Jumat, 07 November 2014



REAKSI OKSIDASI DAN REDUKSI

A.   Konsep Reaksi Oksidasi Dan Reduksi
Reaksi oksidasi selalu diikuti oleh reaksi reduksi (selalu terjadi bersama-sama), oleh karena itu sering disebut dengan reaksi reduksi oksidasi atau disingkat reaksi redoks. 
Reaksi redoks berkembang dari beberapa konsep yaitu:
1.   Konsep perpindahan oksigen
Oksidasi  adalah  peristiwa pengikatan oksigen oleh suatu zat,baik unsur atau senyawa.
Reduksi adalah   peristiwa pelepasan oksigen oleh senyawa yang mengandung oksigen.Contoh Oksidasi :

 4Fe (s)   +   3O2 (g)-----  2Fe2O3 (s)   (perkaratan besi)
  2Mg   +   O2   ---- 2MgO
  CH4   +   O2   -----   CO2   +   2H2O
Contoh reduksi   ;
Fe2O3 (s)   +   2CO2 (g )  ----- 2Fe (s)   +   3CO2 (pembuatan besi)
2KNO3  ---- 2KNO2   +   O2
H2O2   ----   H2O   +   O2




2.    Konsep Perpindahan Elektron

Oksidasi merupakan peristiwa :
-          pelepasan elektron
-          penambahan muatan positif
-          pengurangan muatan negative
-          elektron berada di ruas kanan
Contoh
Na  ----  Na+   + e
Zn  ---- Zn2+   +   2e
Al   ---   Al 3+   +   3e
Fe 2+ ---  Fe3+   +  e


Reduksi
merupakan peristiwa :
-   penangkapan elektron
-   pengurangan muatan  positif
-   penambahan muatan negative
-   elektron berada di ruas kiri
Contoh :
Zn 2+   +   2e   ---   Zn
Fe3+    +   e   ----  Fe 2+
Al 3+    +   3e  ---- Al

B.  Bilangan Oksidasi (biloks)

Adalah muatan yang dimiliki suatu atom jika elektron diberikan kepada atom lain yang keelektronegatifannya lebih besar.
Keelektronegatifan kecil = biloks  positif
Keelektronegatifan besar = biloks negatif
Urutan :  logam <H <P <C <S <I <Br <Cl <N <O <F

Aturan untuk menentukan bilangan oksidasi:
a.      Biloks unsur bebas = 0 (Contoh : Na, H2, N2  biloksnya adalah nol)
b.      Biloks atom logam dalam senyawa = muatan ion
      1.   Logam alkali (Li, Na,K, Rb, Cs) = +1
      2.   Logam alkali tanah (Be, Mg, Ca, Sr, Ba) = +2
      3.   Logam Al = +3
      4.   Logam transisi dalam senyawa mempunyai beberapa biloks.
           Misal:  Fe dlm senyawa biloksnya +2 dan +3, Cu biloksnya +1 dan +3, dan Au biloksnya +1 dan +3
c.       Ion sederhana (satu atom) punya biloks sesuai dengan muatannya. Misalnya Fe3+, Cu2+, Cl-, S2- masing-masing biloksnya +3, +2, -1 dan -2

d.      Biloks atom H =  +1,  kecuali pada hidrida logam (NaH, CaH2, MgH2, AlH3)
e.      Biloks O = -2 , kecuali pada H2O2, Na2O2, BaO2 biloksnya = -1dan  pada F2O= +2
f.        Biloks atom logam = muatan ion logam
g.      Jumlah biloks seluruh atom dalam ion poliatom = muatan ion. Misal MnO4-, SO42-, masing-masing biloksnya adalah -1, dan -2
h.      Jumlah biloks seluruh atom dalam senyawa = nol

  C.  Konsep Oksidasi - Reduksi berdasarkan Bilangan Oksidasi

Oksidasi = penambahan bilangan oksidasi (naik).
Reduksi  = pengurangan bilangan oksidasi (turun)

Contoh reaksi oksidasi dan reduksi yang melibatkan ion:

 





Peristiwa oksidasi Zn menjadi Zn2+,  biloks Zn bertambah dari nol menjadi 2+, sehingga Zn disebut reduktor (zat yang mengalami oksidasi)
Peristiwa reduksi Cu2+ menjadi Cu , biloks Cu berkurang dari 2+ menjadi nol, sehingga Cu disebut oksidator (zat yang mengalami reduksi).

Contoh reaksi redoks yang melibatkan molekul:
 






Dalam reaksi  Zn menjadi ZnCl. Bilangan oksidasi Zn bertambah dari nol menjadi +2 ( Zn = reduktor).  HCl menjadi H2 bilangan oksidasi H menurun dari +1menjadi nol (H = oksidator)
 Contoh reaksi autoredoks (reaksi disproporsionasi)
 

 

               
Peristiwa oksidasi Cl2 menjadi KCl, biloks Cl menurun dari 0 menjadi -1. Cl2 menjadi KClO, biloks Cl bertambah dari 0 menjadi +1.  Dalam reaksi redoks ini, zat yang mengalami reduksi dan oksidasi adalah sama yaitu zat Cl2.  Reaksi redoks seperti ini disebut reaksi autoredoks                  
Catatan penting :
1.   Reaksi redoks adalah reaksi yang disertai perubahan bilangan oksidasi.
2.   Jika dalam reaksi terlibat unsur (bilangan oksodasi nol), baik sebagai pereaksi atau hasil reaksi maka reaksi tersebut reaksi redoks, sebab perubahan unsur menjadi senyawa atau sebaliknya disertai dengan perubahan bilangan oksidasi.
3.   Jika dalam reaksi tidak terdapat perubahan bilangan oksidasi (semua atom punya bilangan tetap) maka reaksi tersebut bukan reaksi redoks. Contoh:
 HCl    +    NaOH   ---->   NaCl   +    H2O

Contoh soal:
1. Tentukan biloks unsur yang dicetak miring pada senyawa dan ion dibawah ini!
a. SO2                 b. NH4+        c.  Na2CO4            
Jawab:

a. SO2
Biloks SO2 = 0
Biloks S + (2 x biloks O)= 0
Biloks S + (2 x (-2)) = 0
Biloks S = +4
b. NH4+    
Biloks  NH4 = +1
Biloks N +( 4 x biloks O) = +1
Biloks N + (4 x 1)= +1
Biloks N = -3


c. Na2CO4
biloks Na2CO3 = 0
(2 x biloks Na) + biloks C + (3 x biloks O) = 0
(2 X 1) + biloks C + (3 x (-2)) = 0
Biloks C = +4



2.  Tentukan oksidator, reduktor, hasil oksidasi, dan hasil reduksi dari reaksi berikut!
 








 Al mengalami oksidasi (biloks naik dari 0 menjadi +3) = Al merupakan reduktor
Hasil oksidasi = Al2O3
Fe2O3 mengalami reduksi (biloks turun dari +3 menjadi nol) = Fe2O3 merupakan oksidator
Hasil reduksi = Fe
 


D. Reaksi Redoks Dalam Kehidupan Sehari-hari

E. Tatanama IUPAC Berdasarkan Bilangan Oksidasi

SOAL EVALUASI MATERI REAKSI REDOKS

Materi dan soal yang terkait :
  1. LUMPUR AKTIF DAN PROSES OKSIDASI DALAM PENGOLAHAN LIMBAH
  2. REAKSI OKSIDASI REDUKSI
  3. REAKSI OKSIDASI REDUKSI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
  4. soal reaksi redoks1
  5. soal reaksi reduksi oksidasi

Sumber:
KIMIA untuk SMA kelas X, Unggul Sudarmo, Penerbit Erlangga, 2004
KIMIA 1 SMU, untuk Kelas 1, Irfan Anshori dan Hiskia Ahmad, Penerbit Erlangga, 1999
KIMIA untuk SMA/MA, kelas X, Tarti Harjani, dkk,  Penerbit Masmedia, 2012
 

1 komentar:

  1. bukan komen ini mah cuma mau nanya
    siapa penemu teori berdasarkan elektron dan -teori redoks berdasarkan biloks tersebut
    tolong email ke herirexa@gmail.com
    Trimakasih sebelumnya
    itu juga kalau ada jawabannya

    BalasHapus

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!