Selasa, 25 November 2014

.     HIDROKARBON

Alkena (Olefin : Pembentukan Minyak)
Alkena adalah senyawa-senyawa hidrokarbon yang mengandung sebuah ikatan rangkap dua (-C=C- ) Rumus untuk senyawa alkena :  Cn H2n . Pemberian nama untuk senyawa alkena dengan mengganti akhiran –ana       dengan –ena . Contoh :  C2H4 : etena ; C4H8 : butena; C6H12 : heksena dan C8H16 : oktena

1. Tatanama Alkena 
 a. Rantai C terpanjang harus mengandung ikatan rangkap.
 b.Atom C yang mengandung ikatan rangkap harus mempunyai nomor sekecil mungkin.
 c. Aturan-aturan lain sama dengan aturan pada alkana.
 Contoh :










Jika rantai bercabang :
- Rantai  induk alkena adalah rantai C terpanjang yang mengandung ikatan rankap 2 ( C=C)
- Pemberian nama alkena sama denngan alkana bercabang, tetapi pada penomoran atom C di rantai terpanjang diusahakan agar C yang berikatan rangkap 2 mendapat nomor yang terkecil.
Contoh :
                              CH3
                             
CH3 – CH – CH = C – CH – CH2 – CH3
                                  
            CH3                  C2H5

Jika dilakukan penomoran dari kiri, posisi ikatan rangkap 2 terikat pada nomor atom C nomor 3, sedangkan penomoran dari kanan maka ikatan rangkap 2 terikat pada atom C nomor 4. Jadi penomoran yang benar dari kiri. Oleh karena itu rantai induk adalah 3-heptena sedangkan cabangnya adalah 2-metil, 4-metil, 5-etil. Jadi nama senyawa tersebut adalah 5-etil, 2,4-dimetil 3-heptena.

- Jika jumlah ikatan rangkap 2 ( C=C) lebih dari satu
Untuk ikatan rangkap lebih dari satu, pemberian nama dengan cara menambahkan awalan di (2), tri (3), dan seterusnya pada alkena. Pada ikatan yang perlu diperhatikan adalah kedua atom C pertama yang terikat pada ikatan C=C harus memiliki nomor sekecil mungkin.
Contoh :
CH3  - CH = C – C – CH2
                          
                     CH3  CH3
Rantai induk : 1,3-pentadiena                                     rantai induk : 2,4-pentadiena
Cabang : 2-metil dan 3 – metal                                  cabang    : 3-dimetil dan 4-metil
Nama  :  2,3 – dimetil -1,3-petadiena   (benar)                     nama   : 3,4-dimetil-2,4-pentadiena (salah)


2. Isomer Alkena.
    C4Hmempunyai 3 isomer, C5H10 mempunyai 5 isomer dan C6H12 mempunyai 13 isomer.

   a. Isomer kerangka/rantai
Isomer kerangka adalah isomer yang terjadi karena perbedaan struktur rantai karbonnya.
Contoh :
CH2 = CH – CH2 – CH3       1-butena    
CH = C – CH3                       2-metil, 1-propena
         
          CH3

   b.  Isomer posisi
Isomer posisi adalah isomer yang terjadi karena perbedaan posisi/letak ikatan rangkap 2.
Contoh :
CH3 – CH2 – CH= CH3     1-butena
CH3 – CH = CH – CH3      2 – butena

   c. Isomer gugus fungsi
Isomer gugus fungsi adalah isomer yang terjadi karena perbedaan gugus fungsi
Contoh :
CH2 = CH – CH2 – CH3             1-butena 

CH2 – CH2      Siklobutana
         
CH2 – CH2

   d. Isomer Geometrik.
   Isomer geometrik hanya dijumpai pada alkena yang atom-atom C beerikatan rangkapnya mengikat dua pasang gugus yang simetris. Ada dua bentuk isomer yaitu bentuk  sis ( sesisi ) dan trans ( berseberangan ).









3. Sifat-sifat Alkena.

 a.   Alkena mempunyai sifat-sifat fisis yang sama dengan alkana
 Sifat fisis dari alkena terutama berhubungan dengan wujud alkena itu. Wujud alkena berkaitan dengan panjang pendeknya rantai alkena. Untuk panjang rantai karbon C2 - C4 senyawa alkena berbentuk gas, untuk panjang rantai karbon C5 - C17 senyawa alkena akan berbentuk cair, dan untuk panjang rantai > C18 senyawa alkena berbentuk padat.
Sifat fisis alkena terlihat pada tabel di bawah ini :


Nama alkena
Rumus molekul
Mr
Titik didih (C)
Titik leleh (C)
Kerapatan (g/cm3)
Wujud (suhu kamar
Etena
Propena
1-butena
1-pentena
1-heksena
1-heptena
1-oktena
1-nonena
1-dekena
C2H4
C3H6
C4H8
C5H10
C6H12
C7H14
C8H16
C9H18
C10H20
28
42
56
70
84
98
112
126
140
-104
-48
-6,2
30
63
94
122
126
140
-169
-185
-185
-165
-140
-120
-102
-81,3
-66,3
0,568
0,614
0,630
0,643
0,675
0,698
0,716
0,731
0,773
Gas
Gas
Gas
Cair
Cair
Cair
Cair
Cair
Padat


b.   Larut dalam benzena dan eter ( pelarut organik )
c. Reaksi pembakaran sempurna alkena akan menghasilkan CO2 dan H2O
    contoh :
    2C3H6    +    9O2   ---->   6CO2   +  6H2O

d.    Alkena dapat mengalami reaksi adisi, yaitu reaksi pengubahan ikatan tak jenuh menjadi jenuh dengan menangkap atom lain. Zat yang dapat mengadisi Alkena adalah gas hydrogen ( H2 ), halogen ( F2, Cl2, Br2,I2) dan asam halida ( HF, HCl, HBr, HI ).
                                      





NB : atom H dari asam akan menempel pada atom C berikatan rangkap yang memiliki H lebih banyak.( Aturan Markonikov )

e. Reaksi eliminasi adalah reaksi pengubahan senyawa yang berikatan tunggal menjadi ikatan rangkap dengan melepaskan molekul kecil.
Contoh :
* Reaksi dehidrogenasi/pelepasan hidrogen
                       Ni
CH3 - CH2 - CH3  ----->   CH3 - CH = CH2  +  H2

* Reaksi dehalogenasi/pelepasan haloge
                        NaOH
CH3 - CH - CH2 - Cl  ---->    CH3 - CH = CH2    + HCl

f. Alkena dapat mengalami polimerisasi yaitu penggabungan molekul-molekul sejenis menjadi molekul raksasa sehinga berantai karbon sangant panjang. Molekul yang bergabung disebut monomer sedang molekul yang terbentuk disebut polimer
       Contoh jenis polimer :

Jenis polimer
monomer
Rumus monomer
Sifat polimer dan kegunaan
Polietena (Polietilena)
Etena
CH2 = CH2
Plastik tipis transparan, untuk pembungkus
Polipropena (Polipropilena)
Propena
CH2 = CH-CH3
Plastik agak tebal dan tidak tembus cahaya
Untuk mengemas barang berbentuk jinjingan
Polivinil klorida (PVC)
Kloroetena
CH2 = CH-Cl
Plastik keras, untuk pipa pralon, ember dll
Politetraflouroetena (teflon)
Tetra flouroetena
CF2 = CF2
Plastik tahan panas, untuk alat –alat dapur
         
 3.  Cara Pembuatan Alkena






          







Pelajari materi terkait :

0 komentar:

Poskan Komentar

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!