Sabtu, 28 Maret 2015

Otak
Berat otak manusia kerang lebih 2% dari berat badan orang dewasa. Orang menerima 20% darah yang dipompakan dari jantung dan memerlukan sekitar 20% pemakaian oksigen tubuh serta membutuhkan sekitar 20% pemakaian oksigen tubuh serta membutuhkan sekitar 400 kkal energi setiap harinya. Otak merupakan jaringan yang paling banyak memakai energi dalam seluruh tubuh manusia, terutama yang berasal dari proses metabolisme oksiasi glukosa. Jaringan otak sangat rentan akan kebutuhan akan oksigen dan glukosa melalui aliran darah. Aktifitas otak yang tidak pernah berhenti ini berkaitan dengan fungsinya yang kritis sebagai pusat efektor integrasi dan koordinasi organ-organ sensorik dan sistem perifer tubuh serta fungsinya sebagai pengatur informasi yang masuk, simpanan pengalaman, impuls yang keluar dan tingkah laku.
Otak terdapat di dalam tulang tengkorak dan diselubungi oleh selaput meninges. Selaput meninges terdiri dari tiga lapis, yaitu durameter (lapisan terluaryang menempel pada tulang), arachnoid (lapisan tengah), dan piameter (lapisan yang paling dalam yang menempel pada sumsum otak)
Otak manusia terdiri atas 4 bagian, yaitu otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebelum), otak tengah (mesecephalon), dan otak depan (diensefalon).

1. Cerebrum (Otak Besar)
Cerebrum merupakan bagian otak yang berbentuk oval, ukurannya paling besar dan paling menonjl, dan terletak pada bagian depan atas tulang tengkorak. Di sini terletak pusat-pusat saraf yang mengatur semua kegiatan sensorik dan motorik, mengatur proses penalaran, ingatan, dan kecerdasan. Cerebrum dibagi menjadi hemister kanan dan hemisfer kiri oleh suatu lekuk atau celah dalam yang disebut fisura longitoudinalis mayor. Bagian luar hemister serebri terdari substansi grisea (abu-abu) yang disebut sebagai korteks serebri, terletak di atas substansia alba (putih) yang merupakan bagian dalam himister dan dinamakan pusat medula. Kedua hemister saling dihubungkan oleh suatu pita serabut lebar disebut korpus kalosum. Di dalam substansia alba tertanam keompok massa substansia grisea yang disebut ganglia basalis. Pusat aktifitas sensorik dan motorik pada masing-masing hemister rangka dua dan sebagian besar berkaitan dengan bagian tubuh yang berlawanan. Hemister serebri kanan mengatur bagian tubuh sebelah kiri dan hemister serebri sebelah keri mengatur bagian tubuh sebelah kanan.
Otak besar dibagi menjadi empat bagian, yaitu bagian dahi disebut lobus frontalis, bagian ubun-ubun disebut lobus parientalis, bagian pelipis disebut lobus temporalis, dan bagian belakang disebut lobus oksipitalis.
a). Bagian dahi (lobus frontalis) fungsi bagian ini bertanggung jawab terhadap tiga fungsi utama, yaitu:
- aktivitas motorik  volunter
- kemampuan berbicara dan berbahasa
- elaborasi pikiran
b). Bagian ubun-ubun (lobus parientalis) berfungsi untuk menerima dan mengolah masukan sensorik seperti sentuhan, tekanan, panas, dingin, dan nyeri dari permukaan tubuh serta merasakan kesadaran mengenai posisi tubuh.
c). Bagian pelipis (lobus temporalis) berfungsi sebagai pusatpendengaran
d). Bagian belakang (lobus oksipitalis) berfungsi sebagai pusat penglihatan.

2. Diensefalon (Otak Depan)
Otak depan (diensefalon) biasanya dibagi menjadi empat wilayah, yaitu talamus, subtalamus, ipitalamus dan hipotalamus. Diensefalon memproses rangsang sensorik dan membantu memulai atau memodifikasi reaksi tubuh terhadap rangsang. Selain fugsinya sebagai pusat sensorik primitif
, talamus juga berperan penting dalam integrasi ekspresi motorik karena hubungan fungsinya terhadap pusat motorik utama dalam korteks motorik serebri, serebelum dan ganglion basalis.
Hipotalamus adalah kumpulan nukleus khusus dan serat-serat yang terkeait yang terletak di bawah talamus. Hipotalamus berkaitan dengan pengaturan rangsang dari sistem susunan saraf otonom perifer yang menyertai ekspresi tingkah laku dan emosi. Dengan demikian, hipotalamus berperan penting dalam pengaturan hormon-hormon.
Secara khusus hipotalamus berfungsi untuk :
- mrngontrol suhu tubuh
- mengontrol rasa haus dan mengeluarkan urine
- mengontrol sekrsi hormon-hormon hipofisis anterior
- menghasilkan hormon-hormon hipofisis posterior
- mengontrol asupan makanan
- mengontrol kontraksi uterus dan pengeluaran susu
- pusat koordinasi sistem saraf otonom utama yang kemudian mempengaruhi semua otot polos, otot jantung dan kelenjar eksokrin
- berperan dalam pola perilaku dan emosi.

3. Mesencephalon (Otak Tengah)
Mesencepalon (otak tengah) manusia mempunyai ukuran kecil dan terletak di depan otak kecil. Otak tengah mempunyai saraf okulomotoris (saraf yang berhubungan dengan pusat pergerakan mata) sehingga berfungsi untuk mengatur refleks kejap mata.

4. Serebelum (Otak Kecil )
Serebelum terletak di dalam fiskrani posterior dan ditutupi oleh durameter yang menyerupai atap tenda, yaitu tentorium yang memisahkannya dari bagian posterior cerebrum. Serebelum terdiri dari bagian tengah, vermis, dan dua hemister lateral. Semua aktivitas serebelum berada di bawah kesadaran. Fungsi utama serebelum adalah sebagai pusat refleks mengkoordinasi dan memperhalus gerakan otot, serta mengubah tonus dan kekuatan kontraksi untuk mempertahankan keseimbangan dan sikap tubuh.

Batang Otak
Ke arah kaudal batang otak berlanjut sebagai medula spinalis dan ke rostal berhubungan langsung dengan pusat-pusat otak yang lebih tinggi. Bagian-bagian batang otak dari bawah ke atas adalah medula oblongata, pons paroli dan mesensefalon (otak tengah)
Medula oblongata berfungsi untuk :
- merupakan pusat pengaturan refleks-refleks otot yang terlibat dalam kesimbangan dan postur tubuh.
- untuk mengontrol aktivitas jantung, vasokonstrikti pembuluh darah, pernapasan, bersin, batuk dan aktivitas pencernaan seperti menelan, pengeluaran air liur dan muntah.
- untuk memodulasi sensasi nyeri
- pusat dari 12 pasang saraf cranial, kecuali saraf vagus
- membantu mengarahkan perhatian atau konsentrasi.
Pons (latin = jembatan) berupa jembatan serabut-serabut yang menghubungkan kedua hemisfer serebelum dan menghubungkan mesensefalon di sebelah atas denngan medula oblongata di bawah. Bagian bawah pons berperan dalam pengaturan pernapasan. Selain itu, bagian bawah pons berfungsi sebagai pusat saraf kranial V (trigeminus), VI (abdusen) dan VII (fasialis).

Medula Spinalis (Sumsum Tulang Belakang)
Sumsum tulang belakang merupakan jaringan saraf yang memanjang dari bagian bawah sumsum lanjutan (medula oblongata) sampai ke kanal vertebrae. Saraf spinalis keluar dari setiap sisi foramen di antara tulang belakang saraf spinal yang keluar dari medula spinalis ada 31 pasang, yaitu :
- di daerah sevikal 8 pasang
- di daerah thoraks 12 pasang
- di daerah lumbal 5 pasang
- di daerah sakral 5 pasang
- di daerah koksigeus 1 pasang
Fungsi sumsum tulang belakang adalah sebagai berikut :
- menghantarkan rangsang dari dan ke otak dengan seluruh bagian tubuh
- tempat berjalannya gerak refleks.Gerak refleks adalah gerak yang tidak disengaja atau tidak disadari. Impuls yang menyebabkan gerakan ini disampaikan melalui jalan yang sangat singkat dan tidak melewati otak. Contoh gerak refleks adalah sebagai berikut:  Terangkatnya kaki jika terinjak sesuatu; gerakan menutup kelopak mata dengan cepat jika ada benda asing yang masuk ke mata;  menutup hidung pada waktu mencium bau yang sangat busuk ; gerakan tangan menangkap benda yang tiba-tiba terjatuh; gerakan tangan melepaskan benda yang bersuhu tinggi

Pada gambar diatas dapat diamati, bahwa sel saraf aferent terletak di bagian dari akar dorsal, sel saraf eferent terletak di bagian tanduk dari akar ventral, sedangkan interneuron (saraf konektor) terletak diantara kedua sel saraf tersebut.

Gerak Reflek
Gerak reflek merupakan gerak yang tidak disadari yang terjadi secara cepat dan spontan untuk menghindarkan dari rangsangan yang membahayakan. Gerak refleks berfungsi sebagai respon untuk melindungi tubuh dari rangasangan yang membahayakan atau mencelakakan.
Impuls pada gerak refleks tidak melalui otak, tetapi hanya melintas di sumsum tulang belakang. Jarak terpendek yang dilalui impuls untuk gerak refleks disebut lengkung refleks. Lengkung refleks pada refleks sumsum tulang belakang adalah reseptor - saraf sensorik - sumsum tulang belakang - saraf motorik - efektor. Contoh refleks sumsum tulang belakang adalah refleks lutut.
Berdasarkan reaksi yang terjadi dari suatu refleks, gerak refleks dibedakan menjadi dua, yaitu refleks tunggal (sederhana) dan refleks kompleks. Refleks sederhana adalah refleks yang hanya menyertakan efektor tunggal. Misalnya tangan tersentuh api, langsung tangan diankat sambil berteriak.
Selain refleks sumsum tulang belakang, juga diketahui adanya refleks otak. Refleks otak bersifat menurun pada anak-anaknya, contoh refleks pupil mata dan refleks kejap mata.


MATERI SISTEM KOORDIAI :
  1. ALAT INDERA-INDERA PENCIUMAN/PEMBAU 
  2. ALAT INDERA-INDERA PENDENGARAN
  3. ALAT INDERA-INDERA PENGECAP 
  4. ALAT INDERA-INDERA PERABA 
  5. ALAT-ALAT INDERA-INDERA PENGLIHATAN 
  6. GANGGUAN/PENYAKIT PADA SISTEM SARAF.
  7. MEKANISME KERJA OBAT BERBAHAYA
  8. MEKANISME PENGATURAN OLEH SISTEM SARAF
  9. PENGARUH AKOHOL, NIKOTIN DAN ZAT PSIKOTROPIKA
  10. SISTEM HORMON
  11. SISTEM INDERA
  12. SISTEM SARAF PUSAT MANUSIA
  13. SISTEM SARAF TEPI MANUSIA
  14. SISTEM SYARAF
  15. STRUKTUR HORMON, DAN GANGGUAN PADA SISTEM ENDOKRIN
  16. STRUKTUR SEL SARAF MANUSIA
  17. STRUKTUR SISTEM ENDOKRIN
  18. STRUKTUR SISTEM SARAF MANUSIA
  19. soal biologi sistem Koordinasi



Sumber :
BIOLOGI untuk SMA/MA kelas XI, R Gunawan Susilowarno, dkk, PT Grasindo, 2007


Jumat, 27 Maret 2015

Sistem saraf sebagai pengatur seluruh aktivitas tubuh dibagi menjadi sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi (perifer). Sistem saraf pusat terdiri atas otak, tulang lanjutan (medula oblongata), dan sumsum tulang belakang (medula spinalis). Sedangkan saraf tepi dibedakan menjadi saraf sadar dan saraf tak sadar.


1. Sistem Saraf Pusat

Pusat saraf berfungsi memegang kendali dan pengaturan terhadap kerja jaringan saraf hingga ke sel saraf. Sistem saraf pusat terdiri atas otak besar, otak kecil, sumsum lanjutan (medula oblongata), dan sumsum tulang belakang (medula spinalis). Otak terletak di dalam tulang tengkorak, sedangkan sumsum tulang belakang terletak di dalam ruas-ruas tulang belakang.
Tiga materi esensial yang ada pada bagian sumsum tulang belakang serta otak antara lain, yaitu:
- Substansi grissea atau bagian materi kelabu yang terbentuk dari badan sel.
- Substansi alba atau bagian materi putih yang terbentuk dari serabut saraf.
- Jaringan ikat atau sel-sel neuroglia yang ada di dalam system saraf pusat tepatnya di antara sel-sel saraf yang ada.
Selain itu, pada sistem saraf pusat terdapat juga Jembatan varol yang tersusun atas serabut saraf yang menghubungkan otak kecil bagian kiri dan kanan, juga menghubungkan otak besar dengan sumsum tulang belakang. Jembatan varol berfungsi menghantarkan rangsang dari kedua bagian serebelum.
 
 a. Otak


Otak Besar
Otak besar wujudnya kenyal, lunak, ada banyak lipatan, serta berminyak. Otak besar dikelilingi oleh cairan serebrospinal yang berfungsi memberi makan otak dan melindungi otak dari guncangan. Di dalam otak besar terdapat banyak pembuluh darah yang berfungsi memasok oksigen ke otak besar.
Bila otak besar pada laki-laki beratnya kira-kira 1,6 kg sedangkan bagi perempuan berat otak besar yang di miliki kira-kira adalah 1,45 kg. Jadi otak laki-laki yang lebih berat dikarenakan ukurannya yang juga lebih besar di bandingkan dengan otak wanita. Namun kecerdasan yang dimiliki masing-masing orang baik laki-laki maupun perempuan tidak tergantung dengan berat otak yang mereka miliki. Tapi yang mengukur dan menentukn tingkat kecerdasan yang ada pada otak yaitu yang jumlah hubungan antar saraf satu dengan lainnya itu dalam jumlah banyak.
Otak Kecil
Otak Kecil terletak di bagian belakang kepala dan dekat leher. Fungsi utama otak kecil adalah sebagai pusat koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar, keseimbangan, dan posisi tubuh. Jika terjadi rangsangan yang membahayakan, gerakan sadar yang normal tidak mungkin dilaksanakan. Otak kecil merupakan pusat keseimbangan. Apabila terjadi gangguan (kerusakan) pada otak kecil maka semua gerakan otot tidak dapat dikoordinasikan.
Otak kecil (cerebelum)
Otak kecil merupakan pusat keseimbangan gerak otot dan posisi tubuh


b. Sumsum Tulang



Sumsum Lanjutan
Sumsum lanjutan (sumsum sambung) atau medula oblongata terletak di persambungan antara otak dengan tulang belakang. Fungsi sumsum lanjutan adalah untuk mengatur suhu tubuh, kendali muntah, pengatur beberapa gerak refleks (seperti batuk, bersin, dan berkedip), dan pusat pernapasan. Selain itu, sumsum lanjutan berperan untuk mengantarkan impuls yang datang menuju otak. Sumsum sambung pun mempengaruhi refleks fisiologi, seperti jantung, tekanan darah, volume, respirasi, pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan.
Sumsum Tulang Belakang
Sumsum tulang belakang atau medula spinalis berada di dalam tulang belakang. Sumsum tulang belakang terbagi menjadi dua lapisan, yaitu lapisan luar yang berwarna putih dan lapisan dalam yang berwarna kelabu. Sumsum tulang belakang dilindungi oleh tulang belakang atau tulang punggung yang keras. Tulang punggung terdiri dari 33 ruas. Fungsi utamanya adalah sebagai pusat gerak refleks.
Di dalam sumsum tulang belakang, terdapat saraf sensorik, motorik, dan saraf penghubung. Fungsi saraf-saraf tersebut adalah sebagai pengantar impuls dari otak dan ke otak.
Sumsum tulang belakang memiliki fungsi penting dalam tubuh. Fungsi tersebut antara lain menghubungkan impuls dari saraf sensorik ke otak dan sebaliknya, menghubungkan impuls dari otak ke saraf motorik; memungkinkan menjadi jalur terpendek pada gerak refleks.
Skema gerak biasa adalah: impuls (rangsangan) > saraf sensorik > otak > saraf motorik > otot > gerakan
Skema gerak refleks adalah: impuls (rangsangan) > saraf sensorik > sumsum tulang belakang > saraf motorik > otot > gerak refleks
(summber :http://hedisasrawan.blogspot.com/2013/04/sistem-saraf-pada-manusia.html)



2. Sistem saraf Tepi
a. Sistem Saraf  Sadar Tubuh


b. Sistem Saraf Otonom

MATERI SISTEM KOORDINASI :
  1. ALAT INDERA-INDERA PENCIUMAN/PEMBAU 
  2. ALAT INDERA-INDERA PENDENGARAN 
  3. ALAT INDERA-INDERA PENGECAP 
  4. ALAT INDERA-INDERA PERABA
  5. ALAT-ALAT INDERA-INDERA PENGLIHATAN 
  6. GANGGUAN/PENYAKIT PADA SISTEM SARAF.
  7. MEKANISME KERJA OBAT BERBAHAYA
  8. MEKANISME PENGATURAN OLEH SISTEM SARAF
  9. PENGARUH AKOHOL, NIKOTIN DAN ZAT PSIKOTROPIKA
  10. SISTEM HORMON
  11. SISTEM INDERA
  12. SISTEM SARAF PUSAT MANUSIA
  13. SISTEM SARAF TEPI MANUSIA
  14. SISTEM SYARAF
  15. STRUKTUR HORMON, DAN GANGGUAN PADA SISTEM ENDOKRIN
  16. STRUKTUR SEL SARAF MANUSIA
  17. STRUKTUR SISTEM ENDOKRIN
  18. STRUKTUR SISTEM SARAF MANUSIA
  19. soal biologi sistem Koordinasi



Tubuh kita bergerak, mata kita melihat, mulut kita berbicara, jantung kita berdenyut memompa darah, dan masih banyak lagi aktivitas tubuh lainnya, semua ini dibawah koordinasi yang sempurna. Bagaimana aktifitas tersebut dapat berlangsung ?
Sistem syaraf dan sistem hormon merupakan sistem pengatur seluruh aktivitas tubuh kita. Sistem saraf dan hormon merupakan sistem yang bekerja sangat rumui memebihi sistem apapun buatan manusia. Kita akan membahas satu persatu sistem-sistem tersebut.

SISTEM SARAF
Struktur Sel Saraf Manusia
Susunan saraf yang ada pada tubuh manusia tersusun oleh unit-unit terkecil yang disebut neuron (sel saraf). Sel saraf mempunyai kemampuan sebagai konduktivitas (penghantar) dan aksistabilitas (dapat dirangsang) serta memiliki kemampuan merespon (bereaksi) dari berbagai rangsangan dari luar maupun dari dalam tubuh.
Satu neuron terdiri dari badan sel (perikarion), juluran panjang (akson), dan juluran pendek (dendrit). Badan sel berukuran 5 - 100 mikron, empunyai inti (nukleus) dan anak inti (nukleolus) berjumlah satu atau lebih yang dikelilingi sitoplasma granuler. Di dalam juga terdapat organel-organel sitoplasma seperti : badan nissl (modifikasi RE kasar untuk sintesis protein yang merupakan substansi kromatik), neurofibril ( serat yang ramping dan panjang pada badan neuron yang berfungsi untuk menyokong dan pengangkutan nutrien di dalam sel), mitokondria dan badan Golgi.
Dendrit mempunyai panjang kurang ari 100 mikron sampai dengan beberapa ribu mikron. Dendrit berfungsi mengirimkan rangsangan ke dalam badan sel. Di dalam dendrit ditemukan organel-organel badan nissl dan mitokondria.
Neurit (akson) mempunyai panjang sampai dengan 900.000 mikron. Fungsi dari akson adalah mengirimkan impuls (isarat) dari badan sel. Di dalam akson ditemukan mitokondria dan serabut saraf (neurofibril) tetapi tidak mempunyai badan nissl sehingga tidak terlibat dalam sintesis protein. Pada bagian ujung akson akan membentuk struktur gelembung yang berisi molekul-molekul neurotransmiter (senyawa kimia penghantar impuls antar sel saraf). Sambungan antara sel saraf satu dengan yang lain disebut sinaps. Sinaps dapat terjadi antara 2 sel saraf atau dengan beberapa sel lain.
Struktur akson ada yang bermielin dan ada yang tidak bermielin. Mielin merupakan struktur yang tersusun atas lipoprotein dan pospolipid. Selaput mielin dibentuk oleh sel Schwan. Bagian sel Schawan yang menyelubungi selaput mielin pada saraf perifer yang disebut neurilema. Neurilema yang berfungsi untuk regenerasi akson yang terluka. Mielin merupakan isolator serabut saraf untuk mencegah terjadinya gangguan pengiriman impuls pada akson yang bermielin lebih cepat dari pada akson tidak bermielin. Bagian akson yang tidak bermielin disebut Nodus Ranvier yang berfungsi untuk mempercepat jalannya impuls.
Sel-sel saraf dapat bekerja dengan baik apabila terdapat rangsangan. Rangsangan adalah suatu yang berasal dari lingkungan eksternal maupun internal yang menyebabkan perubahan dalam tubuh manusia. Kerja sel saraf ini dapat terlaksana dengan baik karena adanya reseptor selanjutnya berfungsi mengubah rangsangan reseptor selanjutnya berfungsi mengubah rangsangan menjadi impuls saraf (aliran listrik yang terjadi karena adanya perubahan muatan listrik). Kerja koordinasi tubuh selain ditentukan oleh rangsangan, reseptor dan sel saraf juga didukung pula oleh efektor. Efektor adalah sel atau organ yang digunakan untuk menanggapi rangsangan, baik dari dalam maupun luar. Efektor dalam tubuh kita paling banyak berperan adalah otot kelenjar.

Struktur Urat Saraf
Urat saraf analog dengan kabel listrikyang menghantarkan arus listrik dari gardu induk ke rumah-rumah penduduk. Urat saraf terdiri atas akson dan dendrit yang tersusun dalam berkas-berkas paralel, sedangkan badan-badan sel saraf paralel, sedangkan bada-badan sel saraf tidak termasuk urat saraf, karena badan sel saraf hanya ditemukan di dalam sistem saraf pusat dan ganglion. Setiap urat saraf dilapisi oleh 3 lembab jaringan ikat yaitu : epimisium, perimisium dan endomesium.
- epimisium merupakan lapisan terluar pembungkus berkas akson
- perimisium merupakan lapisan pembungkussetiap  berkas akson
- endomisium lapisan tipis pembungkus tiap akson (nerit)
Pembuluh darah ditemukan antara lapisan epimisium dan perimisium. Fungsi pembuluh darah adalah memberi atau mensuplai nutrisi bagi sel-sel saraf.

Jaringan Penyokong Sel Saraf
akson ditopang adanya jaringan penyokong. Jaringan ini, tersusun oleh lipoprotein yang mengelilingi akson yang disebut mielin. Selaput mielin berfungsi sebagai isolator sehingga penghantaran impuls tidak ada hambatan. Pada susunan saraf perifer, mielin merupakan bagian dari sel Schwan dan neurilema.

Macam-Macam Neuron
neuron-neuron penyusun sistem saraf berdasarkan letak dan fungsinya dibagi menjadi 3 yaitu: sel saraf afferent, sel saraf efferent, dan interneuron.
a. Sel saraf afferent (sensorik)
Sel saraf afferent (sensorik) merupakan sel saraf yang membawa informasi (rangsangan) dari reseptor ke dalam sistem saraf pusat. Ciri-ciri sel saraf ini adalah sebagian badan sel bergerombol membentuk ganglion dan akson pendek dan dendritnya panjang. Saraf sensorik terletak di luar sistem saraf pusat.
b. Sel saraf efferent (motorik)
Sel saraf efferent (motorik) merupakan sel saraf yang membawa rangsang dari sistem saraf pusat ke sel-sel efektor (otot dan kelenjar). Ciri-ciri sel saraf adalah badan sel, dendrit pendek, dan aksonnya panjang. Sebagian kecil akson berada di dalam sistem saraf pusat dan sebagian besar akson di luar sistem saraf pusat.
c. Interneuron (konektor)
Interneuron merupakan sel saraf penyusun sistem saraf pusat, kurang lebih 99% dari seluruh sel saraf berfungsi mengirimkan rangsang antar neuron di sistem saraf pusat. Ciri sel saraf ini dendritnya pendek dan aksonnya ada yang pendek dan ada pula yang panjang.

MATERI SISTEM KOORDINASI :
  1. ALAT INDERA-INDERA PENCIUMAN/PEMBAU 
  2. ALAT INDERA-INDERA PENDENGARAN 
  3. ALAT INDERA-INDERA PENGECAP 
  4. ALAT INDERA-INDERA PERABA 
  5. ALAT-ALAT INDERA-INDERA PENGLIHATAN 
  6. GANGGUAN/PENYAKIT PADA SISTEM SARAF.
  7. MEKANISME KERJA OBAT BERBAHAYA
  8. MEKANISME PENGATURAN OLEH SISTEM SARAF
  9. PENGARUH AKOHOL, NIKOTIN DAN ZAT PSIKOTROPIKA
  10. SISTEM HORMON
  11. SISTEM INDERA
  12. SISTEM SARAF PUSAT MANUSIA
  13. SISTEM SARAF TEPI MANUSIA
  14. SISTEM SYARAF
  15. STRUKTUR HORMON, DAN GANGGUAN PADA SISTEM ENDOKRIN
  16. STRUKTUR SEL SARAF MANUSIA
  17. STRUKTUR SISTEM ENDOKRIN
  18. STRUKTUR SISTEM SARAF MANUSIA
  19. soal biologi sistem Koordinasi

Sumber :
BIOLOGI untuk SMA/MA Kelas XI, R. Susilowarno, dkk, PT Grasindo. 2007
Pilihan Ganda

1. Keuntungan transplantasi ginjal adalah...
A. umumnya menghilangkan kebutuhan akan dialisis
B. efek samping mudah diobati dengan kortikosteroid
C. tidak membahayakan donor
D. bahaya infeksi sesudah operasi minimal
E. umur pasien dapat bertahan 8 - 10 tahun

2. Secara umum, ginjal donor yang paling tinggi keberhasilannya berasal dari...
A. orang tua
B. saudara perempuan
C. kadaver
D. saudara sepupu
E. orang tak dikenal.


3. Sebab yang paling pada resipien transplantasi ginjal adalah...
A. obstruksi anastomosis ureterovesikuler
B. infeksi dari ginjal yang ditransplantasi
C. penolakan imunologik ginjal yang ditransplantasi
D. kekambuhan dari penyakit ginjal

4. Respon imin terhadap transplantasi pada penolakan akut diperantarai oleh...
A. antibodi humoral
B. sel T
C. komplemen dan antibodi humoral
D. antibodi humoral ginjal yang bekerja sinergik dengan sel T
E. golongan darah.

5. Dipandang dari sudut transplantasi ginjal, antigen yang paling penting adalah...
A. golongan darah ABO
B. leukosit
C. hemoglobin
D. trombosit
E. eritrosit

6. Sel-sel tubuh yang dipakai untuk mencocokkan ginjal donor dan resipien adalah...
A. sel endotelial dan glomerolus
B. sel tubulus ginjal
C. sel darah merah
D. sel darah putih
E. sel-sel trombosit

7. Tujuan pemeriksaan histikompatibilitas adalah....
A. menyingkirkan donor nonkompatibel
B. menunjukkan kecocokan gen MHC yang mengendalikan sintesis protein tertentu
C. meramalkan beratnya respon imun pasca transplantasi
D. bukan salah satu dari pernyataan di atas
E. jawaban A, B dan C betul

8. Tujuan penambahan natrium asetat pada cairan dialisis adalah...
A. memperbaiki hihiperurisemia
B. mengurangi insidens neuropati perifer
C. menghilangkan pruritus
D. menyediakan bikarbonat tubuh untuk memperbaiki asidosis
E. meningkatkan osmolalitas larutan dialisis sehingga terjadi ultrafiltrasi

9. Semua zat di bawah ini dapat  meninggalkan darah dan masuk ke dalam cairan dialisis, kecuali...
A. albumin
B. urea
C. magnesium
D. kalium
E. klor

10. Sasaran hemodialisis adalah hal-hal berikut, kecuali...
A. pembuangan cairan ekstraseluler dan intraseluler yang berlebihan
B. difusi ion K keluar daari darah
C. stimulasi pembentukan kemih oleh perbedaan tekanan osmotik
D. difusi urea keluar dari darah.
E. gagal ginjal

11. Nephridia pada cacing tanah mengabsorpsi sisa metabolisme langsung dari...
A. usus
B. hemocoel
C. darah
D. limfe
E. coelom

12. Pada belalang, pembuluh malphigi menyerap sisa metabolisme langsung dari...
A. ureter
B. vesica urinaria
C. usus
D. limfe
E. sel-sel tubuh

13. Pada belalang pembuluh malphigi menyerap sisa metabolisme langsung dari...
A. usus
B. hemocoel
C. darah
D. limfe
E. coelom

14. Antidiuritic - hormone dalam darah tinggi menyebabkan...
A. penyerapan air menurun, banyak urine
B. penyerapan air meningkar, urine sedikit
C. peningkatan ekskresi urine (diabetes insipidus)
D. peningkatan penyerapan air, urine normal
E. penurunan penyerapan air, urine normal.

15. Kelebihan protein dalam tubuh tidak dapat disimpan. Hal yangakan tejadi adalah....
A. dirombak dalam hati menjadi urea dan senyawa lain yang bermanfaat
B. dirombak dalam usus menjadi senyawa lain yang mengandung unsur lain
C. dirombak dalam usus menjadi senyawa lain yang mengandung unsur lain
D. diekskresikan melalui organ ekskresi
E. disintesis menjadi senyawa lain yang bermanfaat

16. Tiga zat yang kenaikannya dalam urine paling tinggi adalah....
A. PO4, SO4 dan NH3
B. SO4, Cl dan urea
C. SO4, NH4 dan kreatin
D. kreatin, SO4 dan urea
E. NH4, Cl dan K

17. Alat ekskresi berupa nefridia dan saluran malphigi terdapat pada hewan....
A. cacing tanah dan belalang.
B. cacing perut dan kecoa
C. planaria dan belalang
D. kecoa dan belalang
E. planaria dan katak

18. Hati merupakan salah satu alat ekskresi yang menghasilkan zat sisa berupa...
A. CO2
B. asam urat
C. kolestrerol
D. bilirubin
E. amoniak

19. Urea yang keluar melalui darah ke ginjal disaring oleh bagian ginjal, yaitu....
A. kapsula Bowman
B. tubulus kontortus proksimal
C. glomerolus
D. tubulus kolektivus
E. lengkung henle

20. Bila urine seseorang dites dengan biuret dan diperoleh warna ungu, dapat diduga bagian ginjal yang mengalami kelainan adalah...
A. kapsula Bowman
B. tubulus kontortus proksimal
C. glomerolus
D. badan Malphigi
E. vesica urinearia

21. Perhatikan gambar di bawah ini

Daerah yang paling kaya urea adalah nomor..
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5



22. Perhatikan gambar kulit di bawah ini :

bagian yang menghasilkan sisa berupa keringat ditunjukkan oleh nomor :
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5

MATERI YANG TERKAIT :
  1. GANGGUAN ATAU PENYAKIT SERTA TEKNOLOGI PENANGGULANGAN KELAINAN SISTEM EKSKRESI
  2. GINJAL (STRUKTUR DAN FUNGSI)
  3. HATI MANUSIA
  4. KULIT MANUSIA
  5. PARU-PARU MANUSIA
  6. PENGERTIAN SISTEM EKSKRESI
  7. SISTEM EKSKRESI PADA HEWAN



Kamis, 26 Maret 2015

GANGGUAN ATAU PENYAKIT PADA SISTEM EKSKRESI
1. Gangguan Fungsi Ginjal
- Albuminaria merupakan kerusakan pada alat filtrasi yang menyebabkan urine mengandung albumin (protein). Keberadaan protein dapat diuji dengan biuret, apabila positif warna urine yang diberi biuret berwarna ungu
- Nefritis adalah infeksi kuman pada glomerolus sehingga asam urine kembali ke dalam darah dan disebut uremia. Uremia dapat menyebabkan penimbunan air di kaki yang disebut oedema.
- Polyuria merupakan kemampuan nefron untuk melakukan penyerapan air menurun sehingga urine menjadi banyak dan encer.
- Oligouria dan anuria adalah kerusakan ginjal secara total yang menyebabkan urine menjadi sangat sedikit atau tidak menghasilkan urine sama sekali.

2. Gangguan Sistem Hormon.
- Diabetes melitus merupakan penyakit yang disebabkan adanya gula di dalam urine. Hal ini disebabkan karena tingginya kadar gula dalam darah akibat kekurangan hormon insulin yang dihasilkan oleh pankreas.
- Diabetes insipidus merupakan penyakit yang disebabkan kekurangan hormon antidiuretik (ADH) sehingga menyebabkan turunnya proses reabsorbsi, akibatnya urone menjadi banyak.

3. Gejala-Gejala Penyakit Ginjal.
- kencing berdarah (hematuria)
- kolik ginjal (rasa nyeri di daerah pinggang bagian belakang yang hilang dan timbuk secara terus-menerus)
- Kelopak mata dan (tungkai bawah bengkak), terutama pada pagi hari.
- kencing tidak keluar secara tiba-tiba (anuria akut)

TEKNOLOGI PENANGGULANGAN KELAINAN SISTEM EKSKRESI
1. Hemodialisis
Hemodialisis atau cuci darah adalah proses pemisahan senyawa-senyawa sisa metabolisme yang tertimbun di dalam darah dan bersifat toksik (racun) terhadap sel-sel tubuh agar senyawa-senyawa toksik tersebut dapat dipisahkan dari darah maka diperlukan alat pemisah antara darah dan sisa metaabolisme. Karena darah dan senyawa sisa metabolisme dalam bentuk larutan, maka dibuatlah alat yang dapat memisahkan senyawa toksik tersebut dengan menggunakan prinsip difusi osmosis. Pada difusi, molekul akan berpindah dari tempat yang memiliki konsentrasi molekul tinggi ke tempat yang memiliki molekul rendah, sedangkan proses osmosis khusus untuk memindahkan molekul air.

Membran semipermiabel diletakkan di antara darah penderita pada satu sisi dan larutan yang sudah diketahui susunannya (dialisis) pada sisi satunya, maka senyawa-senyawa yang dapat menembus membran bergerak dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Apabila kadar ion K dalam darah tinggi dan kadar ion K dalam bak dialisis rendah akan bergerak keluar dari darah kemudian masuk ke bak dialisis.
Sedangkan bikarbonat lebih tinggi konsentrasinya di bak dialisis sehingga arah difusinya adalah dari bak ke darah. Untuk memindahkan molekul air H2O yang banyak terdapat di dalam darah dilakukan dengan meningkatkan konsentrasi gula dalam bak dialisis sehingga air mengalami difusi ke bak dialisis (proses osmosis).
Cara yang digunakan untuk memperbaiki komposisi elektrolit-elektrolit dalam darah pasien ialah menyesuaikan komposisi elektrolit dalam bak dialisis dengan komposisi yang ada pada darah manusia sehingga jika kekurangan elektrolit dapat mengambil dari bak dialisis. Sebaliknya, jika kelebihan dapat mengeluarkan ke bak dialisis.
Alat yang digunakan untuk dialisis adalah "ginjal buata" yang terbuat dari selofan atau cuprophane (hemodialisis yang terletak di luar tubuh.

2. Mesin Ginjal Buatan.

Mesin ginjal buatan (hemodialister) terdiri dari membran semipermiabel yang sederhana dengan darah di satu pihak dan cairan dialisis di pihak lain.
Pada proses ini digunakan membran buatan semi-permeabel yang berfungsi sebagai ginjal buatan. Juga dipergunakan suatu mesin untuk mengalirkan darah pasien melalui salah satu sisi permukaan dari membran semi-permeabel sebelum di kembalikan ke sirkulasi darah tubuh pasien. Pada saat yang sama cairan hemodialisis dipompakan ke dalam mesin dan dialirkan melalui sisi lain dari permukaan semi-permeabel, sehingga terjadi pertukaran ion antara darah pasien dengan cairan hemodialisis. Melalui membran semi-permeabel yang mengandung lubang-lubang kecil tersebut produk-produk sisa dari darah pasien seperti urea, kreatinin, fosfat, kalium dan lainnya termasuk kelebihan air serta garam dari tubuh akan lewat dan masuk ke dalam cairan hemodialisis yang mengalir dengan arah berlawanan dari aliran darah pasien. Walaupun demikian, protein dan sel-sel darah tidak dapat menembus melalui lubang-lubang kecil dalam membran semi-permeabel tersebut. Bakteri dan virus yang mungkin mengkontaminasi cairan hemodialisis juga tidak dapat masuk ke dalam aliran darah pasien melalui membran tersebut karena ukurannya lebih besar dari lubang-lubang kecil tersebut.
Proses kerja alat adalah sebagai berikut:
Proses perpindahan molekul antara darah dan dialisat (cairan dialisis) terjadi disepanjang membran dialisis melalui difusi dan iltra filtrasi (pembuangan air)

Komposisi cairan dialisis diukur konsentrasinya sehingga mendekati komposisi ion darah normal dan sedikit dimodifikasi agar dapat memperbaiki gangguan cairan dan elektrolit yang sering menyertai gagal ginjal. Uunsur-unsur yang ditambahkan seperti yang terdapat dalam darah, yaitu ion Na, K, Mg, Cl, asetat dan glukosa.
Dengan tingginya kadar urea,kreatin, asam urat dan phosfatdalam darah ke cairan dialisis.
Walaupun hemodialisis berfungsi mirip dengan cara kerja ginjal, tindakan ini hanya mampu menggantikan sekitar 10% kapasitas ginjal normal. Selain itu, hemodialisis bukannya tanpa efek samping. Beberapa efek samping hemodialisis antara lain tekanan darah rendah, anemia, kram otot, detak jantung tak teratur, mual, muntah, sakit kepala, infeksi, pembekuan darah (trombus), dan udara dalam pembuluh darah (emboli)
Pada gagal ginjal kronik, hemodialisis biasanya dilakukan 3 kali seminggu. Satu sesi hemodialisis memakan waktu sekitar 3 sampai 5 jam. Selama ginjal tidak berfungsi, selama itu pula hemodialisis harus dilakukan, kecuali ginjal yang rusak diganti ginjal yang baru dari donor. Tetapi, proses pencangkokan ginjal sangat rumit dan membutuhkan biaya besar.(Sumber :http://felix12-myworld.blogspot.com/2009/05/hemodialisis-mesin-ginjal-buatan.html)

3. Transplantasi Ginjal.
Transplantasi ginjal atau cangkok ginjal adalah salah satu prosedur transplantasi organ yang paling sering dan paling berhasil dilakukan saat ini. Karena semakin berkembangnya teknologi kedokteran, transplantasi ginjal akhirnya menjadi solusi yang telah menyelamatkan nyawa ribuan penderita penyakit ginjal stadium akhir.
Bagi penderita gagal ginjal yang tidak direncanakan untuk menjalani transplantasi ginjal, perawatan dialisis (cuci darah) dapat menunjang keberlangsungan hidup mereka.
Sekitar 30 persen penderita gagal ginjal cocok untuk menjalani transplantasi ginjal, prosedur pembedahan untuk mengembalikan  fungsi ginjal dengan mengganti dua ginjal yang gagal atau rusak dengan satu ginjal yang sehat.
Sekitar setengah dari transplantasi ginjal berasal dari donor non-hidup (meninggal), meskipun anggota keluarga, pasangan (donor hidup) dan teman-teman (donor hidup) dapat dengan aman mendonorkan satu ginjal mereka jika dalam tes dibuktikan bahwa mereka dapat hidup normal dengan satu ginjal setelah mereka mendonorkan satu ginjal mereka.
Ginjal baru yang diterima biasanya ditempatkan di perut bagian bawah  tanpa perlu mengangkat kedua ginjal yang sudah rusak, inilah alasan mengapa transplantasi ginjal juga sering disebut sebagai cangkok ginjal. Arteri ginjal baru akan disambungkan ke salah satu arteri panggul pasien. Begitu pula vena ginjal baru akan disambungkan ke ke salah satu pembuluh darah di panggul pasien. Ureter ginjal baru, saluran yang mengalirkan urin dari ginjal, dihubungkan ke kandung kemih atau ke salah satu ureter pasien. Pada anak-anak, pembuluh darah dari ginjal orang dewasa yang besar seringkali dihubungkan ke aorta dan vena cava inferior anak. (sumber :http://www.medkes.com/2015/01/transplantasi-ginjal-cangkok-ginjal.html)
Penolakan Transplantasi ginjal
Sifat alami pertahanan imunologik tubuh dalam melawan masuknya protein asing dengan usaha untuk menolak organ tersebut disebabkan oleh :
- golongan darah tidak sesuai

Sumber :
BIOLOGI untuk SMA/MA Kelas XI, R Gunawan Susilowarno, dkk, Penerbit Grasindo, 2007


Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!