariotik sehingga disebut gonophore. DNA bakteri berfungsi untuk mengendalikan ektivitas sel dan untuk aktifitas reproduksi sel bakteri

10. DNA sirkuler plasmit (materi genetik)
Bakteri tidak mempunyai inti sel sejati (nukleos), tetapi mempunyai bagian yang menyerupai inti yaitu nukleoid. Dalam nukleoid terdapat molekul DNA tunggal yang melingkar (sirkuler). DNA sirkuler pada bakteri dapat dimanfaatkan DNA dari organisme lain dalam teknologi rekayasa genetika maka karena perannya ini DNA sirkuler bakteri sering di sebut plasmid

11. Lembar fotosintetik
Khususnya pada bakteri yang berfotosintesis, terdapat pelipatan membran ke arah sitoplasma yang disebut sebagai lembar fotosintetik. Lembar ini berfungsi untuk fotosintetik, contohnya pada bakteri ungu. Bakteri lain yang tidak berfotosintetis tidak memiliki lipatan tersebut.

12. Endospora.
Bakteri ada yang dapat membentuk endospora. Pembentukan endospora merupakan cara bakteri mengatasi kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan. Endospora tahan terhadap panas, sehingga tidak mati oleh proses memasak biasa, Jika kondisi baik endospora dapat  tumbuh menjadi bakteri seperti sediakala.

Pelajari Materi Terkait :
  1. BENTUK BAKTERI
  2. CYANOPHYTA (SYANOBACTERIA)
  3. KLASIFIKASI BAKTERI
  4. MONERA
  5. PENGELOMPOKKAN BAKTERI
  6. PERANAN BAKTERI BAGI KEHIDUPAN MANUSIA
  7. PERANAN VIRUS DALAM KEHIDUPAN -
  8. PROSES DAN MEDIA PENULARAN VIRUS -
  9. REPLIKASI/REPRODUKSI VIRUS
  10. REPRODUKSI BAKTERI
  11. VIRUS


Sumber :


R. Gunawan Susilowarno dkk, BIOLOGI untuk Kelas X, Penerbit Grasindo 2007
Istamar Syamsuri dkk, Biologi  Untuk SMA kelas X Semester 1, Penerbit Erlangga, 2007

0 komentar:

Poskan Komentar

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!