Senin, 17 November 2014

TERMOKIMIA
                                                                                                                 
Reaksi-reaksi kimia selalu disertai oleh perubahan energi.  Dalam sebagian besar reaksi-reaksi kimia, perubahan energi itu berwujud perubahan kalor, baik kalor yang dilepaskan maupun kalor yang diserap selama reaksi berlangsung.  Energi merupakan besaran scalar yang menyatakan kemampuan untuk melakukan usaha.  Energi tidak dapat diciptakan  dan tidak dapat dimusnahkan, tetapi dapat diubah dari bentuk energi yang satu menjadi bentuk energi yang lain (Hukum Kekekalan Energi). 
Untuk mengkaji konservasi energi, dalam ilmu kimia dikenal termodinamika dan termokimia.Termodinamika adalah cabang ilmu kimia yang membahas hubungan kalor dengan bentuk energi lain (kerja) pada reaksi kimia dan proses fisika.  Termokimia adalah cabang ilmu kimia yang membahas kalor reaksi pada reaksi kimia dan proses fisika.Pada pembahasan termodinamika dan termokimia dikenal istilah system dan lingkungan.  Sistem adalah zat atau bagian alam semesta yang dipilih untuk objek penelitian termodinamika/termokimia atau segala sesuatu yang kita pelajari perubahan energinya.  Lingkungan adalah bagian alam semesta yang berhubungan langsung (berinteraksi) dengan suatu system atau segala sesuatu yang membatasi system.
Perubahan energi dari suatu sistem dapat terjadi melalui dua cara yakni :
- jika system menyerap kalor atau melepas kalor, dan atau
- jika system melakukan kerja atau dikenai kerja
Jika kalor dilambangkan sebagai q dan kerja sebagai w, maka :
            ∆E = q + w
Keterangan :   ∆E= perubahan energi dalam system
q = kalor yang dilepaskan atau diserap system bernilai positif jika system               menyerap kalor dan bernilai negatif jika sistem melepaskan kalor
w  = kerja yang dilakukan atau diterima system, bernilai negatif jika         system melakukan kerja dan bernilai positif jika system menerima kerja
               
                Contoh soal
                Suatu system mengalami perubahan energi.  Selama perubahan system menyerap  kalor sebesar 150 kkal.  Disamping  itu, system melakukan kerja sebesar 100 kkal.  Berapakah perubahan energi dalam system?
               
                Jawab :
                  ∆E = q + w
                  ∆E = q – w = (150 – 100) kkal  =  50 kkal

  1. Entalpi (H) dan Perubahan Entalpi (∆H)
Entalpi system adalah jumlah energi system dalam segala bentuk, yaitu jumlah energi dalam sistem dan energi dalam bentuk kerja system pada tekanan tetap (1 atm). Entalpi suatu system tidak dapat ditentukan besarnya, tetapi yang dapat ditentukan hanyalah perubahan entalpi.  Oleh karena masing-masing zat mengandung jumlah energi yang berbeda-beda (memiliki entalpi yang tidak sama), maka setiap reaksi kimia selalu disertai oleh perubahan entalpi (∆H).  Perubahan  entalpi didefinisikan sebagai pengurangan dari entalpi produk oleh entalpi reaktan.

∆H   =  Hp  -  Hr
        =  Hruas kanan   -   Hruas kiri
Dengan :
∆H          =  Perubahan entalpi
HP           =  entalpi produk (hasil reaksi)
HR           =  entalpi reaktan (pereaksi)


Ditinjau dari peubahan entalpi, kita mengenal dua macam
a. Bila H produk > H reaktan, maka ΔH bertanda positif, berarti terjadi penyerapan kalor dari lingkungan ke sistem.
b. Bila H reaktan > H produk, maka ΔH bertanda negatif, berarti terjadi pelepasan kalor dari sistem ke lingkungan.
Perubahan entalpi di atas dapat dijelaskan dengan gambar berikut ini :




Macam-macam reaksi kimia berdasarkan kalor yang dibebaskan/kalor yang diserap
a. Reaksi kimia yang membutuhkan atau menyerap kalor disebut reaksi endoterm.
Contoh:
Reaksi pemutusan ikatan pada molekul unsur H2 adalah:
H2 → 2 H ΔH = +a kJ
Reaksi endoterm dengan ΔH bertanda positif (+).
b. Reaksi kimia yang membebaskan kalor disebut reaksi eksoterm.
Contoh:
Reaksi pembentukan ikatan pada molekul unsur H2 adalah:
2H → H2 ΔH = –a kJ

MATERI DAN SOAL TERMOKIMIA
  1. ENERGI PADA KEHIDUPAN SEHARI-HARI 
  2. ENTALPI PEMBENTUKAN, ENERGI IKATAN DAN ENTALPI PEMBAKARAN 
  3. KALOR JENIS REAKSI
  4. PENENTUAN KALOR REAKSI
  5. PERKEMBANGAN TERMOKIMIA, PERUBAHAN ENTALPI DAN HUKUM HESS 
  6. REAKSI EKSOTERM DAN ENDOTERM
  7. TERMOKIMIA1
  8. soal-soal termokimia 1 


Sumber :
KIMIA 2000 2A Tengah tahun Pertama,  SMU kelas 2, Michael Purba, Penerbit Erlangga 2000.
http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia_sma1/kelas-2/entalpi-dan-perubahan-entalpi-%CE%B4h/


0 komentar:

Poskan Komentar

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!