Rabu, 05 November 2014


RUMUS KIMIA DAN PERSAMAAN REAKSI

   A.  Rumus Kimia
Rumus Kimia zat menyatakan jenis dan jumlah relatif atom yang menyusun zat itu. Rumus kimia berbentuk kumpulan lambang atom dengan komposisi tertentu.

1. Massa Atom Relatif ( Ar ) / Bobot atom ( BA )/ Nomor Massa Dengan standar C-12 

3. Rumus kimia unsur
   Rumus kimia unsur yang terdiri  atas satu atom (monoatomik), sama  dengan lambang atom    tersebut. Kebanyakan unsur atomik adalah logam.

  Nama Unsur
Rumus Kimia
  Nama Unsur
 Rumus Kimia
Alumunium
Besi
Tembaga
Emas
Air raksa
Platina
Seng
Al
Fe
Cu
Au
Hg
Pt
Zn
Perak
Natrium
Kalium
Kalsium
Magnesium
Karbon
Ag
Na
K
Ca
Mg
C

Rumus Molekul

Rumus molekul terbagi atas dua yaitu rumus molekul unsure  dan rumus molekul senyawa.
a. Rumus molekul unsur
Rumus molekul unsur adalah rumus yang menyatakan gabungan atom-atom yang sama membentuk molekul. Berdasarkan jumlah atom yang bergabung molekul unsur dibagi menjadi :
1)   molekul diatomik,yaitu 2 atom yang sama  bergabung membentuk molekul.
       Contoh : Oksigen (O2)         ,  nitrogen (N2)
2)  molekul poliatomik, yaitu 3 atom yang sama atau lebih, yang bergabung membentuk molekul.  Contoh :

b. Rumus molekul senyawa
Rumus molekul senyawa (rumus molekul) menyatakan rumus senyawa yang tersusun dari  2 atom yang    berbeda atau lebih membentuk molekul

contoh rumus molekul unsur : 
Nama
Rumus Molekul
Jenis Atomik
Ozon
Fosforus
Belerang 
O3
P4
S8
triatomik
tetraatomik
oktaatomik
        
Contoh rumus molekul senyawa
Senyawa
Rumus Kimia
Jumlah Atom
Karbondioksida
Air
Amoniak
Asam klorida
Asam  sulfat
Glukosa
Urea
CO2
H2O
NH3
HCl
H2SO4
C6H12O6
CO(NH2)2
3,1 atom C dan 2 atom H
3, 2 atom H dan 1 atom O
4,1 atom N dan  3 atom H
2, 1 atom H dan 1 atom C
7, 2 atom H , 1 atom S dan 4 atom O
24, 6 atom C, 12 atom H,dan 6 atom O
8, 1 atom C, 1 atom O, 2 atom  N, dan 4 atom H.

Pengertian penulisan rumus kimia   :  
Fe  artinya 1 atom besi,
4Fe   artinya 4 atom besi
3O2    artinya 3 molekul oksigen
3O   artinya  3 atom  oksigen
5H2O    artinya 5 molekul air

Contoh  soal :
1.        Berapa jumlah atom 5 molekul Fe2(SO4)3
2.        Berapa jumlah atom 3 molekul hidrogen
3.        Berapa jumlah atom    4 molekul air
4.        Jumlah atom 2 molekul CuSO4.5H2O 

Penyelesaian :
1). 5Fe2(SO4)3 tersusun dari :   5 x 2 atom Fe  = 10 atom Fe   
                                           5 x  3 atom S   = 15 atom S
                                          5 x 12 atom O =  60 atom O
                                                jumlah atom = 85
        Jadi, 5 molekul Fe2(SO4)3 tersusun dari 85 atom.
2).  3 molekul hidrogen ditulis 3H2.
      Jadi jumlah atom 3 molekul hidrogen =3 x 2 = 6  atom.
3). 4 x 2 atom H = 8 atom H 
      4 x 1 atom O = 4 atom O 
      Jadi, 4 molekul air tersusun dari 12 atom.
4). 2 molekul CuSO4.5H2O tersusun dari :
     2 x 1 atom Cu    =   2 atom Cu
     2 x 1 atom S      =   2 atom S
     2 x 4 atom O     =   8 atom O
     2 x 10 atom H   =   20 atom H
     2 x 5 atom O     =   10 atom O
     jumlah atom      =   42
     Jadi, 2 molekul CuSO4.5H2O tersusun dari 42 atom

5.      Rumus Empiris
Rumus molekul merupakan rumus kimia senyawa yang menggambarkan jenis dan jumlah atom penyusun suatu molekul.
Rumus empiris menyatakan perbandingan paling sederhana jumlah atom penyusun suatu molekul. 
Contoh :
1.      Perbandingan jumlah atom C dan O dalam CO2 = 1 : 2. Hal ini sudah merupakan perbandingan yang paling sederhana sehingga untuk senyawa CO2 memiliki rumus empiris yang sama dengan rumus molekulnya, jadi rumus empiris CO2 adalah CO2. 
2.   Perbandingan jumlah atom C dan H dalam C3H6 = 3 : 6 = 1 :  2.
     Jadi, rumus empiris C3H6 adalah CH2
3.     Perbandingan jumlah C, H, dan O dalam C6H12O6 = 6 : 12 : 6
     Jadi rumus empiris C6H12O6 adalah CH2O

Perhatikan rumus molekul dan rumus emperis senyawa berikut ini!
Nama senyawa
Rumus molekul
Rumus Empiris
Air
Amoniak
Asam Sulfat
Asam cuka
Glukosa
Etana
Gas karbit
H2O
NH3
H2SO4
C2H4O2
C6H12O6
C2H6
C2H2
H2O
NH3
H2SO4
CH2O
CH2O
CH3
CH

Tatanama Senyawa Sederhana
a.       Tatanama senyawa biner dari dua jenis non logam
 senyawa biner adalah senyawa yang hanya terdiri dari dua unsur.
1.    Rumus senyawa : Unsur yang terdapat lebih dahulu dalam urutan berikut, ditulis didepan.
B – Si- C- Sb- As- P- N- H- Te- Se- S- I- Br- Cl- O- F
Contoh: Amonia ditulis (NH3) bukan H3N,  air ditulis (H2O) bukan OH2
2.    Nama senyawa: Nama senyawa biner dari dua jenis non logam adalah      rangkaian nama kedua jenis        unsur dengan akhiran ida, pada nama unsur yang kedua.
Contoh:   HCl        :    Hidrogen klorida
               H2S        :    Hidrogen sulfida     
Jika pasangan unsur yang bersenyawa membentuk lebih dari sejenis senyawa, senyawa-senyawa itu dibedakan dengan menyebutkan angka indeks dalam bahasa
1 =   mono      3  = tri          5 = penta            7 = hepta             9 = nona
2 =  di             4 = tetra     6 = heksa            8 = okta             10 = deka        
CO    :  karbon monoksida                      
N2O3 :   dinitrogen trioksida
CO2    :karbondioksida
N2O4   :dinitrogen tetraoksida                                                                      
N2O    :  dinitrogen monooksida
NO     :  nitrogen monoksida  
 
b. Senyawa Biner dari Logam dengan Nonlogam
Umumnya tergolong senyawa ion dengan logam sebagai kation dan non logam sebagai anion.
1.      Rumus senyawa : Unsur logam ditulis didepan.
Contoh : NaCl           Natrium klorida
2.      Nama Senyawa : Nama senyawa biner dari logam dengan non logam adalah rangkaian nama logam dan nama non logam dengan akhiran  -ida pada non logam.
Contoh :  NaCl       Natrium klorida
              CaCl2         Kalsium klorida

c. Tata Nama Asam, Basa, dan Garam
Asam, basa, dan garam adalah tiga kelompok senyawa yang saling terkait satu dengan yang lain.  Reaksi asam dengan basa menghasilkan garam.
1.  Tata nama Asam
Asam adalah senyawa hidrogen yang dalam air dapat menghasilkan ion H+ dan mempunyai rasa masam.  Rumus asam terdiri atas atom hidrogen (di depan, dapat dianggap sebagai ion H+) dan suatu anion yang disebut sisa asam. 
Contoh :  H3PO4
Nama asam :  asam posfat
Rumus sisa asam   :  PO43-
Nama sisa asam    :  posfat
Valensi asam        :  3

2.  Tata Nama Basa
Basa adalah zat yang dalam air dapat menghasilkan ion OH/  Larutan badsa  ersifat kaustik, jika terkena kulit terasa licin seperti bersabun.  Pada umumnua  basa adalah senyawa ion yang terdiri dari kation logam dan anion OH. Nama basa sama dengan nama kationnya yang diikuti kata hidroksida.
Contoh :  NaOH     :  Natrium hikroksida (soda kaustik)
Ca(OH)2               :  Kalsium hidroksida (kapur sirih)
Al(OH)3                :  Aluminium hidroksida (dalam obat maag)
 
3.  Tata Nama Garam
Garam adalah senyawa ion yang terdiri dari kation basa dan anion sisa asam.  Rumus dan penamannya sama dengan senyawa ion.                                                       
Kation
Anion
Rumus Garam

Nama Garam
Na+
Ca2+
Al3+
Sn4+
Cu2+
NO3-
NO3-
SO42-
SO42-
S2-
NaNO3
Ca(NO3)2
Al2(SO4)3
Sn(SO4)2
CuS
Natrium nitrat
Kalsium nitrat
Aluminium sulfat
timbal(IV) sulfat
tembaga(II) sulfida
    

B.  PERSAMAAN REAKSI
Persamaan reaksi menggambarkan reaksi kimia yang terdiri atas rumus kimia pereaksi dan hasil reaksi disertai koefisiennya masing-masing. Contoh :
                       
2H2(g)     +          O2(g)        ---------->    2H2O(l)
pereaksi       pereaksi                          hasil  reaksi

Langkah penulisan persamaan reaksi :
1.    Menuliskan rumus kimia zat pereaksi dan produk, lengkap dengan keterangan tentang wujud keadaannya.
2.    Penyetaraan yaitu memberi koefisien yang sesuai sehingga  jumlah atom setiap unsur sama pada kedua ruas.
Contoh:
Alumunium bereaksi dengan larutan asam sulfat membentuk larutan alumunium sulfat dan hidrogen.
Langkah  1   :    Al(s)    +   H2SO4 (aq) -------->       Al2( SO4)3(aq)  +  H2(g)  (belum setara)    
Langkah 2  :      2Al(s)  +  3H2SO4(aq)   -------->   Al2(SO4)3(aq)   +  3H2   (setara)

Ø  Reaksi Pembakaran Senyawa Organik
Persamaan reaksi pembakaran senyawa organik disetarakan dalam 4 tahap, yaitu:
*  Tuliskan persamaan reaksi.
   Senyawa organik + O2    ------------->         CO2 + H2O
Samakan jumlah atom C, dengan menambah koefisien di depan CO2
Samakan jumlah atom H, dengan koefisien di depan H2O
*  Akhirnya , samakan jumlah atom O, dengan menambahkan koefisien di depan O2.
Contoh :
Buat persamaan reaksi dari pembakaran gas propana C3H8
Jawab: Tahap 1: C3H8 + O2     ----------->       CO2 + H2O
Tahap 2 : C3H8 + O2   ---------->       3 CO2 + H2O
Tahap 3 : C3H8 + O2   ------------>       3 CO2 + 4 H2O
Tahap 4 : C3H8 + O2   ------------->     3 CO2 + H2O

Ø  Menyetarakan Persamaan Reaksi yang rumit
Menggunakan “metode abjad”
Contoh:
Reaksi gas metana (CH4) dengan gas oksigen membentuk gas karbon dioksida dan uap air
Langkah I : Menuliskan rumus kimia pereaksi dan hasil reaksi:
CH4(g)  +   O2(g)  ----------->   CO2(g)  +     H2O(g)
Langkah II : Penyetaraan:
1.    Kita gunakan huruf-huruf abjad sebagai koefisien dan persamaan reaksi menjadi:

a CH4(g)  +  b O2(g)   ------------->  c CO2(g)  +     d H2O(g)
Dengan mengingat bahwa jumlah atom kiri = jumlah atom ruas kanan, kita membuat persamaan untuk masing-masing atom sebagai berikut:
Atom C    :  a = c                   (I)
Atom H    :  4a = 2d              (II)
Atom O    :  2b = 2c + d       (III)

2.    Misalkan harga a = 1
    Dari persamaan (I), kita memperoleh c = 1
    Dari persamaan (II), kita memperoleh d = 2
    Dari persamaan (III) kita memperoleh b = 2
Maka kita dapat menuliskan persamaan reaksi di atas secara lengkap:
CH4(g)    +   2  O2(g)    ----------->     CO2(g)  +    2 H2O(g)

Ø  Tanda Wujud Zat dalam Persamaan Reaksi
dengan singkatan dalam tanda kurung di belakang rumus kimia zat bersangkutan
Perhatikan contoh berikut:
 Ba(s) + 2H2O(l)   --------------->     Ba(OH)2(aq) + H2(g)
Artinya, logam barium padat dengan air yang cair bereaksi menjadi larutan Ba(OH)2 dan gas H2 Beberapa contoh reaksi kimia : 

1. Reaksi yang menghasilkan gas
a.    Pualam + larutan asam klorida : menghasilkan gas karbon dioksida.
b.    Besi/zink + larutan asam klorida : menghasilkan gas hydrogen.
c.    Besi + Larutan H2SO4 : menghasilkan gas hidrogen

2.      Reaksi yang menghasilkan endapan
a.    Larutan timbal (II) asetat + larutan kalium iodida : menghasilkan endapan kuning
b.    Larutan perak nitrat + Larutan natrium klorida : menghasilkan endapan putih.
c.    Larutan tembaga (II) Sulfat + Larutan NaOH : menghasilkan endapan biru

3.      Reaksi yang disertai perubahan warna
a.    Larutan kalium kromat yang berwarna (kuning) akan menjadi jingga jika di tetes dengan larutan asam sulfat
b.    Larutan kalium permanganat yang berwarna merah-ungu akan menjadi bening atau pink muda jika ditetesi dengan asam sulfat dan asam oksalat.

4.      Reaksi yang disertai perubahan suhu
a.    Reaksi antara kapur tohor dengan air menyebabkan kenaikan suhu
b.    Reaksi antara barium oksida dengan ammonium klorida menyebabkan penurunan suhu.
c.    Reaksi antara NaOH dengan Asam Sulfat menyebabkan perubahan suhu

MATERI DAN SOAL RUMUS KIMIA DAN PERSAMAAN REAKSI
  1. Ar DAN Mr
  2. HUKUM DASAR ILMU KIMIA
  3. RUMUS KIMIA DAN PERSAMAAN REAKSI
  4. TATANAMA SENYAWA
  5. soal hukum dasar ilmu kimia
  6. soal rumus kimia dan persamaan reaksi

Sumber:
KIMIA untuk SMA kelas X, Unggul Sudarmo, Penerbit Erlangga, 2004
KIMIA 1 SMU, untuk Kelas 1, Irfan Anshori dan Hiskia Ahmad, Penerbit Erlangga, 1999
KIMIA untuk SMA/MA, kelas X, Tarti Harjani, dkk,  Penerbit Masmedia, 2012

0 komentar:

Poskan Komentar

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!